
Bola.net - Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang lebih sering dialami oleh lansia di atas umur 50 tahun, khususnya pada wanita. Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang mengalami kekurangan kepadatan dan menyebabkan tulang itu menjadi keropos dan mudah patah.
Penyakit ini sering tak memunculkan gejala, dan biasanya orang baru mengetahui mereka terkena osteoporosis saat mengalami patah tulang. Salah satu penyakit tulang ini sebenarnya dapat menyerang siapa saja, kalangan muda maupun tua, namun yang memiliki risiko paling tinggi adalah wanita.
Wanita yang telah berumur di atas 50 tahun memiliki risiko paling tinggi karena berkurangnya kadar esterogen dalam tubuh yang memiliki fungsi memadatkan tulang. Pengidap osteoporosis biasanya adalah mereka yang jarang mendapatkan asupan kalsium dan vitamin D, yang merupakan nutrisi untuk menjaga kesehatan tulang.
Alhasil, bagi Anda yang tidak ingin terkena osteoporosis, hal terbaik adalah menjaga kesehatan tulang sejak dini dengan mengonsumsi makanan penuh nutrisi dan melakukan aktivitas fisik secara rutin.
Ada beberapa hal yang dapat menurunkan risiko Anda terkena osteoporosis, beberapa di antaranya adalah berjemur di bawah sinar matahari dan melakukan aktivitas fisik secara rutin.
Berikut rangkuman dari Waller Walness Center, enam hal yang dapat menurunkan risiko Anda terkena osteoporosis.
Mengurangi Minum Berkarbonasi
Minuman berkarbonasi seperti minuman bersoda, sparkling water, dan champagne adalah jenis minuman yang dapat melarutkan kalsium yang ada pada tulang.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard University, pada wanita berusia 16 hingga 20 tahun menunjukkan bahwa setengah dari mereka mengalami keropos tulang sebagai akibat dari terlalu banyak meminum minuman bersoda.
Selain itu, dalam minuman berkarbonasi mengandung banyak fosfat, sebuah senyawa yang dapat menghilangkan kandungan kalsium pada tulang manusia.
Menjaga Asam dalam Perut
Banyak orang yang mengonsumsi obat penghambat asam saat mereka merasakan sakit perut, sebagian besar dari obat tersebut sering kali menghilangkan asam yang ada dalam perut.
Asam lambung diperlukan oleh tubuh untuk membantu menyerap mineral seperti kalsium, magnesium, dan seng, sehingga jika Anda mengurangi asam lambung secara signifikan, hal tersebut dapat dapat meningkatkan risiko osteoporosis.
Mengurangi Asupan Kafein
Bagi mereka yang gemar meminum kopi dalam segala kondisi, mengurangi minuman tersebut secara perlahan adalah hal yang baik untuk menurunkan risiko terkena osteoporosis.
Setiap cangkir kopi yang kita minum, dapat menghilangkan kadar kalsium dalam tulang sebanyak 150mg, yang ikut larut saat kita melakukan buang air kecil.
Anda dapat mengganti kopi dengan teh yang memiliki kadar kafein lebih sedikit. Jika Anda tidak dapat mengganti kopi dengan minuman apa pun, Anda dapat menambah asupan kalsium dalam tubuh dan mengurangi porsi meminum kopi.
Sering Berjemur di Bawah Sinar Matahari
Kekurangan vitamin D menjadi satu di antara penyebab munculnya osteoporosis. Vitamin D membantu tubuh untuk menyerap kalsium yang masuk ke tubuh.
Selain bisa didapatkan dari asupan makanan bernutrisi, vitamin D juga bisa didapatkan dari berjemur di bawah sinar matahari pagi.
Sinar matahari yang menyentuh tubuh kita diubah oleh kulit menjadi vitamin D. Waktu yang tepat untuk berjemur adalah antara jam 7-11 pagi, dan lakukan paling tidak selama 15 menit.
Melakukan Aktivitas Fisik Secara Rutin
Ketika Anda melakukan aktivitas fisik, otot-otot dalam tubuh akan ikut bergerak dan memberi sinyal kepada tulang bahwa tulang harus bekerja dengan ekstra.
Setiap aktivitas fisik yang Anda lakukan seperti angkat beban, berlari, dan menaiki tangga dapat meningkatkan kepadatan tulang dengan cukup signifikan.
Melatih menahan beban atau angkat beban menjadi aktivitas fisik yang sangat membantu memadatkan tulang. Lakukan setiap hari setidaknya selama 15 hingga 20 menit.
Mengurangi Stres
Jika Anda sering mengalami stres dengan berbagai alasan, segera kurangi. stres dapat meningkatkan risiko terkena osteoporosis.
Stres yang Anda alami sering kali meningkatkan kadar kortisol, dan jika kadar kortisol terlalu tinggi untuk jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan keropos pada tulang.
Kortisol sangat tidak baik untuk insulin dan menyebabkan resistensi insulin, yang pada akhirnya meningkatkan gula darah dan menyebabkan hilangnya kalsium yang ikut larut dalam urin.
Disadur dari: Bolacom/Penulis: Rheza Aditya Gradianto/Editor: Aning Jati/Dipublikasi: 21 April 2020
Video: 6 Jenis Masker Beserta Fungsinya untuk Cegah Virus Corona
Baca Juga:
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 3 September 2026 10:52Timnas Indonesia U-20 Diminta Optimistis dan Waspadai Serangan Balik Laos
-
Tim Nasional 3 September 2026 10:47Prediksi Starting XI Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Akan Ada Sejumlah Perubahan
-
Tim Nasional 3 September 2026 10:37Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-20 vs Laos Hari Ini
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 6 September 2026 16:12Anthony Gordon Bantu Barcelona Kurangi Ketergantungan pada Lamine Yamal
-
Liga Inggris 6 September 2026 15:37Xabi Alonso Yakin Reece James Bisa Jadi Salah Satu Gelandang Terbaik Dunia
-
Bola Indonesia 6 September 2026 14:30Link Streaming Java United vs Garudayaksa FC, 6 September 2026
-
Liga Italia 6 September 2026 14:02Tantang Juventus, Ruben Amorim Indikasikan Rekrutan Baru AC Milan Bisa Debut
BERITA LAINNYA
-
lain lain 4 September 2026 12:38KapanLagi Book Club Gelar Silent Reading di Tengah Karya Seni Museum MACAN
SOROT
-
Liputan6 6 September 2026 14:29Anak Krakatau Erupsi, Prabowo Tekankan Keselamatan Warga
-
Liputan6 6 September 2026 12:12Cegah Abu Vulkanik, Mesin Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Dipasang Penutup
-
Liputan6 6 September 2026 11:54Masker Mulai Langka di Lampung, Warga Antre Sejam
-
Liputan6 6 September 2026 11:38Langit Lampung Gelap Akibat Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Sesak Napas
-
Liputan6 6 September 2026 11:06Bukan Debu Biasa, Ini Alasan Bersihkan Abu Anak Krakatau Harus Disiram Dulu
-
Liputan6 6 September 2026 10:50Bandara Halim Ditutup hingga Pukul 14.00 Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302220/original/068100800_1784536790-Pidato_Prabowo_di_Sidang_Kabinet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341680/original/050307700_1788673041-IMG-20260906-WA0040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341660/original/063349900_1788671418-1001635065.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341636/original/068576600_1788669892-Atap_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341624/original/012028000_1788667917-WhatsApp_Image_2026-09-06_at_08.46.41__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3090832/original/076119700_1585724040-20200401-Bandara-Corona-2.jpg)
