Redakan Nyeri Setelah Olahraga, Kenalan Dulu dengan Terapi Dry Needling

Wuri Anggarini | 6 Desember 2021 16:37
(c) Shutterstock

Bola.net - Bagi para sports enthusiast, rutin olahraga nggak hanya sekadar mengikuti gaya hidup kekinian saja. Menjaga tubuh tetap fit menjadi tujuan utama, terutama di tengah kondisi pandemi seperti beberapa waktu terakhir.

Biarpun tujuannya untuk menjaga kesehatan tubuh, tapi nggak jarang selama prosesnya malah merasakan nyeri pada bagian yang dilatih atau dibebani. Rasa nyeri ini sebenarnya terjadi karena kurangnya pemanasan atau malah beban berlebihan. Oto bisa menjadi tegang atau malah robek. Jika mengalami kondisi tersebut, terapi Dry Needling bisa menjadi pilihan untuk meringankan nyeri dan menambah lingkup gerak sendi seperti yang diberikan oleh dr. Anita Suryani, Sp.KO di Sport Clinic RS EMC Sentul.

Mengenal Terapi Dry Needling

 (c) Shutterstock (c) Shutterstock

Mungkin masih banyak yang merasa awam dengan istilah Dry Needling. Apa sih yang dimaksud dengan teknik yang satu ini? Jadi, dry needling adalah terapi yang dilakukan dengan memasukkan jarum filiform ke dalam kulit atau otot. Jarum filiform sendiri adalah sejenis jarum stainless steel halus dan pendek yang tidak memasukkan cairan ke dalam tubuh. Inilah yang membuat istilah kering atau dry digunakan.

Dry needling bekerja untuk menstimulasi atau merangsang proses penyembuhan jaringan lunak (otot, fascia, tendon, ligamen, dan lainnya). Terapi ini juga merangsang titik yang mendasari myofascial trigger otot dan jaringan ikat (myofascial trigger point) untuk pengelolaan nyeri dan gangguan gerakan neuromuskuloskeletal (saraf, otot dan tulang). Hasil dari terapi ini adalah nyeri yang berkurang atau hilang dan bertambahnya ruang lingkup gerak sendi.

Tidak Sesakit yang Dibayangkan

Saat proses terapi, ada yang namanya trigger point atau titik hiperiritabel yang sensitif di dalam otot atau fascia yang menegang. Titik ini dapat membentuk benjolan yang teraba saat ditekan. Titik ini juga dapat menyebabkan rasa nyeri dan dapat menyebar ke area di sekitarnya. Dry needling sendiri dapat membantu melemaskan otot yang tegang sehingga benjolan yang teraba jadi menghilang dan mengurangi nyeri yang dialami otot.

Banyak yang membayangkan proses dry needling ini sakit karena harus dilakukan penusukan dengan jarum. Namun, pada kenyataannya nggak sesakit yang dibayangkan sebelumnya kok. Otot yang sehat terasa sedikit tidak nyaman dengan penusukan jarum. Sementara itu, pada otot yang sensitif dan memendek atau memiliki trigger point akan merasakan sensasi yang mirip dengan kram. Tusukan bisa menimbulkan kedutan jika terkena trigger point. Kebanyakan pasien merasa kalau terapi dry needling ternyata tidak sesakit yang dibayangkan sebelumnya.

Harus Dilakukan oleh Dokter Profesional

 (c) Shutterstock (c) Shutterstock

Biarpun terlihat sederhana, tapi pada praktiknya terapi berbasis sistem fisiologi ini harus tetap dilakukan oleh dokter yang telah tersertifikasi. Prosesnya sendiri nggak sesederhana yang dibayangkan karena dokter harus menemukan trigger point masing-masing otot sesuai dengan kelihan pasien dan hasil pemeriksaan. Setelah itu, area otot tersebut dibersihkan dengan alkohol agar steril. Selanjutnya baru jarum dimasukkan ke dalam otot yang memiliki trigger point.

Pasien akan merasakan Local Twitch Respon (LTR) atau muscle dancing di area trigger point yang terkena. Selama menjalani terapi, pasien harus tenang dan relaks karena kemunculan muscle dancing tidak bisa diprediksi. Saat hal ini terjadi, pasien harus tetap tenang dan tidak berusaha menarik bagian otot yang sedang diterapi.

Terapi dry needling tersebut kini telah tersedia di Sport Clinic RS EMC Sentul. Kamu bisa melakukannya dengan jarak terapi 5-7 hari dan hasilnya baru bisa dirasakan dengan maksimal setelah 2-3 sesi terapi.

Berbeda dengan Akupunktur

Sama-sama menggunakan jarum, dry needling apakah sama dengan akupunktur? Jawabannya ternyata beda. Ilmu akupunktur didasarkan pada teori kedokteran Cina tradisional. Sementara itu, dry needling berdasarkan pada studi ilmiah modern neuroanatomi Barat dan sistem saraf otot dan tulang. Biarpun demikian, Dry Needling dan akupunktur sama-sama menggunakan alat yang sama yaitu jarum filiform.

Selain bisa digunakan untuk nyeri akibat cedera saat olahraga, dry needling juga bisa digunakan untuk cedera akut atau kronis, sakit kepala, nyeri leher atau punggung, tendinitis, spasme otot, nyeri pinggul atau otot yang robek (strain), fibromyalgia dan tennis/golfer elbow. Dry needling juga bisa menyebabkan efek samping bervariasi. Yang paling sering terjadi adalah nyeri otot ringan dan memar otot.

Butuh konsultasi lebih lanjut tentang terapi dry needling? Kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dr. Anita Suryani, Sp.KO di Sport Clinic RS EMC Sentul, ya!

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR