FOLLOW US:


3 Bintang, 2 Kata, 1 Cinta: Ajax Amsterdam

18-01-2021 18:07

 | Gia Yuda Pradana

3 Bintang, 2 Kata, 1 Cinta: Ajax Amsterdam
Ajax Amsterdam © Ajax.nl

Bola.net - Mereka adalah klub tersukses di negaranya, dan merupakan salah satu yang terbesar di Eropa. Mereka memegang rekor gelar 34 juara Eredivisie, liga kasta tertinggi Belanda. Tiga bintang pun berjajar rapi di atas logo mereka. Mereka juga memiliki basis suporter yang luar biasa. Mereka adalah Ajax Amsterdam.

Bicara suporter, klub berjuluk de Godenzonen (Anak-anak Dewa) ini pantas merasa bangga. Itu bukan tanpa alasan.

Ajax memiliki jumlah suporter yang luar biasa. Berdasarkan sebuah penelitian pada tahun 2010 saja, Ajax diketahui memiliki total 7,1 juta suporter di seantero Eropa. Jumlah itu bahkan jauh lebih banyak dibandingkan Feyenoord (1,6 juta) dan PSV Eindhoven (1,3 juta), dua rival Ajax di Belanda.

Suporter Ajax dikenal fanatik dan militan. F-Side dan VAK410 diakui sebagai dua kelompok suporter Ajax yang paling terkenal. Johan Cruyff Arena tak lengkap tanpa kehadiran suporter Ajax, terutama di tengah pandemi COVID-19 yang menghantui dunia sejak penghujung 2019.

Walau jumlahnya sangat banyak, juga terbagi menjadi beberapa kelompok, tapi para suporter itu memiliki satu kecintaan yang sama. Cinta itu tercurah ke dua kata yang sangat terkenal di Belanda, yang identik dengan tiga bintang di dada: Ajax Amsterdam.

1 dari 5

KEBESARAN AJAX AMSTERDAM

Ajax, yang didirikan pada 18 Maret 1900, adalah klub tersukses di Belanda, dengan 34 gelar Eredivisie dan 19 titel KNVB Cup. Ajax bahkan belum pernah turun Eredivisie, sejak liga kasta tertinggi Belanda ini pertama kali digelar pada 1956. Bersama Feyenoord dan PSV Eindhoven, mereka dikenal sebagai 'big three' yang paling mendominasi di Belanda.

Ajax juga merupakan salah satu klub tersukses di Eropa dan dunia. Empat gelar European Cup/Liga Champions, satu gelar European Cup Winners' Cup, satu gelar UEFA Cup, hingga dua gelar Intercontinental Cup telah menghiasi sejarah panjang Ajax.

Kesuksesan Ajax ini tak lepas dari deretan pemain bintang yang pernah memakai seragam mereka. Johan Cruyff, Marco van Basten, Rinus Michels, Dennis Bergkamp, Jari Litmanen, Zlatan Ibrahimovic, Luis Suarez, Frank Rijkaard, Rafael van der Vaart, Jaap Stam, Edgar Davids, hingga de Boer bersaudara (Ronald dan Frank) adalah beberapa di antaranya.

2 dari 5

JOHAN CRUYFF DAN TREBLE 1971/72

Musim 1971/72 adalah salah satu periode tersukses dalam sejarah Ajax. Musim itu, Ajax dilatih Stefan Kovacs. Pria Rumania itu menggantikan Rinus Michels pada 1971, dan meneruskan serta mengembangkan filosofi 'total football' pendahulunya.

Musim itu, dengan Johan Cruyff sebagai salah satu pilarnya, Ajax tak terhadang di Belanda maupun Eropa. Ajax meraih treble Eredivisie, KNVC Cup, dan European Cup.

Di Eredivisie, Ajax hanya kalah sekali dan finis dengan 63 poin dari 34 pertandingan (M30 S3 K1). Cruyff menjadi top skor dengan torehan 25 golnya.

Di final KNVB Cup, yang digelar di Rotterdam, Ajax mengalahkan Den Haag 3-2. Cruyff mencetak satu gol di final.

Di final European Cup, juga di Rotterdam, Ajax menumbangkan Inter Milan dua gol tanpa balas. Cruyff memborong dua gol Ajax ke gawang sang wakil Italia.

Musim itu, legenda sepak bola Belanda tersebut mencetak total 33 gol untuk Ajax di semua ajang. Singkatnya, dia adalah nyawa mereka.

3 dari 5

F-Side

Dengan sejarah yang panjang itu, Ajax pun mampu menjaring suporter yang jumlahnya luar biasa. Satu kelompok suporter Ajax yang tertua dan sangat terkenal adalah F-Side, yang dibentuk pada 3 Oktober 1976.

Nama F-Side diambil dari tribune stadion lama Ajax, De Meer Vak F. Kelompok suporter ini berperan besar menciptakan atmosfer di dalam stadion, tapi juga dikenal kerap terlibat bentrokan dengan suporter lawan di tengah maupun setelah pertandingan.

Posisi mereka adalah di tribune belakang gawang Johan Cruyff Arena, di sisi selatan stadion. Bisa kita bayangkan atmosfer seperti apa yang dirasakan oleh kiper tim lawan.

4 dari 5

VAK410

VAK410 (Inggris: Section 410) dibentuk pada 26 Januari 2001. Ini adalah kelompok suporter ultras Ajax yang kemudian diakui sebagai salah satu tifosi paling terkenal di sepak bola.

Anggota-anggota VAK410 dikenal kreatif. Koreo dan banner yang mereka ciptakan mampu menyalakan atmosfer di dalam stadion. Mereka menempati posisi di sudut selatan stadion.

Sama seperti F-Side, area VAK410 di stadion juga tak ada tempat duduknya. Semua anggotanya berdiri sepanjang pertandingan.

Namun sayang, VAK410 membubarkan diri pada 2016. Penyebabnya adalah keputusan manajemen klub untuk memindah lokasi mereka di stadion, dan pembicaraannya tak mencapai kata sepakat.

5 dari 5

SEPAK BOLA TANPA SUPORTER BAGAI SAYUR TANPA GARAM

Ajax musim 2020/21, bersama pelatih Erik ten Hag, telah ditinggal beberapa pemain topnya di musim panas. Misalnya saja, Hakim Ziyech ke Chelsea, Donny van de Beek ke Manchester United, dan Sergino Dest ke Barcelona.

Namun, Ajax masih punya pemain-pemain seperti Davy Klaassen, David Neres, Dusan Tadic, Quincy Promes, hingga Klaas-Jan Huntelaar. Meski sudah terlempar ke Liga Europa dari fase grup Liga Champions, Ajax tetap perkasa di Belanda. Hingga pekan ke-17, Ajax masih memimpin klasemen sementara Eredivisie dengan 41 poin, unggul tiga poin atas Vitesse di posisi dua.

Terkini, Ajax menekuk sang rival Feyenoord 1-0 lewat gol tunggal Ryan Gravenberch di Johan Cruyff Arena.

Hanya saja, sepak terjang Ajax masih tak bisa disaksikan langsung oleh para suporter fanatiknya. Pandemi COVID-19 masih membuat pertandingan-pertandingan digelar tanpa penonton, dan itu sangat disayangkan.

Padahal, sepak bola tanpa suporter tak ubahnya seperti sayur tanpa garam - tidak lengkap.

Namun, para suporter Ajax tetap mendukung perjuangan tim kesayangannya. Meski tak bisa hadir ke stadion, mereka masih dapat menyaksikan pertandingan-pertandingan Ajax dari rumah.

Para suporter Ajax di Indonesia, maupun mereka yang tertarik dengan kiprah raksasa Belanda ini, pun bisa menyaksikan sepak terjangnya setiap pekannya di Mola TV.

Cinta itu banyak bentuknya. Tak harus datang langsung ke stadion untuk mendukung tim kesayangan. Yang penting esensinya sama.

Bagi para suporter Godenzonen, selamanya adalah tiga bintang, dua kata, satu cinta - Ajax Amsterdam.