
Bola.net - Lyon tengah menghadapi masa kelam setelah dijatuhi sanksi degradasi ke Ligue 2 pada 2025. Klub dinilai gagal memenuhi syarat keuangan dan dianggap tidak layak tampil di Ligue 1 oleh otoritas DNCG.
Kondisi ini menjadi pukulan besar bagi klub yang pernah menjadi raja sepak bola Prancis. Nama besar Lyon kembali mencuat, namun kali ini bukan karena prestasi, melainkan krisis finansial.
Padahal, dalam dua dekade terakhir, Lyon pernah menorehkan era kejayaan yang sulit dilupakan. Mereka mencatat rekor sebagai juara Ligue 1 tujuh musim berturut-turut, sebuah pencapaian yang belum tersaingi hingga kini.
Tak hanya itu, Lyon juga dikenal sebagai wakil reguler Prancis di pentas Eropa dan sebagai klub penghasil pemain muda berbakat. Meski kini terpuruk, warisan kejayaan mereka tetap menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola Prancis.
Juara Ligue 1 7 Musim Berturut-turut

Dominasi Lyon dimulai sejak musim 2001/2002 saat mereka meraih gelar Ligue 1 pertama. Sejak saat itu, mereka tak terbendung di level nasional.
Gelar Ligue 1 kembali mereka sabet di musim-musim berikutnya hingga 2007/2008. Artinya, selama tujuh tahun penuh Lyon adalah raja sepak bola Prancis.
Catatan ini masih menjadi rekor hingga sekarang. Bahkan PSG pun belum bisa menyaingi prestasi tersebut secara beruntun.
Sukses di Ajang Piala Domestik

Lyon meraih lima gelar Coupe de France yang tersebar dalam lima dekade berbeda. Trofi terakhir diraih pada 2011/2012 setelah mengalahkan Quevilly di final.
Sementara itu, mereka juga mengangkat Coupe de la Ligue pada tahun 2001. Gelar ini menjadi pelengkap musim hebat mereka yang diisi banyak kemenangan penting.
Trophee des Champions juga menjadi milik Lyon delapan kali. Bahkan pada periode 2002–2007, trofi ini seperti langganan mereka setiap awal musim.
Langkah Jauh di Kompetisi Eropa

Lyon pernah dua kali mencapai babak semifinal Liga Champions, yakni pada musim 2009/2010 dan 2019/2020. Sayangnya, dalam kedua kesempatan itu, mereka harus tersingkir setelah dikalahkan oleh Bayern Munchen.
Lyon juga sempat membuat kejutan di Liga Europa musim 2016/2017. Namun, perjalanan mereka terhenti di semifinal usai kalah dari Ajax Amsterdam.
Satu-satunya gelar Eropa yang pernah diraih Lyon adalah Intertoto Cup pada tahun 1997. Trofi tersebut membawa mereka lolos ke ajang Piala UEFA.
Akademi Kelas Dunia

Lyon dikenal sebagai salah satu penghasil talenta muda terbaik di Prancis. Akademi mereka secara konsisten melahirkan pemain yang sukses bersinar di level tertinggi.
Karim Benzema adalah lulusan paling terkenal, yang kemudian meraih kesuksesan besar bersama Real Madrid. Selain itu, Lyon juga melahirkan nama-nama seperti Alexandre Lacazette, Corentin Tolisso, dan Samuel Umtiti.
Fokus pada pengembangan pemain muda menjadi kekuatan utama klub. Pendekatan ini pula yang membuat Lyon tetap kompetitif meski jarang melakukan pembelian besar.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 28 Maret 2026 17:59 -
Liga Spanyol 28 Maret 2026 16:53 -
Liga Inggris 28 Maret 2026 16:41Casemiro Tegaskan Keputusan Tinggalkan Manchester United Sudah Final
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 28 Maret 2026 17:59 -
Liga Spanyol 28 Maret 2026 17:45 -
Tim Nasional 28 Maret 2026 17:42 -
Liga Spanyol 28 Maret 2026 16:53 -
Liga Inggris 28 Maret 2026 16:41 -
Tim Nasional 28 Maret 2026 16:31
BERITA LAINNYA
-
liga eropa lain 25 Maret 2026 13:57 -
liga eropa lain 24 Maret 2026 05:01 -
liga eropa lain 22 Maret 2026 05:08 -
liga eropa lain 9 Maret 2026 11:31 -
liga eropa lain 9 Maret 2026 02:55 -
liga eropa lain 8 Maret 2026 00:30
HIGHLIGHT
- 11 Pemain yang Pernah Membela PSG dan Chelsea, Ada...
- 3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, A...
- Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Mas...
- 7 Bintang Dunia yang Bisa Gabung MLS di 2026, Term...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- Juara Bukan Jaminan Aman: 5 Manajer yang Dipecat S...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...

















:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5539770/original/085372900_1774619710-033A9641.JPG.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540211/original/032439000_1774689231-20121002014.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540210/original/046253600_1774688411-Screenshot_20260328_140636_Instagram.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539781/original/084989500_1774620379-Prabowo_-_Anwar_Ibrahim.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539843/original/087983700_1774629042-1000023606.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5539809/original/046869500_1774621493-20260327AA_Timnas_Indonesia_vs_Sein-02__2_.jpg)
