Waspada Superflu H3N2! Dinkes DKI Minta Warga Perketat Pertahanan Diri dengan PHBS

Waspada Superflu H3N2! Dinkes DKI Minta Warga Perketat Pertahanan Diri dengan PHBS
Tips Cegah Superflu Ala Dinkes DKI: Minum 2 Liter Air dan Jangan Sentuh Wajah! (c) ilustrasi dibuat ai

Bola.net - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta membunyikan alarm kewaspadaan terkait ancaman Superflu. Warga ibu kota diminta memperketat pertahanan diri dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Langkah ini dinilai krusial untuk memutus rantai penularan Influenza A H3N2 subclade K. Virus ini belakangan menjadi sorotan karena penyebarannya yang cukup masif.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menekankan pentingnya disiplin pribadi. Protokol kesehatan dasar menjadi senjata utama melawan virus ini.

Masyarakat diimbau rutin mencuci tangan pakai sabun dan memakai masker saat sakit. Selain itu, etika batuk dan asupan nutrisi seimbang juga wajib diperhatikan.

1 dari 3 halaman

Strategi Bertahan dan Tanda Bahaya

Ani Ruspitawati membeberkan strategi taktis untuk menjaga imunitas tubuh. Warga diminta minum air minimal dua liter sehari serta rutin berolahraga.

Istirahat yang cukup juga menjadi kunci vital agar kondisi fisik tetap prima. Jangan sampai lengah menyentuh area wajah dengan tangan kotor.

Namun, ada tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai jika kondisi memburuk. Gejala pneumonia berat tidak boleh dianggap remeh oleh siapa pun.

Warga harus segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas. Saturasi oksigen yang rendah juga menjadi indikator kritis.

"Segera ke fasilitas kesehatan jika keluhan berlanjut dan waspadai tanda-tanda pneumonia dan pneumonia berat seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, saturasi oksigen kurang dari 92 persen," tegas Ani Ruspitawati.

2 dari 3 halaman

Peta Sebaran dan Tren Kasus

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memantau pergerakan virus ini lewat sistem surveilans ketat. Subclade K terdeteksi masuk radar sejak Agustus 2025 lalu.

Hingga kini, tercatat ada 62 kasus Influenza A (H3N2) subclade K di delapan provinsi. Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat menjadi wilayah dengan kasus terbanyak.

Meski demikian, situasi secara nasional diklaim masih dalam kendali otoritas kesehatan. Tingkat keparahan virus ini belum menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan.

"Kementerian Kesehatan menegaskan situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan," ujar Ani.

3 dari 3 halaman

Grafik Menurun di Jakarta

Kabar baik datang dari tren kasus di wilayah DKI Jakarta. Grafik penyebaran Influenza A dilaporkan terus melandai pasca puncak kasus.

Dinkes DKI mencatat penurunan signifikan sejak Oktober 2025 lalu. Hal serupa juga terjadi pada kasus ISPA dan pneumonia secara umum.

Data menunjukkan kasus penyakit mirip influenza (ILI) sempat melonjak 74 persen pada Agustus 2025. Namun, kurva tersebut kini mulai menunjukkan tren penurunan yang konsisten.

"Demikian juga untuk kasus ISPA dan pneumonia secara umum berdasarkan data yang ada di Dinkes terus turun sejak puncak kasus yang terjadi pada bulan Oktober (2025)," tutup Ani dikutip dari Antara.