
Bola.net - Peraih medali emas bagi indonesia dari cabang olahraga kempo pada SEA Games 2011, Arif Rahman Nasir harus terima diskorsing dengan larangan bertanding selama dua tahun.
Pasalnya, Arif terbukti menggunakan doping ketika tampil. Selain itu, emas yang direbut Arif juga dikembalikan kepada Federasi SEA Games. Buntutnya, jumlah emas Indonesia harus berkurang satu, dari 182 menjadi 181.
Hukuman bagi atlet yang berlaga di nomor Kyu Kensi tersebut, diputuskan pada pertemuan SEA Games Council Meeting yang berlangsung di Myanmar pada 13-15 Juli lalu.
Selain Arif, dua atlet Malaysia juga bernasib sama. Keduanya adalah M. Yunus Lasaleh, peraih emas yang turun di cabang atletik nomor 4x400 meter dan Firdaus Abdul Razak yang menyabet perunggu dari cabang angkat besi.
Komisi Sports and Law Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Haryo Yuniarto menyatakan, kasus tersebut sebenarnya sudah terindikasi sejak lama. Namun pihaknya harus melaporkan hasil secara keseluruhan dalam SEA Games Council Meeting. "Karena itu, baru bisa diumumkan baru-baru ini,” kata Haryo.
Dikatakannya lagi, doping yang digunakan atlet tersebut adalah anabolic steroid metandionone. Zat terlarang tersebut dapat mengencangkan otot. Namun sebenarnya obat tersebut sangat berbahaya karena dapat merusak jantung. (esa/kny)
Pasalnya, Arif terbukti menggunakan doping ketika tampil. Selain itu, emas yang direbut Arif juga dikembalikan kepada Federasi SEA Games. Buntutnya, jumlah emas Indonesia harus berkurang satu, dari 182 menjadi 181.
Hukuman bagi atlet yang berlaga di nomor Kyu Kensi tersebut, diputuskan pada pertemuan SEA Games Council Meeting yang berlangsung di Myanmar pada 13-15 Juli lalu.
Selain Arif, dua atlet Malaysia juga bernasib sama. Keduanya adalah M. Yunus Lasaleh, peraih emas yang turun di cabang atletik nomor 4x400 meter dan Firdaus Abdul Razak yang menyabet perunggu dari cabang angkat besi.
Komisi Sports and Law Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Haryo Yuniarto menyatakan, kasus tersebut sebenarnya sudah terindikasi sejak lama. Namun pihaknya harus melaporkan hasil secara keseluruhan dalam SEA Games Council Meeting. "Karena itu, baru bisa diumumkan baru-baru ini,” kata Haryo.
Dikatakannya lagi, doping yang digunakan atlet tersebut adalah anabolic steroid metandionone. Zat terlarang tersebut dapat mengencangkan otot. Namun sebenarnya obat tersebut sangat berbahaya karena dapat merusak jantung. (esa/kny)
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 13 November 2019 09:44Timnas Indonesia U-23 Hadapi Iran dengan Pemain Pelapis?
-
Olahraga Lain-Lain 9 Januari 2014 19:00KONI Minta PB Kerja Keras Jalankan Strategi Pembinaan
-
Tim Nasional 22 Desember 2013 01:11Bayu Gatra Akui Timnas U-23 Tidak Punya Keberuntungan
-
Tim Nasional 22 Desember 2013 00:35Meski Gagal Sabet Emas, Djohar Salut Perjuangan Garuda Muda
LATEST UPDATE
-
Otomotif 7 Juni 2026 20:03Klasemen Pembalap MotoGP 2026
-
Otomotif 7 Juni 2026 20:03Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 7 Juni 2026 19:39Orang Tua Siswi Sekolah Rakyat Menangis di Hadapan Prabowo
-
Liputan6 7 Juni 2026 17:00Cita-Cita Siswa Sekolah Rakyat Ingin jadi Menteri Pendidikan
-
Liputan6 7 Juni 2026 15:22Prabowo Beri Arahan Khusus ke Seskab Teddy soal Sekolah Rakyat
-
Liputan6 7 Juni 2026 15:00Prabowo: Banyak Orang Berhasil Berasal dari Keluarga Miskin
MOST VIEWED
Indonesia Jadi Tuan Rumah 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026, Bali Siap Sambut Ratusan Atlet Asia
Saksikan NEX Road to Champion Vol. 3 Live Streaming Hanya di Vidio
Rekor Nasional Tercipta di Indonesia Short Course Emerging Series 2026
Indonesia Short Course Emerging Series 2026 Resmi Bergulir, Perkuat Regenerasi Atlet Renang Nasional
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7997408/original/031230300_1780835969-IMG-20260607-WA0121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7995288/original/048154000_1780833479-IMG-20260607-WA0119.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7988291/original/010365700_1780826023-Siswa_Prabowo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7980310/original/037480300_1780817497-Prabowo_Pidato_Tabanan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7969192/original/061629100_1780806063-Prabowo_Sekolah_Bali.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7980275/original/000029900_1780817477-Prabowo_Tabanan.jpeg)
