FOLLOW US:


Kemenpora Sambut Positif Niat Halmahera Selatan Rutin Gelar Gala Desa

25-09-2017 23:08
Kemenpora Sambut Positif Niat Halmahera Selatan Rutin Gelar Gala Desa
Sekretaris Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Imam Gunawan. © Fitri Apriani

Bola.net -
Pihak Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyambut positif niatan Halmahera Selatan untuk rutin menggelar turnamen Gala Desa. Sebab, niatan tersebut selaras dengan niatan pemerintah.
 
Kemenpora terus melebarkan sayapnya dalam menggelar kejuaraan Gala Desa 2017. Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, kemudian ditunjuk untuk menggelar turnamen Gala Desa yang ke-58.
 
Kejuaraan yang dibuka di Lapangan Sepakbola Desa Tembal, Kecamatan Bacon Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (25/9/2017) itu ternyata mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa dari masyarakat setempat. Dari situ, akhirnya tercetus niat dari Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba, untuk bisa menggelar Gala Desa secara rutin setiap tahun.
 
"Ini kan namanya Gala Desa. Gala Desa itu artinya menjadikan desa sebagai basis pengembangan prestasi dan ini adalah kegiatan utama. Kegiatan utama itu dilakukan oleh pemerintah pusat, maka kegiatan runtutan atau turunannya mesti ditangkap oleh pemerintah daerah baik kota maupun kabupaten," ujar Sekretaris Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Imam Gunawan.
 
Menurut Imam, Halamahera Selatan memang tampak serius untuk menyelenggarakan kejuaraan Gala Desa, apalagi pihak pemerintah setempat telah mengalokasikan dana khusus. Jadi, keputusan Kemenpora untuk menggelar Gala Desa di daerah tersebut sudah sangat tepat.
 
"Saya melihat bahwa kabupaten Halmahera Selatan bahkan sudah menyiapkan APBD untuk tahun 2018. Artinya bahwa kegiatan terusan dari Gala Desa di Halmahera Selatan akan terjaga konsistensinya," ucapnya.
 
"Sehingga cukup bagus Kemenpora menempatkan Halmahera Selatan karena antusiasme daerahnya cukup tinggi, dan masyarakatnya cukup tinggi. Jadi ini bagaikan botol ketemu tutup, ngeklop semangat pemerintah pusat ingin menggerakkan, dan desa juga ingin bergerak," tambahnya.
 
Akan tetapi, keinginan itu juga masih memiliki sedikit kendala. Kendalanya adalah minimnya fasilitas-fasilitas penunjang olahraga di daerah tersebut.
 
"PR-nya adalah bagaimana melengkapi sarana-sarana olahraga yang ikut terlibat. Nah itu memang kendala kita sama-sama. Daerah terbatas, pusat juga terbatas," tutup Imam. (Fit/dim)