
Bola.net - Kontingen Kota Malang batal mengawinkan emas cabang olahraga (cabor) Balap Sepeda nomor Individual Time Trial (ITT), dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IV/2013. Hal ini setelah panitia penyelenggara membatalkan medali emas yang diraih pebalap Kota Malang atas nama Chasanudin.
Pembatalan terjadi lantaran ada kesalahan penghitungan waktu finish oleh panitia. "Di nomor ITT ada protes dari kontingen Mojokerto. Kemudian diralat dan ada perubahan posisi juara," kata Chief Commisaris, Mahmud Yunus, Minggu (23/6) sore.
Kronologi kejadiannya, proses start balap sepeda nomor ITT di Jalan Raya Dungus Madiun terganggu dengan padatnya arus lalu lintas. Dampaknya, ada beberapa pebalap yang sudah melakukan start, namun ada yang beberapa dihentikan sementara karena menunggu jalan disterilkan.
Dengan penghentian sementara ini, ada jarak antara pebalap rombongan pertama yang sudah start dengan rombongan di belakang sekitar 10 menit. Perbedaan inilah yang kurang mendapat perhatian dari penyelenggara lomba dalam menentukan waktu finis. "Seharusnya yang berangkat kedua dihitung mulai nol lagi. Tapi tadi di lapangan waktunya ikut yang start pertama," paparnya.
Semula, Chasanudin finish tercepat dengan catatan waktu 25 menit 9,098 detik. Kemudian disusul Putro Prasetyo Kayat (Kota Batu) dengan waktu 25 menit 16, 533 detik, dan diposisi ketiga ada Moch Farid Ashari (Kota Blitar) dengan catatan waktu 25 menit 20,571 detik.
Namun setelah adanya revisi, perubahan posisi pun akhirnya terjadi. Pebalap Kota Mojokerto, Willian Dwi Iswahyudi yang start diposisi kedua keluar sebagai juara dengan catatan waktu 24 menit 58,914 detik. Kemudian Chasanudin tergusur di posisi kedua dengan catatan waktu baru 25 menit 9,094 detik. Begitu pula dengan Putro Prasetyo Kayat turun di posisi ketiga dengan catatan waktu baru 25 menit 16,533 detik. Selanjutnya, Moch Farid Ashari terlempar dari posisi tiga besar.
Perubahan hasil ini pun menuai protes, khususnya dari kontingen Kota Malang. Pihak Kota Malang merasa dirugikan dan tidak akan melepas begitu saja emas yang sudah didapat. "Kami minta penjelasan disampaikan tertulis. Nanti kami pelajari, dan tidak mudah melepas emas," tandas perwakilan kontingen Kota Malang, Suwono.
Andai emas Chasanuddin tidak diralat, maka Malang bisa saja mengawinkan gelar mereka di nomor ini. Sebab, di nomor ITT putri pebalap putri Malang, Cris Merita Dwiputri menjadi jawara dengan catatan waktu 20 menit 13,304 detik. Posisi kedua diisi pebalap Kabupaten Malang dengan waktu 21 menit 3,576 detik. Selanjutnya medali perunggu diraih pebalap Kota Surabaya, Mahgrifarika dengan waktu 21 menit 8,868 detik. (fjr/dzi)
Pembatalan terjadi lantaran ada kesalahan penghitungan waktu finish oleh panitia. "Di nomor ITT ada protes dari kontingen Mojokerto. Kemudian diralat dan ada perubahan posisi juara," kata Chief Commisaris, Mahmud Yunus, Minggu (23/6) sore.
Kronologi kejadiannya, proses start balap sepeda nomor ITT di Jalan Raya Dungus Madiun terganggu dengan padatnya arus lalu lintas. Dampaknya, ada beberapa pebalap yang sudah melakukan start, namun ada yang beberapa dihentikan sementara karena menunggu jalan disterilkan.
Dengan penghentian sementara ini, ada jarak antara pebalap rombongan pertama yang sudah start dengan rombongan di belakang sekitar 10 menit. Perbedaan inilah yang kurang mendapat perhatian dari penyelenggara lomba dalam menentukan waktu finis. "Seharusnya yang berangkat kedua dihitung mulai nol lagi. Tapi tadi di lapangan waktunya ikut yang start pertama," paparnya.
Semula, Chasanudin finish tercepat dengan catatan waktu 25 menit 9,098 detik. Kemudian disusul Putro Prasetyo Kayat (Kota Batu) dengan waktu 25 menit 16, 533 detik, dan diposisi ketiga ada Moch Farid Ashari (Kota Blitar) dengan catatan waktu 25 menit 20,571 detik.
Namun setelah adanya revisi, perubahan posisi pun akhirnya terjadi. Pebalap Kota Mojokerto, Willian Dwi Iswahyudi yang start diposisi kedua keluar sebagai juara dengan catatan waktu 24 menit 58,914 detik. Kemudian Chasanudin tergusur di posisi kedua dengan catatan waktu baru 25 menit 9,094 detik. Begitu pula dengan Putro Prasetyo Kayat turun di posisi ketiga dengan catatan waktu baru 25 menit 16,533 detik. Selanjutnya, Moch Farid Ashari terlempar dari posisi tiga besar.
Perubahan hasil ini pun menuai protes, khususnya dari kontingen Kota Malang. Pihak Kota Malang merasa dirugikan dan tidak akan melepas begitu saja emas yang sudah didapat. "Kami minta penjelasan disampaikan tertulis. Nanti kami pelajari, dan tidak mudah melepas emas," tandas perwakilan kontingen Kota Malang, Suwono.
Andai emas Chasanuddin tidak diralat, maka Malang bisa saja mengawinkan gelar mereka di nomor ini. Sebab, di nomor ITT putri pebalap putri Malang, Cris Merita Dwiputri menjadi jawara dengan catatan waktu 20 menit 13,304 detik. Posisi kedua diisi pebalap Kabupaten Malang dengan waktu 21 menit 3,576 detik. Selanjutnya medali perunggu diraih pebalap Kota Surabaya, Mahgrifarika dengan waktu 21 menit 8,868 detik. (fjr/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 29 Juni 2013 22:30Menang Adu Penalti, Kab Malang Sabet Emas Sepakbola Porprov
-
Bola Indonesia 28 Juni 2013 21:16Pemain Persema Gagal Antarkan Kota Malang ke Final Futsal
-
Basket 28 Juni 2013 19:30Basket Porprov IV Dikuasai Surabaya dan Madiun
-
Bola Indonesia 28 Juni 2013 00:16Malang dan Sidoarjo Berjumpa di Final Porprov IV
-
Olahraga Lain-Lain 27 Juni 2013 21:10Surabaya Sudah Dipastikan Juara Umum Porprov IV
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 29 Oktober 2026 10:23Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
-
Otomotif 29 Oktober 2026 10:18Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
BERITA LAINNYA
-
olahraga lain lain 12 Oktober 2026 15:45Joshua Putra Setiawan dan Roy Keane Rajai DNC Vol. 2 2026
SOROT
-
Liputan6 29 Oktober 2026 06:43Momen Prabowo Bacakan Ikrar Sumpah Pemuda Bareng Siswa SD
-
Liputan6 28 Oktober 2026 19:25Momen Menlu Singapura Temui Prabowo di Hambalang
-
Liputan6 28 Oktober 2026 18:31Mendagri Dorong Percepatan Pembentukan Satgas MBG di Daerah
-
Liputan6 28 Oktober 2026 17:09DPR Ajak Rawat Persatuan lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
-
Liputan6 28 Oktober 2026 16:34Mendagri Terbitkan SE, Pemda Diperkuat Awasi Program MBG
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9385158/original/034017200_1793243298-erick-surat-fifa-618d32.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385053/original/031401100_1793231031-Screenshot_2026-10-29_063401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384902/original/065831300_1793190238-Screenshot_20261028_184744_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384874/original/022200100_1793187052-568a86b5-36bf-4d30-8d84-6efe87dc9df2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384822/original/084645000_1793182193-514944ab-87ec-4840-a7dd-65d011621da7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384724/original/054388800_1793180074-dfb65872-4c61-4a2e-bc8c-7f949bc60ec9.jpg)
