Kisah Kashish Malik Menuju Asian Games 2026: Tekanan, Pengorbanan Ayah, dan Ambisi India di Taekwondo

Bola.net - Kashish Malik tidak mengukur persiapannya menuju Asian Games 2026 hanya dari berapa lama ia berlatih di atas matras. Atlet taekwondo India itu memahami bahwa kemenangan di level elite juga ditentukan oleh ketahanan mental karena akan membawa nama besar negaranya.
Medali perunggu Kejuaraan Taekwondo Asia di Ulaanbaatar awal tahun ini menjadi pijakan penting bagi Kashish. Kini, atlet berusia 26 tahun tersebut mengalihkan fokus ke Aichi dan Nagoya, tempat ia ingin membawa India bersaing dengan negara-negara kuat Asia.
Bagi Kashish, taekwondo bukan sekadar olahraga fisik yang mengandalkan kecepatan dan kekuatan. Pada level tertinggi, kesiapan teknik harus berjalan beriringan dengan stabilitas emosi, pola pikir, serta sistem pendukung yang mampu menjaga detail persiapan.
Namun, kepercayaan dirinya tidak lahir dari perjalanan yang mudah. Di balik ambisinya menghadapi tekanan Asian Games, ada sosok ayah yang berkali-kali gagal dalam usaha, tetapi tidak pernah berhenti mencoba.
Detail Kecil yang Menentukan Performa Kashish Malik
Kashish Malik, atlet taekwondo profesional asal India (c) Kashish Malik Instagram/@kashishmalik04
Kashish menyadari bahwa persiapan atlet taekwondo tidak berhenti ketika sesi latihan selesai. Setiap aspek di luar matras ikut menentukan kemampuan tubuh dan pikiran untuk tampil optimal saat pertandingan.
“Orang-orang mengira performa berasal dari hal-hal besar. Namun, sebenarnya detail-detail kecil yang membuat perbedaan. Di situlah pelatih dan staf pendukung menjadi sangat penting karena mereka memantau hal-hal yang mudah terlewatkan oleh atlet," kata Kashish Malik dikutip dari Time of India.
Dalam olahraga tarung berbasis kategori berat badan, kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap performa. Karena itu, siklus latihan, nutrisi, dan pemulihan harus dirancang secara cermat agar atlet mampu menjaga kondisi hingga hari pertandingan.
Kashish juga menempatkan ketahanan mental sebagai bagian utama dari persiapannya. Ia menilai pertarungan sesungguhnya sudah dimulai jauh sebelum seorang atlet melangkah ke matras.
“Taekwondo memang terlihat sebagai olahraga fisik, tetapi pada level ini semua orang sudah siap secara fisik. Yang membedakan atlet adalah ketahanan mental, pola pikir, stabilitas emosional, dan sistem pendukung di sekitar mereka. Itulah yang paling kami fokuskan,” ujarnya.
Perunggu Ulaanbaatar dan Keyakinan India Mampu Bersaing
Medali perunggu di Kejuaraan Taekwondo Asia di Ulaanbaatar menjadi pengingat bagi Kashish tentang ketatnya persaingan di benua tersebut. Pencapaian itu juga memperkuat keyakinannya bahwa India memiliki peluang untuk menantang negara-negara yang selama ini dikenal sebagai kekuatan utama taekwondo Asia.
Kashish melihat persaingan tersebut melalui peta kekuatan olahraga di tingkat dunia. Menurutnya, banyak negara Asia memiliki atlet yang mampu bersaing di level tertinggi.
“Jika melihat peringkat dunia, begitu banyak negara papan atas berasal dari Asia. Jepang, China, Iran, Mongolia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Korea Selatan. Setiap negara memiliki penantang kelas dunia. Begitulah kompetitifnya benua kami,” katanya.
Taekwondo sendiri berasal dari Korea Selatan, sementara negara-negara seperti Jepang, China, Iran, dan Korea Selatan menjadi bagian dari lanskap persaingan elite yang disoroti Kashish. Bagi atlet India itu, dominasi tersebut bukan alasan untuk menghindar, melainkan tantangan yang harus dihadapi.
Alih-alih menganggap persaingan sebagai hambatan, Kashish melihat Asian Games 2026 sebagai kesempatan untuk menunjukkan perkembangan India. Ia ingin membawa keyakinan bahwa negaranya mampu bersaing lebih jauh, bukan hanya menjadi peserta.
“Ini adalah waktunya India. Bukan hanya dalam taekwondo, tetapi di seluruh cabang olahraga. Saya selalu mengatakan bahwa ini adalah era India untuk bersaing dan mendominasi secara global," ucap atlet berusia 26 tahun.
Sang Ayah, Sumber Inspirasi di Balik Ambisi Asian Games
Kashish Malik, atlet taekwondo profesional asal India (c) Kashish Malik Instagram/@kashishmalik04
Di balik persiapan yang terukur dan ambisi besar tersebut, Kashish menyimpan alasan personal yang membentuk cara pandangnya terhadap kesuksesan. Ketika ditanya tentang sosok yang menginspirasinya menekuni taekwondo, ia justru menyebut ayahnya.
Ayah Kashish menjalani berbagai pekerjaan dan usaha, tetapi tidak semuanya berjalan sesuai harapan. Perjalanan itu menjadi pelajaran bagi sang anak tentang keberanian mencoba kembali setelah mengalami kegagalan.
“Ayah saya adalah kegagalan paling sukses dalam hidup saya,” kata perempuan kelahiran Delhi tersebut.
"Dia mencoba segala hal. Dia pernah bekerja sebagai tenaga penjualan, membuka toko, menjadi pemasok, memulai bisnis, dan banyak hal tidak berhasil. Kami berasal dari keluarga kelas menengah bawah, dan saya tumbuh dengan melihatnya tidak pernah berhenti mencoba," sambungnya.
Pengalaman tersebut membentuk keyakinan Kashish bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan. Ia bahkan memilih taekwondo karena olahraga itu belum didominasi India, sehingga menawarkan tantangan yang ingin dihadapinya.
“Saya memilih olahraga yang belum didominasi India karena menginginkan tantangan itu. Saya senang menghadapi tekanan. Saya percaya tekanan adalah sebuah keistimewaan. Setiap orang mendefinisikan kesuksesan secara berbeda, tetapi saya melihat setiap kesempatan dengan optimisme," kata Kashish Malik.
Sumber: Times of India
Baca Ini Juga
- Melihat Wajah Futuristik Jepang di Oasis 21
- Lagi Nonton Asian Games 2026, Jangan Lupa Kunjungi Salah Satu Kastil Tertua di Jepang!
- Hitsumabushi, Kuliner Khas Nagoya yang Wajib Dicoba Saat Asian Games 2026
- Pembagian Grup Voli Asian Games 2026: Tim Putra Indonesia Satu Pool dengan Iran, Jepang Jadi Ancaman Sektor Putri
- Menuju Asian Games 2026: PBVSI Panggil 12 Pemain untuk Pelatnas Timnas Voli Putri Indonesia
Advertisement
Berita Terkait
-
Voli 16 September 2026 13:49Jadwal Lengkap Timnas Voli Putra dan Putri Indonesia di Asian Games 2026
-
Tim Nasional 16 September 2026 13:23Mengapa Timnas Sepak Bola Indonesia Tidak Tampil di Asian Games 2026? Ini Penyebabnya
-
Olahraga Lain-Lain 16 September 2026 13:1135 Cabor yang Diikuti Indonesia di Asian Games 2026: Sepak Bola Absen
LATEST UPDATE
-
Voli 16 September 2026 13:49Jadwal Lengkap Timnas Voli Putra dan Putri Indonesia di Asian Games 2026
-
Tim Nasional 16 September 2026 13:23Mengapa Timnas Sepak Bola Indonesia Tidak Tampil di Asian Games 2026? Ini Penyebabnya
-
Liga Eropa UEFA 16 September 2026 13:17Prediksi Real Sociedad vs Bournemouth 18 September 2026
-
Olahraga Lain-Lain 16 September 2026 13:1135 Cabor yang Diikuti Indonesia di Asian Games 2026: Sepak Bola Absen
-
Liga Italia 16 September 2026 13:02Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
BERITA LAINNYA
-
olahraga lain lain 16 September 2026 13:1135 Cabor yang Diikuti Indonesia di Asian Games 2026: Sepak Bola Absen
-
olahraga lain lain 15 September 2026 15:27KONI Dukung PB ESI di Bawah Herindra, Bidik Prestasi Dunia dan Perkuat Game Lokal
SOROT
-
Liputan6 16 September 2026 14:14Isu Reshuffle Berembus Lagi, Begini Kata Bahlil
-
Liputan6 16 September 2026 14:00RUU Pemilu, Koalisi Prabowo Sepakat Ambang Batas Parlemen 5 Persen
-
Liputan6 16 September 2026 13:39Prabowo Jajal LRT Kelapa Gading-Manggarai, Didampingi Pramono
-
Liputan6 16 September 2026 13:21Tak Kapok, Mereka Pernah Hattrick dan Brace Kasus Korupsi
-
Liputan6 16 September 2026 10:38Ibu Korban Pelecehan Curhat Pelaku Belum Ditangkap, Ini Kata Polisi
-
Liputan6 16 September 2026 07:31Bursa Mineral ICOMEX Bakal Meluncur 17 September 2026, Beroperasi 2027
MOST VIEWED
Jakarta Barat Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Peraih Emas Dapat Bonus dari Bang Kent
KONI Dukung PB ESI di Bawah Herindra, Bidik Prestasi Dunia dan Perkuat Game Lokal
Kisah Kashish Malik Menuju Asian Games 2026: Tekanan, Pengorbanan Ayah, dan Ambisi India di Taekwondo
35 Cabor yang Diikuti Indonesia di Asian Games 2026: Sepak Bola Absen
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314374/original/059426500_1785744584-email-attachment_2026_08_03_ariefhakim-at-klyid_harga-pertamax-turun-ikut-harga-minyak-dunia-bahlil-pastikan-bbm-subsidi-tetap_1000396568.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7774570/original/060424200_1780586508-Menteri_Luar_Negeri_Sugiono.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349724/original/003218900_1789541899-WhatsApp_Image_2026-09-16_at_13.40.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1579802/original/057232000_1493379876-KPK-Tahan-Fahd-A-Rafiq3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826798/original/006051700_1426131169-1842092shutterstock-175158260780x390.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298013/original/020492000_1784114582-Ketua_Komisi_XI_DPR_Misbakhun-15_Juli_2026a.jpg)
