
Bola.net - Kasus pembajakan PPV Byon Combat Showbiz Vol. 5 bermula pada 29 Juni 2025. Sebuah akun TikTok dengan 518.800 pengikut menyiarkan secara ilegal tayangan berbayar yang resmi ditayangkan di Vidio dengan harga Rp49 ribu per akses.
Laporan awal muncul dari pengikut Instagram Yoshua Marcellos yang menemukan dugaan pelanggaran tersebut. Perkara kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 21 Agustus 2025 dan naik ke tahap penyidikan pada akhir November 2025.
Presiden Byon Combat, Yoshua Marcellos, menyebut langkah hukum itu diambil untuk menjaga industri yang tengah dibangun. Ia menegaskan kultur pay-per-view sudah dirintis sejak 2023.
"Saya ini coba bangun kultur pay-per-view dari 2023. Tapi yang jelas, saya coba bangun kultur ini dari orang tidak percaya apa yang bisa dilakukan oleh kultur ini," ujar Yoshua kepada wartawan di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
Industri PPV

Yoshua menjelaskan perkembangan model tersebut kini mulai meluas. Ia menyebut dampaknya tidak hanya terasa di Indonesia, tetapi juga merambah Malaysia hingga Asia Tenggara.
"Sampai akhirnya sekarang tersebar bukan cuma di Indonesia, efeknya di Malaysia, menuju Southeast Asia," katanya.
Menurut Yoshua, industri yang sedang berjalan tidak boleh dihentikan oleh praktik ilegal. Ia menilai toleransi terhadap pembajakan dapat merusak ekosistem yang sudah mulai tumbuh.
"Kalau ada toleransi sedikit pun ke pelaku-pelaku kayak Mas Bambang, mati industrinya," ucapnya.
Proses Hukum
Dalam proses hukum, akun tersebut diperiksa pada 9 Desember 2025 dan mengakui perbuatannya. Pada 30 Januari 2026, perkara diselesaikan melalui mekanisme restorative justice setelah adanya kesepakatan.
Yoshua mengungkapkan terdapat komitmen pembayaran ganti rugi maksimal Rp1 miliar dalam penyelesaian tersebut. Namun ia menegaskan keputusan menerima mekanisme itu merupakan hasil kesepakatan tim.
"Kalau saya, zero tolerance saya sama pembajakan," ungkapnya.
Ia memastikan ke depan tidak akan ada lagi ruang mediasi serupa. Yoshua menegaskan setiap pelanggaran akan diproses hingga tuntas tanpa pengecualian.
"Next time tidak akan ada mediasi diterima. Saya yakin usut sampai habis. Cuma satu lawannya pembajakan, zero tolerance," sambungnya.
Momentum Edukasi Publik
Yoshua juga menyoroti besarnya potensi jangkauan siaran ilegal dari akun dengan ratusan ribu pengikut. Ia menyebut dampaknya bisa merugikan banyak pihak di industri kombat.
"Saya tidak pandang bulu. Dan saya harap kalian siap kalau kalian mau bajak," tegasnya.
Sementara itu, SVP of Licensing & Sports Vidio, Dhini W. Prayogo, menyatakan kasus ini menjadi momentum edukasi publik. Ia menekankan pentingnya menonton melalui platform resmi yang memiliki hak siar.
"Mungkin ini adalah momen buat kita semua juga saling dibantu di edukasi ke masyarakat," ungkapnya.
Komitmen Vidio
Dhini menjelaskan Vidio bekerja sama dengan berbagai produser, studio, serta federasi olahraga dalam menghadirkan konten eksklusif. Karena itu, perlindungan hak siar menjadi bagian dari komitmen menjaga industri kreatif.
"Kalau kita menayangkan sesuatu itu eksklusif, tentunya kita ingin menjaga itu juga supaya konten-konten itu bisa disaksikan oleh penonton dengan cara yang legal," tutur Dhini.
Ia menambahkan pembajakan berdampak pada seluruh pemangku kepentingan, termasuk atlet dan pekerja industri. Vidio, menurut Dhini, akan terus mengambil langkah hukum apabila pelanggaran kembali terjadi.
"Dari Vidio kita terus berkomitmen untuk memberikan perlindungan bahwa konten yang kita tayangkan legal," imbuhnya.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 28 Mei 2026 01:30Lah? Manuel Ugarte Batal Cabut dari MU?
-
Liga Italia 28 Mei 2026 00:30Juventus Patah Hati? Liverpool Batal Lepas Alisson Becker?
-
Liga Inggris 27 Mei 2026 23:59Barcelona Inginkan Joao Pedro, Chelsea: Sorry, Gak Dulu!
-
Liga Inggris 27 Mei 2026 23:30Tottenham Ganggu MU dalam Perburuan Calon Suksesor Casemiro Ini
-
Piala Dunia 27 Mei 2026 23:29Piala Dunia 2026: Deretan Bintang Besar yang Gagal Masuk Skuad
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 28 Mei 2026 00:43Pelaku Pembunuhan Sadis dan Rudapaksa Bocah SD di Makassar Ditangkap
-
Liputan6 27 Mei 2026 21:30Tumpul di Liga Inggris, 3 Penyerang Ini Dapat Cap Terburuk
-
Liputan6 27 Mei 2026 20:58Modus Pengasuh Ponpes Lecehkan Santriwati di Pekalongan
HIGHLIGHT
5 Pemain Tertua yang Pernah Tampil di Piala Dunia
Manajer MU dengan Persentase Kemenangan Tertinggi:...
5 Duel El Clasico Paling Gila: Dari Hattrick Bocah...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/7119157/original/052790600_1779904005-penangkapan-pelaku.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7113915/original/020439600_1779898017-242be88f-b10a-4c92-a0fa-4efd562fffe1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7111178/original/081662600_1779894762-30756.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6472618/original/099755300_1779333757-biasa-saja-ajax-akan-kembalikan-sanogo-ke-arsenal-20151017205315.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7107734/original/064928100_1779890924-feedImage_2026_5_27_1779885943325-57ikqj.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7107931/original/044350600_1779891103-newsCover_2026_5_27_1779885956828-8qd04k.webp)
