Timnas Tenis Meja Putri TC di Tiongkok

Timnas Tenis Meja Putri TC di Tiongkok
Tenis meja putri menimba ilmu hingga ke negeri Cina (c) Antara
Bola.net - Tim nasional tenis meja putri Indonesia proyeksi SEA Games 2011 akhirnya punya kesempatan untuk merasakan pemusatan latihan/training center (TC) di luar negeri. Minggu (9/10), Silir Rovani dan kawan-kawan bertolak ke Tiongkok. Rencananya, mereka akan berlatih selama sebulan di Negeri Panda tersebut.

Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) sendiri mengirimkan tiga atletnya untuk TC, yaitu Silir, Christine Ferliana serta Fauziah Yulianti. Rencananya, PB PTMSI hendak memberangkatkan empat atlet. Namun satu atlet tambahan belum ditentukan.

“Setelah dari Tiongkok, kami akan langsung bertanding di SEA Games. Pulangnya ke Indonesia memang sangat mepet dengan pelaksanaan SEA Games,” terang Silir sebelum bertolak ke Tiongkok kepada Bola.net, Minggu siang.

Christine dan Yulianti berhasil masuk ke Pelatnas karena dianggap masih memiliki kemampuan mumpuni. Selain itu, keduanya dianggap cocok untuk diterjunkan di sektor ganda putri. Sementara, Silir selama ini masih disebut sebagai petenis meja putri terbaik Indonesia.

Agenda TC itu tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Silir dan kawan-kawan. Pasalnya, ini adalah agenda luar negeri pertama yang dijalani Silir dan kawan-kawan sebelum SEA Games 2011. Mereka pun ibarat menyusul timnas putra yang sudah terlebih dahulu berlatih di negara dengan penduduk terbanyak di dunia tersebut.  Sektor putra memang seolah menjadi anak emas PB PTMSI.

Tim yang terdiri atas Ficky Supit, Gilang Maulana, Doni Prasetya serta Agus Freddy tersebut sudah berlatih di Tiongkok sejak beberapa bulan lalu. Nah, saat timnas putra berada di Tiongkok, kondisi pelatnas sektor putri malah terkesan amburadul. Berbagai persoalan mengemuka. Salah satunya ialah tudingan bahwa PB PTMSI tidak fair dalam menentukan skuad. Hal itu sempat menimbulkan kekecewaan tersendiri bagi para atlet.

Peluang timnas putri untuk merebut medali emas memang terlihat lebih kecil. Singapura dianggap bakal merajalela setelah menaturalisasi pemain asal Tiongkok. Meski begitu, Silir dan kawan-kawan tak ingin begitu saja menyerah dengan keadaan.

“Kami akan berusaha sekuat tenaga. Agenda di Tiongkok harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kami rencananya akan berlatih di tujuh kota di sana. Jadi kami harus berpindah-pindah,” tambah Silir. (esa/mac)

Berita Terkait