FOLLOW US:

Deretan Selebrasi Unik Para Rider MotoGP Saat Kunci Gelar Dunia

Senin, 07-10-2019 13:20

 | Anindhya Danartikanya

Deretan Selebrasi Unik Para Rider MotoGP Saat Kunci Gelar Dunia
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez © MotoGP

Para pebalap MotoGP dikenal suka melakukan selebrasi-selebrasi unik ketika berhasil memenangi balapan. Selama ini, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang diketahui punya ide-ide yang sangat mencolok dan tak terlupakan.

Marc Marquez tak terlalu sering melakukan selebrasi nyeleneh ketika memenangi balapan, namun selalu punya perayaan unik ketika mengunci gelar dunia, seperti yang ia lakukan di Buriram, Thailand, pada Munggu (6/10/2019), ketika ia main biliard.

Sebelumnya, ada banyak selebrasi-selebrasi unik yang pernah terjadi di MotoGP. Seberapa uniknya sih? Simak yang berikut ini ya Bolaneters!

1 dari 9

Rossi: Main Biola - MotoGP Inggris 2005

Rossi: Main Biola - MotoGP Inggris 2005

Valentino Rossi dikenal sangat mencintai Sirkuit Donington Park, Inggris, dan dalam gelaran MotoGP 2005, trek itu pun diguyur hujan. Meski begitu, hal ini tak menghalangi Rossi untuk meraih kemenangan meski sempat melakukan start dengan buruk.

Usai melewati garis finis, The Doctor langsung melakukan selebrasi yang akan selalu dikenang para pencinta MotoGP. Dia berdiri di motornya dan berpose seperti seseorang yang sedang bermain biola!

“Saya pikir (kemenangan) ini seperti simponi biola, sangat sempurna. Jadi, saya memutuskan akan melakukan selebrasi seperti ini (pose bermain biola) jika saya menang,” ujar Rossi usai finis.

2 dari 9

Lorenzo: Ceburkan Diri ke Danau - MotoGP Jerez 2010

Lorenzo: Ceburkan Diri ke Danau - MotoGP Jerez 2010

Jorge Lorenzo juga dikenal suka melakukan berbagai selebrasi unik, setidaknya dulu saat masih sering menang di Yamaha. Salah satu selebrasi nyelenehnya adalah aksi menceburkan diri ke danau. Aksi itu dilakukannya setelah memenangi MotoGP Jerez, Spanyol, 2010.

Pada 2016, Lorenzo menang lagi di sirkuit tersebut usai bertarung dengan Marquez dan Rossi. Ia sempat melakukan selebrasi dengan berlari ke arah danau yang sama, namun setibanya di tepi danau, ia berubah pikiran berlari kembali ke motornya karena tak mau lagi kesulitan berenang.

3 dari 9

Marquez: Meniru Pogba - MotoGP Austin 2018

Marquez: Meniru Pogba - MotoGP Austin 2018

Marquez sukses meraih kemenangan di Austin, Texas, pada 2018. Marquez menumpahkan emosinya dengan melakukan selebrasi serupa dengan bintang Manchester United, Paul Pogba.

Ketika menyentuh garish finish, Marquez langsung berdiri di atas motor dan meletakkan kedua tangan di sisi-sisi helmnya. Situasi itu disinyalir sebagai isyarat seolah tengah mendengarkan kebisingan dari penonton.

"Itu cukup berisik, tetapi lucu," kata Marquez. Marc Marquez bukanlah satu-satunya olahragawan yang melakukan selebrasi tersebut. Sebelumnya, Pogba melakukan hal serupa ketika mencetak gol ke gawang Manchester City, 7 April 2018.

4 dari 9

Lorenzo: Seperti Astronot - MotoGP Laguna Seca 2010

Lorenzo: Seperti Astronot - MotoGP Laguna Seca 2010

Lorenzo lagi-lagi melakukan selebrasi unik usai memenangi balapan MotoGP Laguna Seca, Amerika Serikat pada 2010. Lorenzo menggunakan seragam dan helm astronot di Tikungan Corkscrew setelah finis.

Dia melangkah pelan-pelan seperti berjalan di luar angkasa yang hampa udara. Setelah itu, Lorenzo menancapkan bendera bertuliskan Lorenzo's Land di gravel. Gerakan itu meniru gaya Neil Amstrong yang menancapkan bendera di bulan.

5 dari 9

Rossi: Bonceng Maskot Ayam - GP250 Catalunya 1998

Rossi: Bonceng Maskot Ayam - GP250 Catalunya 1998

Selebrasi mengesankan kembali disuguhkan Rossi saat memenangi GP250 Catalunya, Spanyol, pada 1998. Setelah menang, pebalap Italia itu berselebrasi dengan memboncengkan maskot ayam yang bernama 'Polleria Osvaldo'.

Rossi yang saat itu memperkuat tim Aprilia mengatakan selebrasi unik itu sengaja dilakukannya atas permintaan sponsor yang bergerak di bidang industri pertanian, bernama Osvaldo. Ternyata, setelah diselidiki apa yang dikatakan Rossi tidak nyata. Osvaldo hanyalah perusahaan rekaan pria kelahiran Urbino, Italia tersebut.

6 dari 9

Rossi: Bergaya Bak Narapidana - MotoGP Ceko 2003

Rossi: Bergaya Bak Narapidana - MotoGP Ceko 2003

Media Italia selalu menjadikan Rossi sebagai pusat perhatian. Saat The Doctor tampil gemilang, media memujinya seolah 'lebih termasyur daripada Paus'. Tapi kala Rossi terseok-seok, Rossi dituding telah kehilangan minat dan hati terhadap balapan.

Pada balapan di Brno musim 2003, Rossi membuat pernyataan tentang sikap media itu melalui selebrasi unik. Dia berselebrasi dengan beraksi layaknya seorang narapidana. Rossi mengibaratkan dirinya seperti tahanan, yang terpenjara oleh harapan tinggi media yang menuntutnya selalu memenangi setiap seri MotoGP.

7 dari 9

Marquez: Main Dingdong - MotoGP Jepang 2018

Marquez: Main Dingdong - MotoGP Jepang 2018

Marc Marquez meraih gelar juara dunia MotoGP di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang. Saat itu, MotoGP 2018 masih menyisakan tiga seri. Itu merupakan gelar juara dunia ketujuh bagi Marquez di berbagai kelas.

Marquez merayakan prestasinya tersebut dengan bermain arcade dingdong. Saat itu, dia menggambarkan dirinya merampungkan level ketujuh, yang merujuk pada gelar juara dunia yang diraihnya.

8 dari 9

Lorenzo: Nonton Bioskop - MotoGP Prancis 2010

Lorenzo: Nonton Bioskop - MotoGP Prancis 2010

Jorge Lorenzo seolah tak pernah kehabisan ide dalam urusan berselebrasi. Dia pernah berselebrasi dengaan berpose layaknya sedang menonton film di bioskop di Sirkuit Le Mans. Dia duduk di sebuah kursi kuning, sembari memegang popcorn dan segelas soda, serta menonton layar besar di diletakkan di pinggir lintasan.

9 dari 9

Rossi: Bonceng Malaikat Pelindung - GP250 Brasil 1999

Rossi: Bonceng Malaikat Pelindung - GP250 Brasil 1999

Karier Rossi di ajang Grand Prix menunjukkan pola yang aneh dan unik. Pola tersebut terbukti pada musim 1999. Setelah hanya menjadi runner-up pada musim 1998 di kelas 250cc, The Doctor berhasil menjadi juara dunia di kelas yang sama setahun berselang. Rossi seolah selalu didampingi seorang malaikat pelindung.

Pada GP Rio de Janeiro pada 1999, Rio merasa perlu berterima kasih kepada malaikat pelindungnya. Setelah memastikan gelar juara dunia, dia melakukan selebrasi dengan memboncengkan seorang 'malaikat pelindung' menuju parc ferme.

Disadur dari: Bolacom/Penulis: Yus Mei Sawitri/Editor: Yus Mei Sawitri/Dipublikasi: 7 Oktober 2019