FOLLOW US:

Kobe Bryant, Tifoso Sejati AC Milan Sejak Kecil

Senin, 27-01-2020 22:59

 | Dimas Ardi Prasetya

Kobe Bryant, Tifoso Sejati AC Milan Sejak Kecil
Sebuah tribute untuk Kobe Bryant ditampilkan di layar sebelum dimulainya pertandingan basket NBA antara Orlando Magic dan Los Angeles Clippers di Orlando, Florida, Minggu, 26 Januari 2020. © AP Photo

Kobe Bryant adalah tifoso AC Milan sejak kecil dan ia mengidolakan legenda Rossoneri seperti Marco van Basten dan Paolo Maldini.

Kobe Bryant adalah legenda bola basket Amerika Serikat. Ia mencatatkan sejarah bersama dengan klub LA Lakers dan dicintai oleh penggemar basket di seluruh dunia.

Namun Kobe tak hanya akrab dengan dunia basket saja. Ia sangat paham dengan dunia sepak bola. Hal ini tak mengherankan karena ketika masih berusia enam tahun, ia sempat tinggal di Italia.

Kobe mengikuti ayahnya yakni Joe Bryant, yang pindah ke Italia setelah pensiun dari NBA. Joe sendiri saat itu memilih pindah ke Rieti untuk meneruskan bermain basket di level kompetisi yang lebih rendah.

Joe sempat memboyong keluarganya pindah setelah dua tahun bermukim di Rieti. Yang pertama di Reggio Calabria, Pistoia dan terakhir di Reggio Emilia.

Kobe kecil saat itu tak hanya mulai bermain basket. Akan tetapi ia juga belajar bermain sepak bola.

1 dari 2

Tifoso Milan

Dari pengalaman itulah, Kobe Bryant akhirnya menjadi penggemar AC Milan. Hal itu terungkap dari rekaman video wawancara tahun 2013 silam yang diunggah oleh akun Twitter Rossoneri pada Senin (27/01/2020).

"Saya sudah menjadi suporter AC Milan sejak saya masih anak-anak. Berada di sini (Milanello) adalah sebuah kehormata besar bagi saya," ucapnya dalam bahasa Italia yang lancar.

Kobe juga mengaku ia mengidolakan para legenda Rossoneri saat itu. Sebut saja Ruud Gullit, Marco Van Basten, hingga Paolo Maldini.

"Saat saya masih muda, menyaksikan Gullit, Van Basten dan Maldini adalah sebuah mimpi bagi saya. AC Milan selalu menjadi tim favorit saya."

"Tim ini memiliki tempat spesial di hati saya," sambung Kobe.

"Di Los Angeles, saya memiliki syal Milan dan jersey yang tergantung di loker saya dan saya melihatnya setiap hari," bebernya.

2 dari 2

Mengheningkan Cipta

Kini Kobe Bryant telah tiada. AC Milan pun begitu kehilangan salah satu suporter terbesarnya tersebut.

Untuk mengenang Kobe, Milan sempat mengunggah pernyataan di Twitter bahwa mereka akan menggelar seremoni mengheningkan cipta selama satu menit. Seremoni itu akan dihelat sebelum berduel melawan Torino di ajang Coppa Italia di San Siro. 

Akan tetapi, unggahan itu kemudian dihapus. Belum diketahui apakah nanti AC Milan akan benar-benar menggelar seremoni itu.

Kobe Bryant meninggal secara tragis dalam kecelakaan helikopter di Calabasas, California, Amerika Serikat, Minggu (26/01/2020) pagi waktu setempat. Di dalam helikopter itu juga terdapat putrinya yang masih berusia 13 tahun, Gianna Maria-Onore Bryant.

(ac milan)