FOLLOW US:

Melihat Egy Maulana Vikri sebagai 'Komoditas Dagang' yang Empuk

Selasa, 13-03-2018 15:29
Melihat Egy Maulana Vikri sebagai 'Komoditas Dagang' yang Empuk
Egy Maulana Vikri © Bola.com
Bola.net - Egy Maulana Vikri resmi datang ke Lechia Gdansk sebagai pemain profesional pada hari Minggu (11/3) lalu. Ia mendapat kontrak selama tiga tahun bersama klub Polandia tersebut. Kedatangan pemain 17 tahun dari Medan tersebut akan memberikan keuntungan besar untuk segi ekonomi klub bersangkutan dan juga untuk Indonesia.

Tak lama setelah kedatangan  Egy, Gdansk sudah mendapat keuntungan setidaknya terkait  pengenalan merek di Indonesia. Ya, tak lama setelah Egy bergabung dengan klub yang sedang berjuang dari degradasi di kompetisi Ekstraklasa tersebut, follower Instagram resmi klub tersebut meningkat drastis hingga 500 persen.

Angka peningkatan tersebut sangat sangat dramatis. Dan memang begitulah kekuatan pasar di Indonesia yang memiliki penduduk sekitar 261 juta jiwa.

Pada mulanya, mungkin tidak ada yang kenal klub bernama Lechia Gdansk itu. Sebab klub yang berdiri sejak 1945 tersebut terakhir kali menjadi klub juara di Piala Polandia pada tahun 1955 dan tak pernah menjadi juara di liga di mana posisi terbaiknya di peringkat tiga pada musim 1955/56. Terakhir kali tampi di kompetisi antara klub Eropa yaitu saat kalah dari Juventus di Cup Winner pada tahun 1983.

Bicara klub yang sama-sama dari Polandia, mungkin masyarakat Indonesia lebih familiar dengan Legia Warsaw. Pasalnya, klub tersebut merupakan klub besar di Polandia yang sering tampil di Liga Champions. Otomatis jika bicara popularitas berdasarkan jumlah pengikut media sosial, Marsaw adalah klub paling populer dan memiliki follower tertinggi.

Namun popularitas tersebut kemudian berbeda. Setelah Egy gabung dengan Lechia, akun Instagram Lechia mengungguli jumlah pengikut media sosial Instagram milik Warsaw. Ini fakta.

"Reaksi sangat gila dari Indonesia. Akun Instagram kami meningkat 500% dalam tiga hari. Kami memiliki 26.000 pendukung ( pada hari Jumat, 09/03) namun sekarang (sampai Senin 12/03) 137.000 dan terus meningkat," pengakuan dari Jakub Staszkiewicz yang menjabat sebagai bagian media di klub tersebut.

Perlu diketahui, ketika artikel ini ditulis jumlah follower Lechia di Instagram sudah mencapai 147 ribu sedangkan milik Warsaw  berada pada angka 137 ribu.



 


A post shared by Lechia Gdańsk (@lechia_gdansk) on


Jumlah pengikut Instagram Lechia dipercaya masih akan meningkat dalam beberapa hari ke depan. Apalagi pengikut Instagram Egy sendiri saja sudah mencapai 714 ribu.

Dan peningkatan jumlah penggemar Lechia di akun media sosial lainnya seperti di Facebook dan Twitter juga dipercaya akan mengalami peningkatan drastis.

Di era informasi seperti sekarang ini, jumlah fans media sosial bukan tak berarti apa-apa. Jumlah pengikut di media sosial tersebut bisa menjadi market bisnis. Dan keberadaan pengikut di media sosial Lechia Gdansk bisa menjadi target pasar yang empuk.

Mengetahui akan potensi pasar Egy Maulana Vikri, Lechia pun langsung menjual jersey pemain bersangkutan melalui laman resmi mereka. Jersey Egy dengan nomor punggung 10 dibanderol dengan harga 239,99 zt (mata uang Polandia). Jika dirupiahkan, angka tersebut menjadi sekitar 967.500 rupiah.

Angka tersebut sangat fantastis. Jika dibandingkan dengan harga jersey milik pemain yang pernah menjadi pemain termahal di dunia, Paul Pogba, harga jersey Egy jauh lebih mahal. Perlu diketahui bahwa jersey pemain Manchester United sudah bisa didapatkan dari toko resmi Manchester United dengan harga 564 ribu rupiah.

Itulah kenapa Egy pantas disebut sebagai komoditas dagang yang menarik oleh klub yang mengikatnya dengan kontrak.

Kedatangan Egy ini tentu saja diharapkan akan membantu segi finansial klub. Menurut catatan pada musim terakhir, Lechia sedang mengalami penurunan pendapatan jika dibandingkan dengan musim 2015/2016.  Penurunan tersebut sebanyak 4,5 persen.

Penurunan tersebut disinyalir karena pendapatan dari sponsor dan media yang menurun. Sementara itu, penjualan aset klub-- termasuk penjualan pemain-- menyumbangkan angka yang lebih bagus. Hal ini dinilai tidak bagus untuk aliran keuangan sebuah klub karena berarti nilai komersil perusahaan mengalami penurunan yang menjadi komponen murni untuk mendapatkan pemasukan.

Kehadiran Egy ini tentunya diharapkan bisa mendongkrak pendapatan dari segi penjualan jersey atau merchandise di Indonesia, mengingat Indonesia adalah pasar yang potensial untuk sepakbola.

Untuk memberikan fasilitas untuk warga Indonesia, Lechia pun sudah membuatkan website berbahasa Indonesia. Meski belum sempurna, paling tidak strategi ini diharapkan bisa membuat klub tersebut lebih mudah melebarkan sayap bisnisnya di Indonesia.



Bergabungnya Egy juga bisa menjadi keuntungan untuk pemerintah Indonesia dalam menarik mata dunia untuk memperbaiki sektor ekonomi, misalnya meningkatkan minat pada bidang pariwisata. Secara tidak langsung, Egy Maulana juga membawa nama Indonesia di pundaknya. Jika ia menjadi pemain yang menjadi perhatian dunia, maka Indonesia pun akan menjadi perhatian pula.



 (bola/shd)