FOLLOW US:

Menimbang Pertukaran Sanchez dan Mkhitaryan: Siapa Untung, Siapa Buntung

Jumat, 19-01-2018 14:30
Menimbang Pertukaran Sanchez dan Mkhitaryan: Siapa Untung, Siapa Buntung
Henrikh Mkhitaryan dan Alexis Sanchez © AFP

Bola.net - Transfer besar sekaligus menyita perhatian masyarakat pencinta sepakbola sepertinya akan terjadi pada bulan Januari ini. Pemain bintang Arsenal, Alexis Sanchez, akan gabung Manchester United sedangkan salah satu pemain MU, yaitu Henrikh Mkhitaryan, akan pindah ke Arsenal.

Kepindahan dua pemain tersebut tampaknya akan terjadi dalam waktu dekat. Pelatih Arsenal Arsene Wenger telah memberikan pemaparan bahwa proses pengesahan pertukaran antara dua pemain memang akan segera terjadi.

Terkait kepindahan masing-masing pemain ke klub baru merupakan semacam perjudian. Ia bisa saja sukses atau bisa jadi gagal sama sekali. Tapi untung rugi dalam kepindahan pemain secara kasat mata bisa diraba melalui beberapa faktor seperti nilai transfer pemain, statistik performa pemain, dan kebutuhan klub terhadap pemain yang akan datang tersebut.

Sebelum beranjak pada pembahasan pihak-pihak yang beruntung dan merugi di antara Arsenal dan Manchester United dalam kepindahan ini, akan lebih lengkap jika melihat sejarah masing-masing pemain sebelum gabung dengan dua klub tersebut.

Sanchez gabung dengan Arsenal dari Barcelona pada 2014 lalu dengan harga 42 juta euro. Ia gabung dengan klub Inggris tersebut semusim setelah menunjukkan performa terbaiknya di Barca, dimana pemain Chile tersebut mampu mengumpulkan 19 gol dan memberikan 12 assist dari 34 laga di La Liga. Pada musim yang sama, ia juga menyumbangkan dua gol dan tiga assist di kompetisi Copa del Rey.

Kemudian ketika membela Arsenal, pemain 29 tahun tersebut memang tak pernah menjadi juara liga. Dua gelar juara yang pernah ia rasakan adalah di dalam kompetisi FA Cup.

Kontrak Sanchez di Arsenal akan berakhir pada akhir musim ini. Namun sampai saat ini belum ada pembicaraan positif terkait kontrak baru bersama klub asal London tersebut.

Sementara itu Mkhitaryan gabung dengan Manchester United pada tahun 2016 lalu dari Borussia Dortmund seharga 42 juta euro—sama dengan harga kepindahan Sanchez ke Arsenal.

Pemain asal Armenia gabung dengan The Red Devils juga setelah membuktikan penampilan terbaiknya bersama klub asal Jerman tersebut. Pada musim 2015/16, Mkhitaryan mampu mencetak 11 gol sebagai gelandang dan memberikan 20 assist dari 31 penampilan di Bundesliga.

Penampilannya di DFP-Pokal juga tak kalah mentereng. Ia mampu mencetak lima gol dan memberikan dua assist hanya dalam enam pertandingan. Kemudian tampil di kompetisi Liga Europa, pemain 28 tahun tersebut mencetak dua gol dan memberikan enam assist dalam 11 pertandingan. Nah, melihat semua itu, bisa dibayangkan betapa besar peran Mkhitaryan pada tim ketika ia dalam kondisi terbaiknya.

Ketika di MU, memang Mkhitaryan belum bisa memberikan banyak kontribusi. Ia sering terlilit masalah cedera dan belum menjadi perhitungan pelatih dalam skuat utama. Namun demikian, ia juga bisa merasakan gelar Liga Europa dan Piala Liga di MU.

Jika ia terus bertahan di MU, ia masih punya harapan untuk memperbaiki penampilannya. Ia masih memiliki kontrak hingga 2020 mendatang. Tapi masalahnya, sekali lagi, ia tidak mendapat kepercayaan besar dari pelatihnya saat ini.

Manchester United, Ditinggal Mkhitaryan Dapat Sanchez

Tim yang berada di bawah asuhan Jose Mourinho ini memang sangat membutuhkan Alexis Sanchez. Jika ia datang, mantan pemain Udinese tersebut sudah bisa ditebak akan mengisi sayap sisi kiri dalam formasi andalan 4-2-3-1.

Untuk saat ini, posisi tersebut menjadi milik antara dua pemain muda MU yaitu Marcus Rashford dan Anthony Martial. Performa dua pemain tersebut memang tidak bisa dikatakan buruk, tapi jika dibandingkan dengan performa Sanchez tentu jauh berbeda.

Melihat statistik di Premier League yang tercatat hingga 18 Januari 2018, dalam hal memberikan umpan kunci, Sanchez tercatat melakukan sebanyak 47 kali. Sementara Martial 18 kali dan Rashford 14 kali. Kemudian soal menciptakan peluang, Sanchez mampu melakukan 50 kali sementara Martial 22 kali dan Rashford 19 kali.

Sanchez telah melakukan 69 kali tembakan sejauh ini, Martial 47 kali dan Rashford 31 kali. Untuk urusan memberikan assist, Sanchez mengumpulkan lima assist sementara Martial empat, dan Rashford tiga.

Sanchez kalah dalam jumlah gol dari dua perbandingan tersebut. Martial tercatat pemain yang paling tajam antara mereka. Pemain 22 tahun asal Prancis tersebut telah mengumpulkan delapan gol di Liga Inggris, Sanchez lima gol, dan Rashford empat gol.

Untuk mendatangkan pemain yang tinggal memiliki kontrak sekitar lima bulan di Arsenal tersebut, MU disebut harus membayar uang tunai senilai 30 juta pounds. Selain itu, mereka juga harus menyertakan Mkhitaryan yang harganya 42 juta euro pada tahun 2016—yang saat ini masih memiliki kontrak hingga 2020 mendatang.

Gaji yang harus dibayarkan MU untuk Sanchez juga dikabarkan sangat tinggi. Dalam kontrak selama empat setengah tahun, klub bermarkas di Old Trafford tersebut harus memberikan gaji senilai 118,3 juta pounds. Artinya, ia akan menerima gaji sebanyak 505 ribu pounds atau setara dengan 9,5 milyar rupiah hanya dalam satu pekan. Jumlah tersebut akan menjadi gaji tertinggi di antara pemain di Liga Inggris.

Selain itu, MU harus rela kehilangan Mkhitaryan. Tapi, kepergian pemain tersebut sepertinya tak akan banyak memberikan pengaruh pada performa MU secara keseluruhan. Seperti yang disebutkan di awal bahwa Mkhitaryan belum atau memang tidak mendapat kepercayaan tinggi dari Mourinho. Jika ia hengkang, masih ada Jesse Lingard yang siap menggantikannya sebagai gelandang serang.

Kesimpulannya, Manchester United akan mendapat keuntungan besar di atas lapangan ketika mendapatkan Sanchez. Namun aset yang mereka keluarkan juga sangat besar. Ia harus menggelontorkan dana segar 30 juta pounds untuk Arsenal serta menjadikan Mkhitaryan sebagai ‘mahar’. Mereka juga harus bersedia memberikan gaji yang sangat tinggi pada pemain 29 tahun tersebut.

Arsenal, Kehilangan Sanchez Dapat Mkhitaryan

Jika Alexis Sanchez pergi dari Arsenal, hal itu tentu akan menjadi kehilangan besar bagi klub yang belum pernah menjuarai Premier League sejak 2004 tersebut. Seperti yang diketahui, Sanchez adalah pemain terbaik dalam skuat The Gunners saat ini.

Musim lalu, Sanchez merupakan pemain terbaik Arsenal setelah mengumpulkan 30 gol dan memberikan assist sebanyak 19 dari 51 penampilan di semua kompetisi. Penghargaan yang sama juga pernah dia sabet pada musim 2014/2015. Ia merupakan tumpuan barisan serang Arsenal bersama Mesut Ozil.

Tapi masalahnya, Sanchez sendiri tampaknya sudah ogah bermain di Arsenal sehingga ia tak kunjung memperpanjang kontraknya di sana. Ia diduga ingin mengikuti jejak Robin van Persie yang lebih sukses ketika bermain dengan MU setelah pindah dari Arsenal.

Selama bermain di Arsenal, Sanchez paling sering diposisikan sebagai sayap kiri. Selain pada posisi tersebut, ia bisa ditempatkan di berbagai posisi seperti sebagai penyerang tunggal, gelandang serang dan bermain di sayap kanan.

Dan apabila ia pergi, pengganti yang pas memang Mkhitaryan. Pemain ini bisa memaksimalkan kedua kakinya dan menempati multi-posisi Sanchez, kecuali sebagai penyerang di dalam kotak penalti. Itulah yang membuat Arsenal bersedia melepas Sanchez dan menukarnya dengan Mkhitaryan, plus tambahan dana segar.

Di Manchester United, Mkhitaryan mendapatkan gaji senilai 150 ribu pounds per pekan. Untuk gabung dengan Arsenal, ia disebut ingin mendapatkan gaji lebih besar daripada sebelumnya: yaitu sekitar 200 ribu pounds atau sama dengan Sanchez ketika membela Arsenal.

Untuk mewujudkan transfer pertukaran ini harus lebih dulu memenuhi tuntutan berbagai pihak. Jika Arsenal bisa memenuhi tuntutan Mkhitaryan dan peluang bermain di tim utama lebih terjamin, maka transfer tersebut sepertinya benar-benar akan terwujud.

Kesimpulannya, kehilangan Sanchez memang sebuah kehilangan besar bagi Arsenal. Tapi mendapatkan Mkhitaryan juga bukan sesuatu yang buruk bagi mereka. Bahkan bisa menjadi keuntungan besar apabila pemain 28 tahun tersebut bisa mengulang performanya seperti pada musim 2015/2016 dengan kepercayaan besar dari Arsene Wenger.