Andrea Dovizioso: Pabrikan Eropa Kini Rajai MotoGP, Pabrikan Jepang Harus Berbenah

Anindhya Danartikanya | 11 Agustus 2022 15:14
Andrea Dovizioso: Pabrikan Eropa Kini Rajai MotoGP, Pabrikan Jepang Harus Berbenah
Pecco Bagnaia dan Fabio Quartararo (c) Ducati Corse

Bola.net - Jebloknya performa Honda, inkonsistensi Suzuki, dan Yamaha yang hanya mengandalkan Fabio Quartararo di MotoGP 2022, menunjukkan para pabrikan asal Jepang sedang mengalami krisis. Sebaliknya, para pabrikan Eropa seperti Ducati, Aprilia, dan KTM kini sedang tampil apik. Andrea Dovizioso, yang pernah membela pabrikan dari kedua kubu, tentu menyadari tren ini.

Dalam 13 seri pertama musim ini, pabrikan Eropa sukses meraih 9 kemenangan, sementara pabrikan Jepang baru meraih 3, dan semuanya berasal dari Yamaha saja. Namun, tren kebangkitan pabrikan Eropa seperti pada era 1950-1960an sejatinya sudah mulai terjadi enam tahun terakhir. Musim lalu, pabrikan Eropa bahkan menyamai 9 kemenangan yang diraih pabrikan Jepang.

Lewat Speedweek, Selasa (9/8/2022), Dovizioso menyebut departemen balap pabrikan Eropa yang kecil memudahkan kinerja yang efektif. "Saat ini, para pabrikan Eropa lebih kuat dari para pabrikan Jepang. Itu sudah jelas, dan ini tak terjadi baru-baru ini saja. Saya rasa dalam 5-6 tahun terakhir, perubahan sudah dimulai," ujarnya.

"Struktur para pabrikan Eropa sangatlah berbeda dari para pabrikan Jepang. Seberapa besar para pabrikan Eropa ngotot, seberapa besar risiko yang mereka ambil, sangat berbeda dari yang dari Jepang. Ini benar-benar mengubah MotoGP, tetapi ini tak baru terjadi tahun ini," lanjut tiga kali runner up MotoGP tersebut.

1 dari 3 halaman

Pondasi Jepang Lebih Baik, Struktur Tim Eropa Lebih Kecil dan Solid

Pondasi Jepang Lebih Baik, Struktur Tim Eropa Lebih Kecil dan Solid

Pembalap WithU Yamaha RNF MotoGP Team, Andrea Dovizioso (c) RNF Racing

Menurut statistik, pabrikan Jepang mengumpulkan total 46 gelar dunia GP500/MotoGP, sementara pabrikan Eropa 'baru' meraih 26 gelar. Dovizioso memahami bahwa para pabrikan Jepang memiliki sejarah panjang dalam membentuk kesuksesan, tetapi kini pabrikan Eropa sudah memetik pelajaran dan mulai berbenah.

Teknologi-teknologi yang diterapkan para pabrikan Jepang pada motor MotoGP memang tak terbantahkan lagi, tetapi kini mereka justru kesulitan menyatukan semua unsur performa untuk tampil kompetitif. Kini, para pabrikan Eropa justru menggaet banyak insinyur andal di bidangnya masing-masing.

Struktur tim Eropa yang lebih kecil dan solid juga mempercepat mereka mengatasi kendala. "Pondasi pabrikan Jepang menurut saya lebih baik. Namun, pondasi saja tak cukup. Anda butuh paket komplet. Jelas pabrikan Jepang harus mengubah mentalitas. Pabrikan Eropa kini menunjukkan betapa hebatnya mereka," tutur 'Dovi'.

"Para pabrikan Eropa bekerja dengan cara berbeda. Di atas segalanya, struktur tim dan apa yang terjadi di belakangnya berbeda. Para pabrikan Jepang memang banyak menang, mereka punya sejarah. Namun, saat ini itulah perkembangan yang kita lihat dalam kelas terbaik dalam dunia balap motor," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Bukan Akibat Pandemi Covid-19

Bukan Akibat Pandemi Covid-19

Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro (c) Aprilia Racing

Dovizioso juga menepis kemungkinan keterpurukan pabrikan Jepang diakibatkan karantina yang sangat ketat di Negeri Sakura ketika pandemi Covid-19 merebak selama tiga tahun belakangan. Akibat kebijakan tersebut, para insinyur para pabrikan Jepang memang memiliki ruang kerja yang terbatas di MotoGP.

Menurut Dovizioso, reaksi pabrikan Jepang dalam mengatasi masalah cukup lamban. Kritik ini uniknya juga kerap disuarakan para pembalap Yamaha dan Honda, seperti yang dialami Fabio Quartararo ketika meminta tambahan tenaga mesin YZR-M1. Di lain sisi, pabrikan Eropa seperti Ducati selalu cepat menyajikan inovasi.

"Saya rasa masalahnya mentalitas, bukan keterbatasan akibat Covid-19. Banyak faktor yang memengaruhi. Namun, lebih cenderung kepada mentalitas, meski mereka meraih lebih banyak kemenangan ketimbang siapa pun. Reaksi pabrikan Jepang sangatlah berbeda dengan reaksi pabrikan Eropa," tutup Dovizioso.

Jumlah kemenangan pabrikan Jepang vs pabrikan Eropa dalam 10 tahun terakhir:

2013 - Jepang vs Eropa: 18-0

2014 - Jepang vs Eropa: 18-0

2015 - Jepang vs Eropa: 18-0

2016 - Jepang vs Eropa: 16-2

2017 - Jepang vs Eropa: 12-6

2018 - Jepang vs Eropa: 11-7

2019 - Jepang vs Eropa: 16-3

2020 - Jepang vs Eropa: 9-5

2021 - Jepang vs Eropa: 9-9

2022 - Jepang vs Eropa: 3-9

3 dari 3 halaman

Klasemen Konstruktor dan Tim

Klasemen Konstruktor dan Tim

Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo (c) Yamaha MotoGP

Klasemen konstruktor:

  1. Ducati - 246
  2. Yamaha - 180
  3. Aprilia - 159
  4. KTM - 120
  5. Suzuki - 102
  6. Honda - 84

Klasemen tim:

  1. Aprilia Racing - 211
  2. Monster Energy Yamaha - 206
  3. Ducati Lenovo Team - 203
  4. Prima Pramac Racing - 183
  5. Red Bull KTM Factory Racing - 161
  6. Team SUZUKI ECSTAR - 147
  7. Gresini Racing - 129
  8. Repsol Honda Team - 102
  9. Mooney VR46 Racing Team - 97
  10. LCR Honda - 67
  11. WithU Yamaha RNF - 20
  12. Tech 3 KTM Factory Racing - 14

Sumber: Speedweek

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR