
Bola.net - CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, yakin timnya takkan mengulang polemik seperti yang dialami Maverick Vinales dengan Monster Energy Yamaha MotoGP. Lewat The Race, Senin (7/9/2021), Rivola mengaku akan berusaha memberikan yang terbaik dan membantu rider Spanyol itu nyaman bekerja dengan skuadnya.
Vinales dan Yamaha memang secara menghebohkan memilih berpisah tahun depan dan pengumuman soal ini dirilis pada akhir Juni lalu. Tak diduga-duga, perpisahan itu malah terjadi lebih awal, efektif sejak 20 Agustus lalu, usai Top Gun kedapatan melakukan aksi tak lazim di Seri Styria yang berpotensi merusak mesin YZR-M1.
Belakangan ini, bos Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, juga mengeluhkan sikap Vinales di hadapan publik, yang kerap terang-terangan menyalahkan krunya atas performanya yang buruk, yakni sikap yang dinilai menyalahi kontrak. Usai finis terbuncit di Jerman, ia juga blak-blakan menyebut Yamaha 'hanya kompetitif empat kali setahun'.
Pokoknya Sudah Lakukan yang Terbaik

Rivola sendiri tak memungkiri bahwa apa yang dilakukan Vinales pada motor YZR-M1 miliknya di Styria merupakan tindakan yang salah. Namun, ia yakin Vinales sudah membayar tuntas kesalahannya dengan menerima hukuman skorsing dan pendepakan dari Yamaha. Kini, ia pun ingin membantu Vinales bangkit dari masa kelam itu.
Rivola juga menyatakan, jika Vinales pada akhirnya merasa Aprilia tak cukup memberi dukungan seperti Yamaha, maka Aprilia akan tetap berpuas diri karena sudah melakukan semuanya semaksimal mungkin demi menyenangkan rider 26 tahun itu. Atas alasan inilah, Rivola tak terlalu cemas polemik serupa akan terjadi.
"Saya ogah ikut campur urusan Yamaha, karena saya tak tahu detailnya. Namun, apa yang dilakukan Maverick jelas salah. Tapi ia sudah dapat hukuman untuk itu, dan kini kami punya kans melakukan yang terbaik untuknya. Jika tak cukup, kami tetap bisa bilang bahwa kami sudah berusaha sebaik mungkin dan sudah mencoba," ujarnya.
Maverick Vinales Jadi Proyek Jangka 5 Tahun

Uniknya, Rivola juga yakin keretakan hubungan antara Vinales dan Yamaha tak hanya disebabkan satu orang. "Saya yakin, di keluarga mana pun, saat ada situasi tak tepat, tak mungkin 100% kesalahan satu orang saja. Kami sendiri akan berusaha sebaik mungkin, dan saya rasa Maverick akan melakukan hal yang sama," tuturnya.
Eks Sporting Director Scuderia Ferrari di Formula 1 ini pun kini fokus menatap masa depan, berharap Vinales bisa mentransfer pengalamannya selama membela Yamaha kepada Aprilia. Ia juga menyatakan bahwa Vinales diproyeksikan untuk membela pabrikan asal Noale, Italia, itu setidaknya sampai tahun 2026 mendatang.
"Ia datang dengan lima tahun pengalaman (di Yamaha). Jadi, saya harap ia juga bisa menghabiskan lima tahun dengan kami. Jika beruntung bisa mempertahankannya selama lima tahun, maka kami akan memiliki Maverick ketika ia tengah menjalani periode kariernya yang terbaik jika dilihat dari usia, fisik, dan mentalnya," tutup Rivola.
Sumber: The Race
Baca Juga:
- Biasanya Tangguh di MotoGP Aragon, Marc Marquez Kini Pilih Merendah
- Valentino Rossi Kembali ke Aragon Sejak 2019, Ingin Tampil Sebaik di Silverstone
- Gabung Mercedes, George Russell Resmi Jadi Tandem Lewis Hamilton di Formula 1 2022
- Pedro Acosta Resmi Naik ke Moto2, Jadi Tandem Augusto Fernandez di Red Bull KTM Ajo
- Maverick Vinales Kecewa Fabio Quartararo 'Dingin' Soal Konfliknya dengan Yamaha
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 9 Januari 2026 13:15
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 10 Januari 2026 01:35 -
Tim Nasional 10 Januari 2026 01:25 -
Tim Nasional 10 Januari 2026 01:15 -
Tim Nasional 10 Januari 2026 00:47 -
Liga Italia 10 Januari 2026 00:00 -
Asia 9 Januari 2026 23:07
MOST VIEWED
- Tak Cuma Jadi Tuan Rumah MotoGP, Ini Daftar Kegiatan Sirkuit Mandalika Sepanjang 2026
- Era Baru MotoGP pada 2027, Motor 850cc Diprediksi Lebih Lambat hingga 2,5 Detik demi Keselamatan
- Uang Bukan Segalanya Bagi Marc Marquez, Tinggalkan Gaji Fantastis Justru Bantu Juarai MotoGP Lagi
- Marc Marquez Ngaku Bakal Pensiun Lebih Cepat Gara-Gara Cedera, Tapi Bukan di MotoGP 2027
HIGHLIGHT
- 3 Pemain yang Bisa Cabut dari Arsenal pada Bursa T...
- 6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jend...
- 6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
- 4 Pelatih yang Bisa Diboyong Chelsea jika Enzo Mar...
- 10 Pemain dengan Gaji Termahal di Piala Afrika 202...
- 4 Opsi Transfer Darurat Manchester United Usai Bru...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5416109/original/025665300_1763442008-camp_nou_barcelona.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468718/original/027692900_1767977256-Banjir_di_Kota_Kudus.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467554/original/048236200_1767922085-AP26008790691099.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468716/original/097953600_1767975768-Longsor_di_kawasan_wisata_religi_Sunan_Muria.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468706/original/088317200_1767974203-Kakek_Masir_bebas_dari_penjara.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468686/original/022747100_1767969692-Tangkapan_layar_video_detik-detik_warga_diduga_melempari_mobil_Damkar_di_Lampung_Barat.__Istimewa_.jpg)
