5 Bulan setelah Derby d'Italia Dramatis yang Berakhir 4-3

5 Bulan setelah Derby d'Italia Dramatis yang Berakhir 4-3
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu memberikan arahan kepada Petar Sucic saat melawan Arsenal di Liga Champions. (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Inter vs Juventus akan tersaji pada pekan ke-25 Serie A 2025-2026 di Stadio Giuseppe Meazza, Minggu, 15 Februari 2026, pukul 02.45 WIB. Laga ini hadir lima bulan setelah pertemuan dramatis di Turin yang berakhir dengan skor 4-3.

Pertandingan tersebut menjadi salah satu malam paling kacau di awal masa kepelatihan Cristian Chivu bersama Inter Milan. Kini, sang pelatih menilai situasi sudah jauh berbeda, terutama pada kubu Juventus yang berkembang pesat.

Chivu membawa Inter dengan identitas yang lebih jelas dan keyakinan lebih kuat terhadap skuadnya. Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa Juventus di bawah Luciano Spalletti telah berubah menjadi tim yang lebih matang dan sulit dikendalikan.

Juventus dengan Identitas Baru

Juventus dengan Identitas Baru

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti. (c) AP Photo/Philippe Magoni

“Mereka adalah tim yang meningkat sejak kedatangan Luciano,” ujar Chivu. “Ia memberi mereka identitas dalam waktu singkat dan Anda bisa melihat ide-ide pelatihnya.”

Chivu menilai perkembangan individu pemain Juventus membuat mereka mampu menyulitkan siapa pun. Ia menegaskan Inter harus berada pada level yang sama untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Kami berharap performa tetap berada pada level tinggi,” katanya. “Kami harus menunjukkan determinasi yang sama seperti dua bulan terakhir.”

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 15 Februari 2026
Inter Milan Inter Milan
02:45 WIB
Juventus Juventus

Keseimbangan Emosi Jadi Kunci

Keseimbangan Emosi Jadi Kunci

Selebrasi gol pemain Inter Milan di laga melawan Cremonese pada laga pekan ke-23 Serie A, Senin (2/2) dini hari WIB (c) Dok. Inter Milan/@Inter

Chivu menilai Derby d'Italia selalu membawa motivasi tambahan bagi para pemain. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan emosi agar tidak terbawa tekanan.

“Ada motivasi ekstra, tetapi tantangannya adalah menemukan motivasi yang sama saat melawan tim yang lebih kecil,” ujarnya. “Ini adalah laga penting secara global karena makna dua klub ini.”

Ia juga menolak anggapan bahwa tekanan derby harus mengubah persiapan tim. “Rahasia utamanya adalah tidak menciptakan tekanan untuk diri sendiri,” katanya.

Kesiapan Skuad dan Pertarungan Taktik

Kesiapan Skuad dan Pertarungan Taktik

Selebrasi pemain Juventus, Weston McKennie bersama rekan setimnya saat melawan Parma di Serie A, Senin (2/2/2026) dini hari WIB. (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Chivu memastikan Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu siap dimainkan setelah berlatih penuh sejak Senin. Keduanya tidak mengalami masalah dan masuk dalam daftar pemain tersedia.

Pelatih Inter ini memprediksi duel taktik akan berjalan intens sejak awal laga. “Juventus adalah tim hibrida dengan mobilitas tinggi dan memiliki banyak cara untuk melukai lawan,” ujarnya.

Ia menambahkan Inter harus siap menerima perubahan dominasi permainan. “Kami harus menerima bahwa terkadang kendali berpindah dari satu tim ke tim lain karena Juventus memiliki level tinggi,” katanya.

Kenangan 4-3 dan Cerita Keluarga Thuram

Kenangan 4-3 dan Cerita Keluarga Thuram

Selebrasi Marcus Thuram bersama rekan setimnya Lautaro Martinez setelah mencetak gol dalam laga Serie A antara Inter Milan vs Como di Giuseppe Meazza, 6 Desember 2025 (c) AP Photo/Luca Bruno

Chivu mengaitkan perkembangan Inter dengan respons tim setelah kekalahan 4-3 di Turin. “Setelah itu, kami harus pergi ke Amsterdam dan mulai membangun rangkaian hasil positif,” ujarnya.

Ia menilai para pemain menunjukkan kebanggaan dan pertumbuhan mental yang jelas. “Keseimbangan adalah hal mendasar dalam sepak bola dan Anda harus mengontrol emosi setiap hari,” katanya.

Laga ini juga mempertemukan Marcus Thuram dengan adiknya, Khephren Thuram, yang membela Juventus. “Ini cerita indah karena ada nilai keluarga di balik rivalitas,” ujar Chivu.

Meski sarat gengsi, Chivu tidak menganggap derby ini sebagai penentu musim. “Liga masih panjang dan hasil sekarang lebih berdampak secara psikologis daripada di klasemen,” katanya.

Duel Inter vs Juventus kali ini menjadi ujian kedewasaan bagi Nerazzurri sekaligus tolok ukur kebangkitan Bianconeri. Lima bulan setelah duel 4-3 yang penuh kekacauan, kedua tim datang dengan wajah baru dan ambisi yang sama besar.

Sumber: Sempre Inter