
Bola.net - Jack Miller menegaskan bahwa kepindahannya ke Red Bull KTM Factory Racing di MotoGP 2023 didasari keputusannya sendiri, bukan karena terdepak oleh Ducati seperti yang diduga banyak orang selama ini. Ia mengaku membutuhkan hal baru meski bahagia bersama Ducati.
Miller menjalani debut MotoGP secara kontroversial pada 2015 karena lompat langsung dari Moto3. Ia membela tim satelit Honda selama tiga musim dengan kontrak pabrikan. Namun, ia hanya meraih satu podium, yakni kemenangan dalam kondisi basah-kering di Assen, Belanda pada 2016.
Pada 2018, ia pun digaet Ducati lewat Pramac Racing, dan sejak itu performanya terus melejit, sampai-sampai ia Ducati meletakkannya di tim pabrikan pada 2021. Bersama pabrikan yang bermarkas di Bologna, Italia, tersebut, Miller menyabet 21 podium, termasuk 3 kemenangan.
Ducati Telah Mengubah Karier Jack Miller

Sayangnya, meski sukses duduk di peringkat 4 pada 2021, Miller mendapati posisinya di Ducati Lenovo Team terancam sejak awal 2022. Ia digosipkan bakal digantikan Enea Bastianini dan Jorge Martin pada 2023. Ducati kabarnya ingin mempertahankannya, tetapi lewat tim satelit.
Namun, pada akhirnya, pada Mei lalu, kedua belah pihak mengumumkan keputusan berpisah dan Miller bakal membela Red Bull KTM Factory Racing pada 2023. Lewat Crash.net pada Senin (12/12/2022), Miller pun mengaku mensyukuri masa-masanya bersama Ducati.
"Ini mengubah 'permainan' dan karier saya. Sebelum datang ke Ducati, saya hanya punya satu podium, yakni satu kemenangan dalam kondisi basah. Kini, saya punya sekitar 20 podium. Ini perjalanan yang menakjubkan. Saya banyak belajar. Saya melalui banyak konfigurasi motor, sehingga saya merasa terikat pada situasi itu," ujarnya.
Sedih Harus Pisah dari Ducati

Rider berusia 27 tahun asal Australia ini pun menyatakan bahwa dirinya menginginkan situasi berbeda dan baru usai lima musim bertarung untuk Ducati. Ia yakin hal-hal itu bisa ia dapatkan dari KTM, yang uniknya ia bela di Moto3 2014, saat ia jadi runner up.
"Alasan sesungguhnya di balik keputusan ini adalah hal berbeda, sesuatu yang 'fresh', dan itulah hal yang akan saya dapatkan di KTM. Itulah yang saya cari. Itulah mengapa keputusan ini pada akhirnya adalah keputusan saya, benar-benar keputusan saya sendiri," ungkap Miller.
"Ducati telah jadi bagian besar dari karier saya. Bagian besar dari diri saya belajar mengendarai motor MotoGP di Ducati, dan kesuksesan saya terjadi bersama Ducati. Mereka telah jadi rumah saya selama lima tahun terakhir. Sedih melihat semuanya berakhir, tetapi saya juga bersemangat membuka bab baru," tutupnya.
Statistik Prestasi Jack Miller

Jumlah Grand Prix: 192
Jumlah pole: 10
Jumlah podium: 32
Jumlah kemenangan: 10
2011: GP125 RZT Racing dan Caretta Technology - Tidak terklasifikasi
2012: Moto3 Caretta Technology - Peringkat 23
2013: Moto3 Caretta Technology – RTG - Peringkat 7
2014: Moto3 Red Bull KTM Ajo - Runner up
2015: MotoGP CWM LCR Honda - Peringkat 19
2016: MotoGP EG 0,0 Marc VDS - Peringkat 18
2017: MotoGP EG 0,0 Marc VDS - Peringkat 11
2018: MotoGP Pramac Racing - Peringkat 13
2019: MotoGP Pramac Racing - Peringkat 8
2020: MotoGP Pramac Racing - Peringkat 7
2021: MotoGP Ducati Lenovo Team - Peringkat 4
2022: MotoGP Ducati Lenovo Team - Peringkat 5
Sumber: Crashnet
Baca juga:
- 4 Musim, 4 Juara Berbeda: Akankah Aprilia dan KTM Berkuasa di MotoGP 2023?
- Waduh! Fabio Quartararo Alami Keretakan Tangan, Jatuh Saat Latihan Motocross
- Jadwal Lengkap MotoGP 2023: 21 Seri, 42 Balapan
- Dari Sahabat Jadi Tandem: 9 Fakta Unik Duet Baru Red Bull KTM di MotoGP 2023
- Luca Marini: Motor MotoGP Kelewat Mudah Dikendarai, Peran Rider Tak Lagi Besar
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 15 Mei 2026 23:59Nonton Live Streaming Liga Inggris: Aston Villa vs Liverpool
-
Liga Spanyol 15 Mei 2026 23:24Unai Emery Dianggap Layak Latih Real Madrid, Ini Alasannya
-
Liga Italia 15 Mei 2026 22:58Prediksi Roma vs Lazio 17 Mei 2026
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 15 Mei 2026 19:25Kapolda Lampung Ancam Tembak Begal: Silakan Kalau Mau Coba-Coba
-
Liputan6 15 Mei 2026 17:10Penyesalan Anggota DPRD Jember Merokok dan Main Game saat Rapat
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas...
Jose Mourinho ke Real Madrid Lagi? 7 Pelatih yang ...
10 Pelatih Terbaik yang Siap Jadi Rebutan Klub Eli...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5951116/original/026513200_1778847925-1001258226.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5942993/original/030966300_1778840043-Screenshot_2026-05-15_171105.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5942330/original/050512000_1778839384-Screenshot_2026-05-15_170050.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5940472/original/091525000_1778837697-1001333589.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5937676/original/046138700_1778834954-momen-nadiem-emosi-dituntut-kejaksaan-27-tahun-penjara-lebih-besar-dari-teroris-93770b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5935725/original/068372000_1778833043-IMG_1359.jpeg)

