
Bola.net - - Pebalap LCR Honda Castrol, Cal Crutchlow marah besar atas keputusan FIM MotoGP Stewards Panel atau Dewan Pengawas Balap yang dipimpin Freddie Spencer, usai dinyatakan melakukan jump start dalam MotoGP Argentina, Minggu (31/3). Atas peristiwa ini, Crutchlow dijatuhi ride through penalty pada Lap 5 dan harus puas finis di posisi 13.
Lewat Crash.net, Crutchlow menyatakan anggapan dan hukuman yang dijatuhkan Spencer sungguh tak masuk akal, karena dirinya merasa sama sekali tak melakukan jump start. Usai melihat rekaman video dari kamera samping di grid, Crutchlow mengakui adanya gerakan, namun yakin tak sampai satu sentimeter dan menegaskan tak ada keuntungan yang ia ambil dari gerakan tersebut.
"Jika Anda lihat kamera samping, saya memang terlihat bergerak. Tapi tak sampai satu sentimeter. Bukannya saya merilis kopling, karena bisa dilihat kopling saya benar-benar pada stang, lalu saya merilisnya sekali. Jadi jika ada jarak lebar antara tuas ke gigitan kopling, bukan berarti saya menahannya dan menggerakkan motor. Saya hanya menyeimbangkan diri, tapi mereka bilang itu jump start. Ini sungguh menggelikan," ujarnya.
Spencer Bakal Ditertawakan
💨 @calcrutchlow rolls down the pitlane
— MotoGP™ 🇦🇷 (@MotoGP) March 31, 2019
He's visibly frustrated as his challenge for the race win is no more! ⬇️#ArgentinaGP 🇦🇷 pic.twitter.com/gAOaC64Je5
Crutchlow pun tak segan melontarkan kritikan tajamnya kepada Spencer, yang baru menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Balap tahun ini, yang juga merupakan tiga kali juara dunia. Menurutnya, Fast Freddie tidak menjalankan perannya dengan baik, yang diharapkan Komite Keselamatan mampu memahami balapan dan sudut pandang pebalap soal apa yang terjadi di lintasan.
Rider Inggris ini juga yakin bahwa keputusan tersebut akan menjadi bumerang bagi Spencer. Ia menyatakan bahwa para rider MotoGP akan mempertanyakan kebijakannya dalam rapat Komite Keselamatan yang akan kembali digelar di Circuit of The Americas, Austin, Texas pada Jumat, 12 April mendatang.
"Dalam rapat Komite Keselamatan berikutnya, saat video itu ditayangkan, rider-rider lain akan tertawa, dan mereka juga akan kehilangan rasa hormat padanya. Ini sungguh tak masuk akal. Saya tak mengambil untung apa pun. Situasi ini semakin terasa lebih buruk karena sejatinya saya melakukan start dengan baik. Tapi beginilah keadaannya," tutur Crutchlow yang start dari posisi 8.
Spencer Pasti Anak Emaskan Rider Papan Atas
Here is the video from Race Direction showing Crutchlow’s jump start at the #ArgentinaGP
— MotoGP™ 🇦🇷 (@MotoGP) March 31, 2019
The explanation of how he was penalised for this can be found under article 1.18 section 14 of the rule book (see the tweet below for full description). pic.twitter.com/1zWN2PG0pO
Crutchlow juga menyatakan bahwa Spencer pasti takkan memberikan penalti serupa kepada para rider papan atas seperti Marc Marquez, Valentino Rossi, dan Andrea Dovizioso, yang kebetulan juga mengisi tangga podium pada akhir balapan tersebut.
"Saya tak percaya mereka akan memberikan penalti ini pada Marc, Vale, Dovi, atau rider seperti mereka. Itulah kenyataanya. Apa Anda pikir Freddie akan menjatuhkan ride through penalty pada Vale? Katakanlah Marc melakukannya, lalu ia memimpin balapan. Apa Anda pikir Freddie akan memberinya ride through penalty? Tentu ia bakal bilang akan melakukannya, tapi saya tak percaya," ujarnya.
Rider 33 tahun ini juga mempertanyakan profesionalisme tiga anggota Dewan Pengawas Balap, termasuk Spencer, yang tak mengatakan sepatah kata pun padanya dan hanya melipat kedua tangan saat ia berada dalam ruangan Race Direction untuk menjelaskan bahwa ia sama sekali tak melakukan jump start.
"Saya jadi terdengar benar-benar marah dan menyerang mereka, tapi Anda harus paham apa yang saya rasakan, dan paham perasaan semua orang yang saya tanyai dan melihatnya di TV: saya tak pernah melakukan jump start itu. Ini hal yang harus sangat diperhatikan, karena mereka telah menghancurkan sebuah balapan yang penting bagi saya dan 50 staf (tim LCR)," pungkasnya.
Baca Juga:
- Finis Ketiga di Argentina, Dovizioso: Disyukuri Saja
- Menangi Argentina, Marquez: Balapan Ini Bukan Gaya Saya
- Setahun Berlalu, Marquez-Rossi Akhirnya Jabat Tangan di Argentina
- Podium di Argentina Obati Kekecewaan Valentino Rossi
- Klasemen Sementara MotoGP 2019 Usai Seri Argentina
- Hasil Balap MotoGP: Marquez Dominan, Rossi Bekuk Dovizioso
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 30 Agustus 2026 08:39Jadwal MotoGP Aragon 2026 Hari Ini, Minggu 30 Agustus: Live Streaming di Vidio
-
Otomotif 27 Agustus 2026 18:16Fermin Aldeguer Resmi Jadi Pembalap Non-Italia Pertama di Tim Milik Valentino Rossi
-
Otomotif 27 Agustus 2026 17:46Jack Miller Tinggalkan Yamaha di MotoGP, WorldSBK Jadi Pelabuhan Berikutnya?
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 6 September 2026 21:15Tempat Menonton Arsenal vs Chelsea di Premier League, 6 September 2026
-
Bola Indonesia 6 September 2026 21:04Hasil BRI Super League: Madura United Tundukkan Persijap Jepara 2-0
-
Liga Inggris 6 September 2026 20:00Link Streaming Arsenal vs Chelsea 6 September 2026
-
Liga Champions 6 September 2026 19:14Federico Dimarco Diragukan Tampil saat Inter Milan Hadapi Real Madrid
BERITA LAINNYA
-
otomotif 2 September 2026 16:43Hadapi Seri 9 World Supersport 2026, Aldi Satya Mahendra Bidik 10 Besar di Magny-Cours
-
otomotif 30 Agustus 2026 08:39Jadwal MotoGP Aragon 2026 Hari Ini, Minggu 30 Agustus: Live Streaming di Vidio
-
otomotif 27 Agustus 2026 18:16Fermin Aldeguer Resmi Jadi Pembalap Non-Italia Pertama di Tim Milik Valentino Rossi
-
otomotif 27 Agustus 2026 17:46Jack Miller Tinggalkan Yamaha di MotoGP, WorldSBK Jadi Pelabuhan Berikutnya?
SOROT
-
Liputan6 6 September 2026 17:09Imbauan Prabowo di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau
-
Liputan6 6 September 2026 14:29Anak Krakatau Erupsi, Prabowo Tekankan Keselamatan Warga
-
Liputan6 6 September 2026 12:12Cegah Abu Vulkanik, Mesin Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Dipasang Penutup
-
Liputan6 6 September 2026 11:54Masker Mulai Langka di Lampung, Warga Antre Sejam
-
Liputan6 6 September 2026 11:38Langit Lampung Gelap Akibat Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Sesak Napas
-
Liputan6 6 September 2026 11:06Bukan Debu Biasa, Ini Alasan Bersihkan Abu Anak Krakatau Harus Disiram Dulu
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331953/original/067793800_1787589244-IMG-20260824-WA0123.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302220/original/068100800_1784536790-Pidato_Prabowo_di_Sidang_Kabinet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341680/original/050307700_1788673041-IMG-20260906-WA0040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341660/original/063349900_1788671418-1001635065.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341636/original/068576600_1788669892-Atap_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341624/original/012028000_1788667917-WhatsApp_Image_2026-09-06_at_08.46.41__1_.jpeg)
