FOLLOW US:


Danilo Petrucci Merasa 'Kotor' Tetap Balapan Usai Jason Dupasquier Meninggal Dunia

31-05-2021 10:00

 | Anindhya Danartikanya

Danilo Petrucci Merasa 'Kotor' Tetap Balapan Usai Jason Dupasquier Meninggal Dunia
Pembalap Tech 3 KTM Factory Racing, Danilo Petrucci © KTM Images/Rob Gray (Polarity Photo)

Bola.net - Senada dengan Pecco Bagnaia, Danilo Petrucci melempar kritik tajam pada Dorna Sport dan FIM yang tak menggelar rapat dadakan bersama para rider MotoGP untuk membicarakan sikap yang tepat dalam menghadapi tewasnya rider Moto3, Jason Dupasquier, pada Minggu (30/5/2021) usai kecelakaan hebat di Sirkuit Mugello, Italia, sehari sebelumnya.

Dupasquier mengalami kecelakaan di sesi Kualifikasi 2 (Q2) bersama rider Red Bull KTM Tech 3, Ayumu Sasaki, dan rider Indonesian Racing Team Gresini, Jeremy Alcoba, di Tikungan 9. Sasaki dan Alcoba tak mengalami cedera parah, namun Dupasquier tak sadarkan diri dan harus ditangani oleh petugas medis dan staf medis sirkuit.

Usai evakuasi selama 45 menit, rider berusia 19 tahun itu pun langsung ditransfer ke Rumah Sakit Careggi di Florensia, Italia, menggunakan helikopter. Ia dinyatakan mengalami politrauma di bagian kepala, dada, dan perut, serta telah dioperasi pada Sabtu malam. Sayangnya, nyawanya tak terselamatkan.

Bagnaia pun mengaku merasa tak terima diminta tetap berlaga. Petrucci juga menyayangkan cara komunikasi Dorna yang tak memberikan pernyataan cukup jelas soal kondisi Dupasquier sejak Sabtu malam dan sama sekali tak meminta opini para rider usai rider Swiss itu dinyatakan meninggal dunia tepat usai balapan Moto3 berakhir.

1 dari 3

Perlakuan Bakal Beda Andai Terjadi pada Rider MotoGP

Perlakuan Bakal Beda Andai Terjadi pada Rider MotoGP
Pembalap CarXper PrustelGP, Jason Dupasquier © MotoGP.com

"Pertama, ini balapan yang sangat berat. Namun, bukan soal persaingan. Dari sisi manusiawi, saya merasa tidak 'bersih'. Saya hanya kepikiran kami harus balapan di trek yang sama 24 jam usai seseorang seperti kami meninggal dunia. Kami sudah tahu situasinya sudah serius sejak kemarin. Sudah jelas tak seorang pun mau mengatakan yang sesungguhnya," ujar Petrucci via Crash.net.

Petrucci bahkan menduga Dorna dan FIM akan memberi perlakuan berbeda andai peristiwa nahas ini terjadi pada rider di kelas tertinggi. "Dalam kasus ini saya berpikir, andai ini terjadi pada rider MotoGP, apa kami akan terus seperti ini? Apakah kehidupannya berbeda karena Jason adalah rider Moto3? Apakah dia lebih atau kurang penting? Saya rasa tak begitu," tuturnya.

Rider tuan rumah ini bahkan menyebut seharusnya Dorna dan FIM sudah memikirkan skenario terburuk usai melihat tubuh Dupasquier butuh waktu lama untuk dievakuasi pada Sabtu, dan dikirim ke rumah sakit dengan helikopter. Ia juga mengaku kesal karena usai insiden itu terjadi, rider-rider MotoGP dibiarkan langsung menjalani sesi latihan bebas keempat (FP4).

2 dari 3

Merasa 'Kotor' karena Tetap Balapan

"Terlepas kabar Jason meninggal sebelum balapan, kemarin helikopter meninggalkan trek dan tiga menit kemudian kami turun lintasan seolah tak terjadi apa-apa. Tak ada yang minta kami rapat hari ini untuk bilang, 'Salah satu dari kita tak lagi bersama kita, bisakah kita diskusi apakah tepat bagi keluarga atau kerabatnya jika kita tetap balapan?' Tak seorang pun meminta kami," tuturnya.

'Petrux' pun mengaku hatinya sudah terasa berat sejak melihat tubuh Dupasquier terbaring di Tikungan 9 dan butuh waktu sangat lama untuk dievakuasi dan dinaikkan ke dalam helikopter. Rider berusia 30 tahun ini pun merasa sia-sia saja MotoGP kerap membicarakan tingkat keselamatan namun tak mampu menghormati rider yang cedera dan kondisinya kritis.

"Setidaknya, gelarlah rapat. Berbagi opini dan komentar bakal lebih baik. Saya memang tak kenal Jason secara pribadi, namun saya membayangkan jadi kerabatnya, sudah pasti mereka ingin menyingkirkan motor. Entah apakah Anda hanya memikirkan motor atau balapan, MotoGP, Moto3, ban, performa... Saya merasa kotor hari ini," pungkasnya.

Sumber: Crashnet

3 dari 3

Video: Dimas Ekky Ingin Mandalika Racing Team Jadi Batu Loncatan Rider Indonesia