
Bola.net - Pengumuman bergabungnya Jack Miller dengan Ducati Team di MotoGP 2021 memang cukup menghebohkan seisi paddock. Ini karena kepindahan Miller ke tim pabrikan sudah diantisipasi banyak pihak sejak lama. Selain itu, ia juga resmi mengikuti jejak kompatriotnya, Casey Stoner.
Tak hanya itu, fakta ia berasal dari Australia juga disorot, mengingat Ducati punya sejarah baik bersama rider-rider dari Negeri Kangguru. Selain mengikuti jejak Stoner, Miller juga mengikuti jejak Troy Corser dan Troy Bayliss yang sukses bersama Ducati di WorldSBK.
Meski begitu, Miller lebih sering dikait-kaitkan dengan Stoner. Pasalnya, mereka memiliki jalan karier yang cukup mirip. Selain sama-sama berkebangsaan Australia, mereka juga memiliki latar belakang motocross, yang diyakini membentuk gaya balap agresif mereka di ajang road race.
Awal Karier di Grand Prix

Di ajang Grand Prix, Miller dan Stoner juga pernah membela KTM di kelas teringan (GP125/Moto3). Prestasi terbaik Stoner adalah peringkat 5 pada 2004, sebelum naik ke GP250. Sementara Miller duduk sebagai runner up pada 2014, sebelum melompat langsung ke MotoGP pada 2015.
Pada 2006, Stoner naik ke kelas MotoGP bersama LCR Honda, yang uniknya juga dibela Miller pada musim debutnya di kelas tertinggi. Uniknya, mereka juga membela tim itu selama setahun saja: Stoner pindah ke Ducati Team pada 2007, dan Miller ke Marc VDS Honda pada 2016.
Stoner pun memutuskan pensiun dalam usia 27 tahun pada 2012, yakni tahun di mana Miller untuk pertama kalinya turun di Moto3 semusim penuh. Sejak itu pula Miller diharapkan menjadi penerus Stoner di masa depan, dan kini ia menuju jalan yang tepat.
Kariernya Nyaris Berakhir Lebih Awal

Semasa membela tim-tim satelit Honda pada 2015-2017, Miller tak pernah dapat dukungan teknis mumpuni, walau kontraknya yang berdurasi tiga tahun itu terikat langsung dengan Honda Racing Corporation (HRC). Pada tahun pertama, ia mengendarai motor Open, dan pada dua musim berikutnya ia mendapat RC213V setahun lebih tua.
JackAss pun sempat putus asa, dan dalam pekan MotoGP Belanda 2016, ia mendapat kabar bahwa kontraknya akan diakhiri 1,5 tahun lebih awal karena tak kunjung meraih hasil baik. Uniknya, sehari setelahnya ia justru menggebrak dengan meraih kemenangan bersejarah.
Kemenangannya di Sirkuit Assen kala itu pun sukses mematahkan rekor berusia 10 tahun: Miller sukses menjadi rider tim satelit pertama yang mampu meraih kemenangan MotoGP sejak Toni Elias (Fortuna Honda) di Estoril, Portugal, pada 2006. Berkat hasil ini, Honda akhirnya melanjutkan kerja sama dengan Miller sesuai kontrak.
Tinggalkan Honda Menuju Ducati

Meski pernah menang di atas Honda, Miller tetap tak dapat dukungan teknis yang baik. Alhasil, ia memutuskan hengkang ke Pramac Racing, tim junior Ducati Corse, pada 2018. Gebrakan pun langsung ia lakukan pada seri kedua di Argentina, di mana ia meraih pole dengan ban kering saat lintasan masih benar-benar basah di sesi kualifikasi.
Sepanjang musim itu, Miller tak dapat podium sama sekali, namun menunjukkan perkembangan positif. Atas alasan ini, Ducati memberinya kepercayaan untuk mengendarai Desmosedici GP19 spek pabrikan seperti milik Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci. Ia pun sukses meraih lima podium, bahkan kerap mengasapi Petrucci.
Prestasi inilah yang membuat Ducati Corse akhirnya memutuskan memindahkan Miller ke Ducati Team pada 2021, lagi-lagi mengikuti jejak Stoner, yang pernah membela tim tersebut pada 2007-2010 dengan raihan satu gelar dunia, 42 podium, 23 kemenangan, dan 21 pole.
Akankah Sejarah Terulang?

Perlu diketahui, tiga pebalap Australia yang disebutkan di awal, yakni Corser, Bayliss, dan Stoner, seluruhnya pernah merebut gelar dunia bersama Ducati. Atas alasan ini, Miller pun akan mendapatkan ekspektasi tinggi dari banyak orang untuk mengulang sukses mereka.
Tahun depan, Miller pun akan punya segala hal pendukung untuk melakukannya. Meski begitu, Sporting Director Ducati Corse, Paolo Ciabatti, yang meyakini Miller punya talenta dan kemampuan yang tepat, meminta rider 25 tahun itu tetap merendah dan tak terlena pada sejarah.
"Ada tradisi yang membuktikan Australia sangat sukses bersama Ducati. Jack punya talenta hebat, jelas salah satu rider tercepat dan paling agresif di MotoGP. Kami harap ia bisa meneruskan perkembangannya. Tapi ia harus fokus. Sekalinya di tim pabrikan, Anda harus punya satu target, yakni meraih podium dan kemenangan," ujarnya.
Akankah Miller benar-benar akan mengikuti jejak kesuksesan Stoner dan kompatriotnya yang lain? Nantikan aksinya tahun depan ya, Bolaneters!
Video: Gaya Rambut Valentino Rossi dari Masa ke Masa
Baca Juga:
- KTM Sukses Selesaikan Uji Coba Tertutup di Tengah Pandemi
- 7 Kandidat Pengganti Jack Miller di Pramac, dari Iannone sampai Martin
- Beban Besar Naungi Jorge Lorenzo, Pramac Masih Harapkan Alex Marquez
- 'Alotnya Negosiasi Rossi-Petronas Bukan Karena Uang atau Motor'
- Alex Marquez: Saya Jadi Juara Dunia Berkat Pelajari Masa Kelam
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 20 Agustus 2026 20:01Di Mana Posisi Curtis Jones jika Gabung Inter Milan?
-
Liga Spanyol 20 Agustus 2026 19:03Jose Mourinho Siapkan Peran Baru untuk Trent Alexander-Arnold di Real Madrid
-
Liga Italia 20 Agustus 2026 18:33Porto Menyerah Kejar Santiago Gimenez, Negosiasi dengan AC Milan Buntu
-
Liga Inggris 20 Agustus 2026 18:03Manchester City Incar Gelandang Serie A sebagai Pengganti Rodri
-
Liga Italia 20 Agustus 2026 17:33Juventus Jajaki Emerson Palmieri untuk Perkuat Bek Kiri
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 21 Agustus 2026 11:13Pemain-pemain Berkaki Cepat di Premier League Musim Ini
-
Liga Italia 21 Agustus 2026 07:39Diego Moreira: Ambisi, Target, dan Karakter Sang Pemain Baru AC Milan
-
Liga Italia 21 Agustus 2026 07:31AS Roma Cetak Sejarah Unik Usai Rodrigo Mora Kenakan Nomor 86
-
Liga Italia 21 Agustus 2026 07:20Juventus Tetapkan Bek Sayap sebagai Prioritas Transfer Terakhir
BERITA LAINNYA
-
otomotif 9 Agustus 2026 19:57Hasil MotoGP Silverstone 2026: Raul Fernandez Dominan, Marc Marquez Posisi Ke-7
-
otomotif 9 Agustus 2026 07:50Jadwal dan Live Streaming ARRC 2026 Mandalika Hari Ini, Minggu 9 Agustus 2026
SOROT
-
Liputan6 21 Agustus 2026 10:54Ditangkap KPK, Rektor Unsoed Punya Harta Rp 3,12 Miliar
-
Liputan6 21 Agustus 2026 10:422 Wakil Rektor Unsoed Ikut Ditangkap dalam OTT KPK
-
Liputan6 21 Agustus 2026 09:47OTT Rektor Unsoed, KPK Amankan Ratusan Juta
-
Liputan6 21 Agustus 2026 07:541.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan
-
Liputan6 21 Agustus 2026 06:26Anak Sekolah di Tengah Kepungan Asap Kebakaran Hutan Kalimantan
-
Liputan6 21 Agustus 2026 06:00Jejak Basri Lewaimang dalam Bisnis Hitam Planet Batam
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3973840/original/036982100_1648110310-Prof_Akhmad_Sodiq.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329416/original/060679900_1787279204-imgi_5_Rektor-dan-Wakil_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321825/original/071104600_1786505831-pal6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2939114/original/024902300_1571064643-WhatsApp_Image_2019-10-14_at_9.36.51_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329194/original/037927400_1787225027-IMG_5574.jpg)
