
Bola.net - Belakangan ini MotoGP dihebohkan oleh perang verbal antara lima kali juara dunia, Jorge Lorenzo, dan 15 kali juara dunia, Giacomo Agostini. Keduanya saling lempar kritik tajam, dan pada Jumat (15/5/2020), Lorenzo bahkan menulis 'surat panjang' demi membalas kata-kata Agostini.
Cekcok verbal ini dimulai dari komentar Agostini, yang dalam salah satu wawancara menyebut Lorenzo tak perlu kembali balapan secara penuh pada 2021, karena terbukti dua kali 'gagal' dalam kariernya, yakni saat membela Ducati Team dan Repsol Honda.
Setelah wawancara tersebut muncul ke publik, Lorenzo naik pitam dan menulis balasan untuk 'Ago' lewat media sosial, "Aku berutang uang pada pria ini atau apa? Dia bilang aku gagal di Ducati... Ayolah! Betapa mudahnya bicara ketika kau sudah tak naik motor selama 50 tahun."
Agostini: Kenyataan Memang Menyakitkan
Tanggapan Lorenzo ini pun kembali membuat heboh dan akhirnya sampai ke telinga Agostini yang sedang menjalani karantina mandiri di Bergamo, Italia, di tengah pandemi virus corona. Dalam sebuah wawancara lain, pria 77 tahun ini membalas Lorenzo.
"Jorge, kenyataan memang menyakitkan," ujar Agostini, yang juga mengaku yakin bahwa dirinya memiliki hak untuk melemparkan kritik kepada Lorenzo, sama halnya seperti saat ia memberikan pujian atas kesuksesannya.
Lewat Instagram, Lorenzo pun menyiratkan kemarahannya, dan bahkan menulis 'surat panjang' untuk Agostini dengan menjelaskan perbedaan era modern MotoGP dengan era Agostini berkompetisi. Lorenzo menyebut kompetisi masa kini jauh lebih berat dan sengit ketimbang masa lalu, dan menyebut Agostini 'angkuh' dan 'dangkal'.
Pernyataan Jorge Lorenzo
View this post on Instagram
"Saya harap suatu saat nanti saya tak perlu menghadapi kenyataan bahwa generasi-generasi baru didogma berdasarkan memori-memori kemenangan saya, membanding-bandingkan masa depan dengan masa lalu saya dan berkata: "Pada masaku..."
"Saya rasa apa yang harus dipahami Tuan Giacomo Agostini adalah setiap era balap motor punya sejarahnya sendiri, setiap juara punya kepentingan sendiri dalam konteks yang ada, baik soal rival maupun teknologi.
"Contohnya, meski pada era 1960an Anda bisa balapan di sirkuit dengan tingkat keselamatan yang sangat rendah, sering kali perbedaan antara motor tercepat dan terlamban adalah sekitar 10 detik. Beberapa pebalap menikmati keunggulan ini hingga mereka bisa turun (dan menang) di berbagai kategori pada tahun yang sama.
"Meski teknologi kala itu sudah maju, tetap saja masih bertahun-tahun cahaya dibandingkan yang sekarang. Dalam beberapa dekade terakhir, baik sirkuit maupun teknologi sudah sangat maju. Dengan 'papan tombol' yang unik, keseimbangan luar biasa telah dicapai semua motor.
"Para pabrikan mencari keuntungan sekecil apa pun yang bisa membuat mereka mengalahkan rival mereka dan banyak kemenangan yang diraih dengan margin seperseribu detik...
"Usai balapan selama 45 menit, ketika satu detik memisahkan pebalap pertama dan kelima, ini berarti bahwa setiap detail kecil dibutuhkan demi meraih keuntungan dan kemenangan. Dalam konteks ini, hal-hal seperti aerodinamika, penyesuaian peta elektronik, atau ujung-ujung bentuk tangki, menjadi sangat menentukan demi mencapai tujuan tersebut.
"Sebaliknya, ketika perbedaan hanya diukur berdasarkan sepersepuluh detik, menit, atau tikungan, maka detail kecil menjadi tak penting. Dan ya, Anda bahkan juga bisa berpuas diri dengan ergonomi motor yang tak sempurna. Dan ini, Giacomo Sayang, adalah kenyataan yang tak terbantahkan.
"Jadi, ketika seseorang (yang tahu benar soal situasi dan fakta) berkata bahwa saya tak meraih hasil baik di Ducati, saya hanya bisa takjub. Dengan rasa hormat, saya rasa mengatakan 'pada masaku...' atau murni membanding-bandingkan hasil demi menilai kemampuan seorang juara pada era modern, bagi saya adalah sebuah keangkuhan yang dangkal dari seorang legenda sepertimu."
Video: Mengenang Legenda Formula 1, Ayrton Senna
Baca Juga:
- MotoGP 2020 Resmi Larang Wildcard demi Physical Distancing
- Petronas Mengeluh Valentino Rossi Belum Mau Komunikasi Langsung
- Prancis Minta Dilibatkan dalam Kalender Baru MotoGP 2020
- Sebut Suzuki 'Berbahaya', Vinales Waspadai Kejutan Morbidelli
- Vinales: Marquez Masih Favorit Juara, Ducati Sembunyikan Sesuatu
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 31 Oktober 2026 14:43Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
-
Otomotif 31 Oktober 2026 10:47Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:02Lisandro Martinez yang Konyol!
-
Liga Spanyol 31 Oktober 2026 20:19Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
-
Liga Spanyol 31 Oktober 2026 19:45Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
BERITA LAINNYA
-
otomotif 31 Oktober 2026 14:43Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
-
otomotif 31 Oktober 2026 10:47Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
-
otomotif 31 Oktober 2026 10:32Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
MOST VIEWED
Ducati Berpeluang 'Team Order' di MotoGP Malaysia 2026, Marc Marquez Kirim Sinyal Tentang Alex Marquez
Aspal Sirkuit Sepang Hancur Jelang MotoGP Malaysia 2026, Pembalap Mengeluh Sebut Lintasan Mirip Arena Motocross!
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
MotoGP Petronas Grand Prix of Malaysia 2026: Marquez Ingin Menjauh, Aprilia Menolak Menyerah
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
