FOLLOW US:


Disanjung-sanjung Para Rider MotoGP, Pedro Acosta Tutup Kuping

08-04-2021 17:12

 | Anindhya Danartikanya

Disanjung-sanjung Para Rider MotoGP, Pedro Acosta Tutup Kuping
Pembalap Red Bull KTM Ajo, Pedro Acosta © KTM Ajo/Ajo.fi

Bola.net - Sukses memenangi Moto3 Doha, Minggu (4/4/2021), usai start dari pitlane, Pedro Acosta langsung banjir sanjungan dari para pembalap seniornya di MotoGP. Mereka mengaku salut atas performa mencengangkan Acosta, namun debutan Red Bull KTM Ajo ini memilih tutup kuping saja. Hal ini ia katakan via Marca, Rabu (7/4/2021).

Sebelum balapan, Acosta dan enam rider lainnya memang dihukum start dari pitlane usai dianggap berkendara dengan cara tak bertanggung jawab dalam sesi latihan bebas kedua (FP2) pada Jumat (2/4/2021). Hukuman ini diharapkan menimbulkan efek jera agar para rider tak nakal lagi.

Namun, ternyata sanksi ini tak berpengaruh pada performa Acosta. Mengingat 18 pembalap terdepan terus menjalani aksi saling salip, maka ritme balapan ini juga jadi lamban. Alhasil, Acosta bisa fokus mengejar dan akhirnya mampu menyalip mereka semua. Ia pun jadi rider Moto3 pertama yang mampu menang usai start dari pitlane.

Usai balap, Acosta pun langsung mendapatkan ucapan selamat dari Marc Marquez dan Fabio Quartararo lewat Twitter. "@37_pedroacosta kau hebat, sungguh hebat. Selamat atas yang pertama dari begitu banyak kemenanganmu di kejuaraan dunia! Bravo," tulis Marquez.

"Selamat untuk @37_pedroacosta atas kemenangan perdanamu. Ini yang pertama dari banyak. Merinding..." tulis Quartararo. Para pembalap MotoGP lainnya, seperti Joan Mir, Maverick Vinales, Valentino Rossi, Alex Rins, dan Pol Espargaro pun mengungkapkan komentar mereka usai balap.

1 dari 3

Ditunggu Valentino Rossi di MotoGP

Ditunggu Valentino Rossi di MotoGP
Pembalap Red Bull KTM Ajo, Pedro Acosta © KTM Ajo/Ajo.fi

Pembalap Suzuki Ecstar, Alex Rins, mengaku kepada Marca, Selasa (6/4/2021), bahwa dirinya menonton dari garasinya sendiri bersama para kru, dan sulit percaya pada apa yang ia lihat. "Saya nonton di di garasi, dan saya sangat yakin dia bakal menang. Sungguh balapan yang gila," ungkap runner up Moto3 2013 ini.

Juara dunia Moto3 2017, Joan Mir, juga meyakini Acosta bakal jadi bintang besar dalam waktu singkat. "Balapan yang menyenangkan. Saya ucapkan selamat padanya karena ia bekerja dengan sangat baik. Ini kemenangan perdananya, dan kemenangan ini sungguh hebat. Ia punya masa depan yang sangat cerah. Ia menakjubkan," tuturnya.

Maverick Vinales pun tak mau kalah memberikan penilaian soal Acosta. "Pada dasarnya, ia sungguh spektakuler. Ia memberikan pertunjukan hebat. Ia bakal 'membangunkan' banyak pembalap Moto3 lainnya. Saya angkat topi," ungkap juara dunia Moto3 2013 ini.

Valentino Rossi, juara dunia GP125 1997, juga berkomentar. "Sungguh impresif, meski pekan lalu ia sudah menunjukkan ritmenya. Kali ini ia bahkan membawa serta rider lainnya ke kelompok terdepan, menyalip semua orang, dan mencetak margin di lap terakhir. Saya tunggu dia di MotoGP," gurau rider berusia 42 tahun ini.

2 dari 3

Pedro Acosta Bercermin pada Kiprah Fabio Quartararo

View this post on Instagram

A post shared by MotoGP (@motogp)

Pol Espargaro juga bergurau tampaknya Acosta memang harus start dari pitlane jika ingin menang terus dan jadi juara dunia. "Semakin tua, saya merasa Moto3 sungguh berbahaya. Para ridernya kurang hormat satu sama lain, namun kompetisinya sangat seru. Saya rasa Acosta cocok start dari pitlane! Ia tahu cara mengendalikan rasa gugup. Ini tanda ia sangat dewasa. Ia bisa jadi kandidat juara jika situasinya tak berubah," tuturnya.

Sebelum Acosta finis kedua di Moto3 Qatar dan menang di Moto3 Doha, Jack Miller bahkan memprediksi rider 16 tahun itu bakal jadi juara dunia tahun ini. Miller mengaku dapat 'bocoran' bahwa Acosta merupakan rider hebat dari Aki Ajo, manajer pribadinya sendiri sekaligus bos Red Bull KTM Ajo. Namun, Acosta ogah membiarkan dirinya terlena.

"Saya mencoba memposisikan diri saya di dalam 'bubble', tanpa mendengarkan banyak komentar orang dan tak membiarkan banyak hal memengaruhi saya, karena ini baru balapan kedua musim ini. Anda tak bisa ambil kesimpulan soal bagaimana masa depan seorang rider nantinya," ungkap juara Red Bull Rookies Cup 2020 ini.

"Kita lihat saja Fabio Quartararo, pada awal kariernya, ia tampil sangat baik, dan kemudian atas alasan tertentu, kariernya naik turun. Kini di MotoGP, ia justru jadi salah satu pembalap top MotoGP. Ini masih awal dari karier saya di kejuaraan dunia, jadi lebih baik saya diam dan tekun belajar," pungkas Acosta.

Sumber: Marca

3 dari 3

Video: 5 Pembalap Hebat WorldSBK yang Tak Sukses di MotoGP