
Bola.net - - Sporting Director Ducati Corse, Paolo Ciabatti mengaku heran mengapa Aprilia, Honda, KTM, dan Suzuki baru melayangkan protes soal winglet pada swingarm Desmosedici GP19 di pekan balap MotoGP Qatar akhir pekan lalu, mengingat mereka sudah menggunakan perangkat ini dalam uji coba pramusim di tempat yang sama pada 23-25 Februari lalu.
Ducati menyatakan bahwa winglet yang tertempel pada swingarm tiga motor Desmosedici GP19 di Qatar sekadar berfungsi mendinginkan ban belakang demi menghindari overheating, namun empat pabrikan pemrotes meyakini bahwa perangkat itu juga berfungsi menghasilkan tambahan downforce dan menyalahi regulasi teknis yang ada.
"Mungkin kami naif, tapi saya kecewa karena saya yakin ada cara dan waktu lain untuk menghadapi masalah ini. Semua orang tahu soal winglet kami, karena kami memakainya dalam uji coba. Jadi sejatinya ada banyak waktu untuk bereaksi dengan cara lain tanpa melakukan protes," ujar Ciabatti dalam wawancaranya bersama GPOne.
Prihatin Pabrikan Lain Tak Inovatif

Keluhan dari rival sejatinya bukan hal baru bagi Ducati, mengingat pada 2016 lalu mereka juga mendapat kritik tajam soal inovasi winglet pada fairing mereka. Ciabatti pun menyebut ada kemungkinan bahwa para rival merasa tertekan karena Ducati selalu berpikiran terbuka soal beberapa hal teknis, termasuk sektor aerodinamika.
"Kami berpikiran terbuka soal beberapa topik, seperti aerodinamika, yang tadinya juga tak kami hiraukan sampai mencobanya sendiri. Kita ada kejuaraan di mana para pesertanya ingin bereksperimen mencari solusi inovatif, dan saya ragu hal-hal macam ini harus 'dihukum' bila sesuai regulasi. Saya turut prihatin jika pabrikan lain tak memikirkan solusi-solusi tertentu," ungkapnya.
Ciabatti juga menyayangkan protes ini diajukan usai balapan berakhir, di mana Andrea Dovizioso meraih kemenangan. Padahal Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge sudah menyerahkan surat edaran soal regulasi teknis pada 2 Maret. "Saya hanya bisa bertanya-tanya mengapa mereka harus menunggu sampai balapan dimulai untuk mengajukan protes, padahal sebelumnya ada satu pekan untuk melakukannya," tuturnya.
Tegaskan Fungsi MSMA
Ciabatti juga meyakini bahwa keluhan-keluhan mengenai regulasi teknis semestinya tak harus melibatkan FIM MotoGP Stewards dan MotoGP Court of Appeal, mengingat para pabrikan peserta biasanya berdiskusi dengan tenang dan damai dalam pertemuan-pertemuan Asosiasi Pabrikan (MSMA).
"Beberapa hal memang selalu tak menyenangkan, karena mereka 'merebut' kesenangan orang usai meraih hasil penting, dan karena mereka melakukan protes usai balapan, serta menciptakan kontroversi yang mungkin tak kami butuhkan. Dalam situasi ini, kamilah yang 'menderita'. Yang bisa kami katakan adalah, ada MSMA, dan kami harus memanfaatkan badan ini lebih sering dan lebih baik," tutupnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 29 Oktober 2026 17:51Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
-
Otomotif 29 Oktober 2026 10:18Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 29 Oktober 2026 22:18Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
-
Liga Inggris 29 Oktober 2026 21:58Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
BERITA LAINNYA
-
otomotif 29 Oktober 2026 17:51Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
-
otomotif 29 Oktober 2026 10:18Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
-
otomotif 27 Oktober 2026 20:40Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
SOROT
-
Liputan6 29 Oktober 2026 22:11Prabowo Segera Resmikan 1.413 Titik Listrik Desa
-
Liputan6 29 Oktober 2026 21:45Rincian Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games dari Prabowo
-
Liputan6 29 Oktober 2026 20:23Kubu Gibran Tunjukkan Riwayat Pendidikan, Penggugat Soroti Bukti Penyetaraan
-
Liputan6 29 Oktober 2026 19:55Prabowo Sebut Olahraga Jadi Simbol Kehormatan Bangsa
-
Liputan6 29 Oktober 2026 19:39Momen Massa Trisakti Bakar Flare Sebelum Bubarkan Diri
-
Liputan6 29 Oktober 2026 19:11Prabowo Tekankan Kedaulatan di UU Satu Data Indonesia
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309734/original/019415900_1785244482-1000390994.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385897/original/098515500_1793278230-IMG-20261029-WA0170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385915/original/075393800_1793280225-IMG_0682.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385893/original/039717800_1793277580-254265.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385874/original/009652400_1793275898-Screenshot_20261029_183025_Instagram.jpg)
