FOLLOW US:


Fabio Quartararo Kini jadi Tumpuan Prancis di MotoGP, Mampukah?

22-07-2020 09:11

 | Afdholud Dzikry

Fabio Quartararo Kini jadi Tumpuan Prancis di MotoGP, Mampukah?
Selebrasi Fabio Quartararo usai juarai MotoGP Jerez 2020. © AP Photo

Bola.net - Kemenangan Fabio Quartararo di MotoGP Jerez 2020 akhir pekan lalu memunculkan optimisme dari publik Prancis pada musim balapan tahun ini.

Maklum sejarah mencatatat belum pernah ada pembalap Prancis jadi juara dunia di kelas tertinggi Kejuaraan Dunia Balap Motor. Baik itu era 500cc sampai MotoGP.

Tercatat ada enam pembalap Prancis pernah juara dunia. Tapi semua terjadi bukan di kelas premier. Sebut saja Christian Sarron, Mike Di Meglio, Olivier Jacque sampai Johann Zarco.

Tapi nama-nama di atas selalu gagal meraih titel juara dunia atau bahkan kemenangan ketika naik kelas ke kelas tertinggi.

Nama Sarron sempat jadi harapan Prancis usai jadi juara dunia kelas 250cc tahun 1984. Tapi ketika naik ke 500cc, ia hanya bisa merasakan satu kemenangan dan total 37 podium.

Prestasi terbaik Sarron adalah finis ketiga pada musim 1985 dan 1989. Usai kemenangan Sarron, Prancis butuh waktu lama untuk kembali memiliki pembalap yang bisa menang di kelas tertinggi.

Tepatnya pada lomba di Valencia tahun 1999. Kala itu, Regis Laconi finis pertama. Tapi sepak terjang Laconi terhenti sampai di situ. Dia mengakhiri karier tanpa pernah merasakan kemenangan lagi.

1 dari 3

Johann Zarco Sempat Jadi Harapan

Publik Prancis sejatinya sempat menaruh harapan besar terhadap Johann Zarco. Sepak terjangnya di kelas Moto2 begitu fantastis.

Dia merupakan juara dunia kelas Moto2 dua musim berturut-turut: 2015 dan 2016. Sampai sekarang belum pernah ada pembalap bisa menyamai prestasi Zarco.

Zarco pun sempat mencuri perhatian ketika naik kelas ke MotoGP musim 2017. Bersama tim satelit Yamaha Tech 3, ia bisa naik podium tiga kali dan dua kali pole position.

Prestasi sama terulang satu tahun berikutnya. Sehingga ia kembali mencicipi posisi enam klasemen. Sayang pada MotoGP 2018, Zarco membuat keputusan salah.

Melihat kans naik ke tim pabrikan Yamaha tidak ada, Zarco justru menerima tawaran pabrikan baru di MotoGP, KTM. Di KTM inilah, karier pembalap berusia 30 tahun ini mulai menurun.

Dia gagal beradaptasi dan mengakhiri kontrak bersama KTM ketika MotoGP 2019 baru berjalan 13 putaran. Kini MotoGP 2020, ia harus terdampar di tim satelit Avintia Ducati.

2 dari 3

Kini Era Fabio Quartararo

Sekarang tidak bisa dimungkiri, keberadaan Fabio Quartararo merupakan alasan publik Prancis bisa melihat ada pembalap dari negara mereka bisa juara dunia MotoGP.

Jika tidak musim ini, setidaknya Quartararo telah membuktikan punya potensi fantastis. Apalagi dua musim ke depan, ia telah mengamankan kontrak di tim pabrikan Yamaha. Ditambah usianya masih sangat muda: 21 tahun.

Kini step pertama sudah berhasil dilalui Fabio Quartararo. Dia jadi pembalap pertama Prancis bisa menang di kelas tertinggi sejak sukses Laconi di Valencia 1999.

3 dari 3

Saksikan Video Menarik Ini

Disadur dari: Bola.com (Hendry Wibowo)

Published: 22/7/2020