
Bola.net - Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, kini sudah legawa melihat kegagalannya menjuarai MotoGP 2020 bersama Petronas Yamaha SRT. Kepada Diario AS, Sabtu (14/8/2021), ia menyatakan bahwa kegagalannya kala itu diakibatkan oleh banyak hal, di antaranya masalah teknis, tekanan publik, dan kurangnya pengalaman.
Quartararo memang mengawali musim 2020 sebagai kandidat juara dunia, terutama usai merebut tujuh podium dan enam pole pada musim perdananya di kelas para raja, apalagi ia juga sukses mengakhiri musim di peringkat 5. Ia pun menjalani musim 2020 dengan tiga kemenangan dan memimpin klasemen selama sembilan seri perdana.
Sayangnya, performanya sangat angin-anginan dan tak konsisten, terutama pada paruh kedua musim, di mana motor YZR-M1 versi 2020 mengalami banyak kendala teknis. Mengingat itu adalah musim keduanya di MotoGP, Quartararo belum paham betul caranya menghadapi masalah tersebut hingga ia jadi sering uring-uringan.
Sering Utak-Atik Motor 2020 Akibat Kendala Teknis

"Saya merasa kini menjadi pembalap yang lebih lengkap ketimbang tahun lalu. Pertama, karena saya punya motor yang lebih kompetitif dan lebih konstan, hingga ini juga bisa membantu saya meraih hasil yang lebih konsisten. Tahun lalu, kami mengalami begitu banyak masalah teknis," ungkap pembalap asal Prancis ini.
"Selain itu, kurangnya pengalaman juga sangat terlihat, terutama usai 2019, saat saya tampil sangat baik, meraih tujuh podium dan enam pole. Pada 2019, kami tak utak-atik motor sama sekali, tapi pada 2020 justru sebaliknya. Saya sangat tak konsisten dan sangat gugup, karena saya memimpin klasemen selama 10 seri," lanjutnya.
Tekanan dari pihak luar juga terus menghujaninya. Ia dianggap tak layak jadi juara dunia akibat performanya yang tak konsisten. Banyak yang memprediksi ia akan gagal juara, dan komentar-komentar itu memengaruhi mentalitasnya. Namun, kini Quartararo sudah bekerja dengan psikolog untuk menjaga dirinya tetap tenang.
Lebih Fokus Raih Hasil Sebaik Mungkin di Tiap Balapan
"Tak hanya dapat tekanan, saya juga stres. Orang-orang bilang saya akan kehilangan puncak klasemen dan ini bikin saya makin stres. Tapi kini saya telah belajar mengendalikannya, karena kini saya menghadapi balapan seolah itu balapan pertama musim ini, yakni untuk menang dan meraih hasil terbaik," ungkapnya.
Quartararo menyatakan bahwa meski kini dirinya telah mendapatkan motor YZR-M1 yang lebih nyaman dikendarai, ia tak mau terlalu fokus pada perebutan gelar dunia, lebih memilih menjalani balapan demi balapan dan meraih hasil sebaik mungkin di tiap sesi. Kini, ia bahkan sudah unggul 47 poin dari para rival terdekatnya.
"Kini saya tak turun lintasan dengan pikiran bahwa saya harus finis di depan pembalap ini dan itu. Saya tak lagi melakukannya, dan kini lebih fokus meraih hasil sebaik mungkin. Kini semuanya berjalan lebih alami dan ini sangat membantu saya dalam memperebutkan gelar dunia," pungkasnya.
Sumber: Diario AS
Baca Juga:
- Petronas Yamaha SRT Ingin Beri Jake Dixon Kans Unik di MotoGP Inggris
- Fabio Quartararo Buka-bukaan Soal Kesehatan Mental, Faktor Penting di MotoGP 2021
- Rasakan Sendiri Manuver Agresif Marc Marquez, Jorge Martin Justru Girang
- Dorna: Valentino Rossi Tak Tergantikan, MotoGP Takkan 'Maksa' Cari Ikon Baru
- Jadwal Pekan Balap Formula 1 GP Belgia 2021
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 27 Juli 2026 22:25AC Milan Temukan 2 Kebutuhan Mendesak usai Imbang Lawan Celtic
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 27 Juli 2026 22:21Kanit PPA Luwu Utara Dicopot Usai Diduga Aniaya Tahanan
-
Liputan6 27 Juli 2026 22:17Kasat Narkoba Polres Tangsel Diperiksa Propam, Ini yang Didalami
-
Liputan6 27 Juli 2026 21:33Babak Baru Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok Massa, Makam Dibongkar Polisi
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308706/original/062753100_1785167843-924737.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308699/original/032492300_1785166184-IMG_0896.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308694/original/051909400_1785165830-924414.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308228/original/021608300_1785132849-5561f5af-6e36-41d6-9e2d-2e7ad7cfb0ec.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308689/original/004342000_1785165429-1001503148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308675/original/007927300_1785162845-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_15.46.42.jpeg)
