
Bola.net - Eks pembalap MotoGP, Jorge Lorenzo, mengaku sedih tak bisa tampil garang bersama Repsol Honda pada 2019, yakni tahun terakhirnya berkompetisi. Padahal, kala itu ia bertandem dengan Marc Marquez, mengawinkan 13 gelar dunia sekaligus, dan dilabeli sebagai 'dream team'. Hal ini ia katakan lewat acara 'Espejo Publico' di Antena 3.
Keputusan Lorenzo bergabung dengan Honda memang bikin gempar paddock MotoGP pada pertengahan 2018, usai ia mengalami cekcok dengan CEO Ducati Motor Holding, Claudio Domenicali. Dua musim membela Tim Merah, Lorenzo terlambat adaptasi dan Domenicali tak sabar. Alhasil, keduanya memilih berpisah.
Lorenzo kala itu sempat digosipkan akan kembali ke Yamaha lewat Petronas SRT, namun setelah Dani Pedrosa diisukan bakal pensiun, lima kali juara dunia ini segera menawarkan dirinya kepada Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig. Sayangnya, konsep 'dream team' yang mereka usung sama sekali tak sukses pada 2019.
Ekspektasi yang Sangat Tinggi

"Pada 2019, usai saya tanda tangan dengan Honda, semua tampak menyenangkan. Semua orang bicara soal 'dream team' dengan Marc, bilang bahwa kami dua rider yang paling sering menang dalam satu dekade terakhir... Sayang, saya memulai kiprah dengan cedera," kisah Lorenzo seperti yang dikutip MotosanGP, Selasa (15/6/2021).
Sejak awal 2019, Lorenzo kerap dapat nasib sial. Selain motor RC213V mengalami perubahan radikal, ia jatuh saat latihan flat track hingga tulang scaphoid-nya patah. Ia juga jatuh lagi di Qatar hingga tulang rusuknya retak. Belum lagi, pada pertengahan musim ia kecelakaan di Assen dan mengalami retak pada dua ruas tulang belakang.
Akibat cedera punggung itu, Lorenzo pun harus absen selama beberapa balapan. Saat kembali berlaga, ternyata kondisi fisiknya juga tak kunjung kembali pulih. Akhirnya, meski masih punya kontrak dengan Honda untuk musim 2020, lima kali juara dunia ini memutuskan pensiun pada akhir musim dalam usia 32 tahun.
Usai 18 Tahun Berkorban, Kini Saatnya Nikmati Hidup
"Scaphoid saya patah pada masa pramusim, dan lalu patah tulang rusuk di balapan pertama. Saya tak bisa adaptasi dengan motor kami, motor yang sangat rumit. Hasil baik pun tak datang. Saya pergi saat masih terkontrak dengan Honda, masih ada setahun, tapi saya tak tahan. Semuanya runtuh, dan kemudian cedera tulang belakang di Assen terjadi," kisah Lorenzo.
Menjelang masa-masanya pensiun, Lorenzo mengakui depresi karena tak kompetitif. Ia sangat kesulitan masuk 15 besar, dan ini membuat mentalnya kian hancur. "Saya kerap memenangi balapan dengan keunggulan 20 detik, dan saya justru menjalani balapan-balapan di mana saya finis terbuncit," tutur pria berusia 34 tahun ini.
"Di Australia, saya finis terakhir dan tertinggal 10 detik dari rider yang ada di depan saya. Saya masih orang yang sama, namun motornya berbeda. Dari rider terbaik, jadi rider terburuk. Saya tak adaptasi, ditambah cedera. Jadi, usai 18 tahun berkorban, kini saatnya menikmati hidup," pungkas Lorenzo, yang juga eks pembalap Yamaha.
Sumber: Antena 3, MotosanGP
Video: Sirkuit Mandalika Siap Sambut MotoGP 2021
Baca Juga:
- Jorge Lorenzo: Saya Sukses Berkat Didikan 'ala Hitler' dari Ayah
- Kembalinya 'SachsenKing': Marc Marquez Ingin Lebih Garang di Jerman Meski Belum Pulih
- Sachsenring Mengecoh, Valentino Rossi Siaga Hadapi Pekan Balap yang Sulit
- Bos Petronas Yamaha SRT Sambut Baik Hadirnya Mandalika di MotoGP 2022
- Soal Kans Gantikan Valentino Rossi, Toprak Razgatlioglu: Saya Happy di WorldSBK
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 Maret 2026 06:13 -
Liga Inggris 7 Maret 2026 05:16 -
Liga Spanyol 7 Maret 2026 05:15 -
Liga Inggris 7 Maret 2026 05:04 -
Bundesliga 7 Maret 2026 04:57 -
Liga Eropa Lain 7 Maret 2026 04:50
MOST VIEWED
- Jorge Martin Takjub Lihat Dominasi Marco Bezzecchi di MotoGP Thailand 2026: Level Performanya Berbeda!
- Jadi Murid Valentino Rossi Tak Halangi Pecco Bagnaia Akur dengan Marc Marquez, Justru Sering Dapat Nasihat
- Serunya Kunjungan Luca Marini dan Joan Mir ke Bali, Belajar Budaya Lokal Bareng Honda
- Formula 1 dan WEC Utamakan Keselamatan Terkait Konflik Timur Tengah, Bagaimana dengan MotoGP?
HIGHLIGHT
- 6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, ...
- 5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemi...
- 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Men...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)

