
Bola.net - Lima tahun terakhir digadang-gadang sebagai tahun-tahun terbaik MotoGP, kompetisi yang makin ketat pun semakin menarik minat banyak penggemar, dan para rider muda dan baru pun makin banyak berdatangan pula di kelas tertinggi.
Para rider baru yang datang ini tentu saja sangat fokus pada performa mereka di lintasan, meski begitu mereka juga tak boleh melupakan beberapa hal kecil yang cukup penting, seperti nomor balap mereka.
Nomor balap seolah menghadirkan sugesti tertentu dalam mentalitas pebalap. Nomor pilihan mereka secara tak sadar juga bisa meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi karena dianggap mampu mewakili karakter mereka di lintasan.
Sayangnya, nomor balap juga tak bisa asal dipilih, karena beberapa nomor pastinya telah dimiliki oleh para rival, dan beberapa di antaranya juga telah dipensiunkan, yang artinya tak boleh dipakai lagi.
Alhasil, ada beberapa pebalap yang selama dua musim terakhir ini harus berganti nomor, dan mereka juga punya kisah unik yang melatarbelakangi keputusannya. Siapa saja sih mereka? Simak yang berikut ini ya, Bolaneters!
Francesco Bagnaia

Francesco Bagnaia menjalani debutnya di Moto3 pada 2013 dengan nomor 4, namun berganti ke nomor 21 saat ia membela Sky Racing VR46 pada 2014. Nomor 21 dipilih karena Sky merupakan stasiun televisi yang bernaung di bawah 21st Century Fox. Ia tetap memakai motor ini saat membela Aspar Mahindra.
Saat naik ke Moto2 pada 2017, meski kembali membela Sky Racing VR46, Bagnaia tak bisa mempertahankan nomor 21 karena nomor itu telah dipakai oleh rekan sesama anggota VR46 Riders Academy, Franco Morbidelli. 'Pecco' pun memilih menggandakan nomornya menjadi 42.
Saat naik ke MotoGP pada 2019, lagi-lagi Bagnaia tak bisa mempertahankan nomor 42, karena telah dipakai oleh Alex Rins. Ia pun memilih nomor 63, yakni tiga kali kelipatan dari nomor 21.
Miguel Oliveira

Sejak awal kariernya di GP125 2011, Miguel Oliveira selalu pakai nomor 44. Meski begitu, ia tak bisa memakai nomor tersebut saat naik ke MotoGP pada 2019, karena nomor itu telah dimiliki oleh Pol Espargaro.
Rider Portugal pertama yang turun di MotoGP ini pun harus mengalah pada Espargaro, dan mengikuti jejak Bagnaia, yakni menggandakan nomornya menjadi 88.
Mika Kallio

Sejak turun di Moto3 pada 2016, Joan Mir selalu pakai nomor 36. Ia memang tak pernah harus ganti nomor, namun motor itu sejatinya telah identik dengan Mika Kallio. Mir pun membuat Kallio harus mengalah karena test rider KTM asal Finlandia itu tak lagi turun di MotoGP secara reguler.
Kallio pun mengubah nomornya menjadi 66 dalam uji coba pramusim di Sepang pada 2019, namun saat diminta KTM untuk menggantikan Johann Zarco dalam enam seri terakhir 2019, ia justru berganti ke nomor 82, yang juga berasal dari tahun kelahirannya, 1982.
"Tak ada yang punya nomor 66 pada 2019, jadi saya ambil saja (untuk uji coba). Tapi saya pikir saya relasi dengan nomor 66, jadi saya kembali pakai nomor 82, nomor yang saya pakai dalam debut saya di GP125 pada 2001 silam," ungkapnya via Speedweek.
Maverick Vinales

Sejak menjalani debut GP125 2011, Maverick Vinales selalu pakai nomor 25, dan pernah sekali ganti ke nomor 40 saat membela Pons HP 40 di Moto2 2014. Nomor 40 memang sudah tradisi dipakai oleh pebalap utama tim asal Spanyol tersebut, sesuai sponsor yang mendukung mereka.
Saat naik ke MotoGP pada 2015, Vinales pun kembali pakai nomor 25. Ia sempat ingin pakai nomor 12 pada 2018, namun tak bisa karena nomor itu dipakai oleh Thomas Luthi. Usai Luthi kembali ke Moto2 pada 2019, keinginan Vinales memakai 12 pun terwujud. Uniknya, ternyata nomor 12 merupakan nomor 'asli' Vinales.
"Saat saya masih kecil, saya selalu berkendara pakai nomor 12 dan 100, yakni 12 untuk road race, sementara 100 untuk motocross. Sudah bertahun-tahun saya ingin pakai nomor 12 lagi, tapi tak pernah merasakan cara terbaik untuk melakukannya. Jadi ini waktunya untuk berubah, menjadi Maverick yang baru," tuturnya.
Brad Binder

Selama turun di Moto3 dan Moto2, Brad Binder selalu pakai nomor 41. Sayangnya, ia tak bisa membawa nomor ini ke MotoGP tahun ini, karena nomor itu telah dipakai oleh Aleix Espargaro. Ia pun memilih berganti ke nomor 33.
Pebalap asal Afrika Selatan ini pun punya alasan tersendiri. "Saya pilih nomor 33 karena nomor ini mempermudah saya memilih desain yang menunjukkan inisial nama saya, BB," ungkap rider berusia 24 tahun ini.
Uniknya, nomor 33 tadinya sangat identik dengan nomor eks rider MotoGP dan WorldSBK, Marco Melandri, yang juga memilihnya berkat mirip dengan inisial namanya, MM, ketika dimiringkan. Melandri pun mendukung Binder memakai nomor itu, "Nomor yang bagus!" tulisnya dalam kolom komentar Instagram Binder.
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 21 Juli 2026 20:00Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
-
Piala Dunia 21 Juli 2026 19:40Piala Dunia 64 Tim Berpotensi Ubah Peta Ekonomi Sepak Bola Global
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:22Satgas PRR Minta Pemda Gerak Cepat Siapkan Lahan Hunian Tetap
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:15Kemendagri Ungkap Kunci Percepatan Eliminasi TBC
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:06Staf Pemkot Parepare Minta Maaf Usai Insiden Flare Nobar Piala Dunia
-
Liputan6 21 Juli 2026 19:52Prajurit TNI Dibunuh di Tangerang, Empat Pelaku Ditangkap
-
Liputan6 21 Juli 2026 19:43Pesan Megawati untuk Anak Muda
-
Liputan6 21 Juli 2026 19:38Prabowo Beri Tenggat Sebulan, BGN Siap Bongkar Ulang Penerima MBG
MOST VIEWED
Yamaha Racing Indonesia Kuasai Latihan Perdana R3 BLU CRU Asia Pacific 2026: Abid Tercepat, Ditempel Sabian
Aktor Thailand Ing Asavanund Ramaikan Persaingan di Yamaha Sunder Race 2026, Turun pada Kelas R3 BLU CRU Asia-Pacific
Reynaldi Junior Wakili Indonesia di Podium Hari Pertama R3 Blu Cru Asia Pasific 2026
Bukan Juara, tetapi Paling Diburu! Ing Asavanund Jadi Magnet Yamaha Sunday Race 2026 di Mandalika
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303527/original/059828600_1784640130-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_19.53.39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303520/original/002158000_1784639756-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_19.53.37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303503/original/008658600_1784639183-897503.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303499/original/027949900_1784638381-TKP_Prajurit_TNI_Dibunuh_di_Tangerang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303488/original/013324200_1784637812-IMG_9431.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303483/original/026947400_1784637516-IMG_3166.jpeg)

