
Bola.net - Usai menjalani rehat musim panas selama lima pekan, MotoGP akan kembali beraksi di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada 4-6 Agustus 2023. Uniknya, ada beberapa aturan baru yang diperkenalkan secara mendadak mulai akhir pekan nanti.
Salah satunya adalah format baru pekan balap kelas MotoGP, yang akan memengaruhi syarat lolos ke sesi Kualifikasi 2 (Q2). Di lain sisi, MotoGP kini juga menggunakan sensor baru untuk tekanan ban para rider, yang mendorong potensi panen penalti pada sisa musim ini.
Para pembalap dan tim pun diharapkan bisa segera beradaptasi pada aturan-aturan yang diubah secara mendadak dan yang anehnya baru diterapkan pada pertengahan musim ini. Jika mereka bisa melakukannya, MotoGP akan mempertahankan aturan ini pada 2024 nanti.
Berikut empat aturan baru yang diperkenalkan secara mendadak di MotoGP mulai Seri Inggris 2023. Simak yuk, Bolaneters!
Format Baru Pekan Balap MotoGP

Sesuai permintaan para peserta, Grand Prix Commission (GPC) mengubah format pekan balap kelas MotoGP. Perubahan ini diminta oleh para rider dan tim agar mereka tak harus ngotot sejak sesi latihan pertama demi lolos ke sesi Kualifikasi (Q2), yakni format yang sejak awal tahun dianggap berbahaya. Berikut perubahannya.
- Sesi latihan pertama (P1) pada Jumat pagi kini diubah menjadi sesi latihan bebas pertama (FP1).
- Sesi latihan kedua (P2) pada Jumat siang kini diubah menjadi sesi latihan (P).
- Sesi latihan bebas (FP) pada Sabtu pagi kini diubah menjadi sesi latihan bebas kedua (FP2).
Perubahan Syarat Lolos ke Sesi Q2

Dengan diubahnya format pekan balap MotoGP, maka setiap sesi latihan kini juga memiliki fungsi yang berbeda-beda. Alhasil, syarat bagi para rider untuk lolos ke sesi Q1 dan Q2 sekarang berubah total.
Pada awal tahun ini, kombinasi catatan waktu sesi P1 dan P2 dijadikan penentu rider yang lolos ke Q1 dan Q2. Kini, hanya sesi P pada Jumat siang yang dijadikan penentu. Sebanyak 10 rider tercepat di sesi P berhak lolos ke Q2, sementara sisanya harus melewati sesi Q1 lebih dulu.
Sementara itu, sesi FP1 dan FP2 akan digelar dalam situasi yang lebih rileks, dan hanya akan digunakan para rider untuk mencari setup atau konfigurasi terbaik pada motor-motor mereka.
Penyeragaman Sensor Tekanan Ban

MotoGP juga resmi menyeragamkan sensor tekanan ban. Sebelum Seri Inggris, tim-tim MotoGP diizinkan memakai sensor dari suplier berbeda-beda. Penyeragaman sensor ini diharapkan bisa lebih tegas menindak para rider yang tekanan bannya melebihi batas minimum yang telah ditentukan Michelin.
Namun, mengingat baru diperkenalkan pada tengah musim, sensor tekanan ban teranyar ini untuk sementara hanya akan digunakan dalam sprint race dan main race. Harapannya, sensor ini juga akan dipakai di setiap sesi mulai 2024.
Hukuman untuk Pelanggaran Tekanan Ban

Sebelumnya, para rider yang tekanan bannya ketahuan melebihi batas minimum, dijatuhi hukuman diskualifikasi dari sebuah sesi. Namun, dengan sensor baru, FIM Stewards untuk sementara memberikan hukuman waktu berskala bagi si pelanggar.
Sekalinya semua tim dan pembalap beradaptasi dengan sistem ini, MotoGP akan kembali mengaplikasikan standar penalti pada 2024, yakni diskualifikasi dari sebuah sesi. Berikut skala hukuman waktu yang ditentukan FIM Stewards.
Pelanggaran pertama: Peringatan
Pelanggaran kedua: Hukuman 3 detik
Pelanggaran ketiga: Hukuman 6 detik
Pelanggaran keempat: Hukuman 12 detik
Baca juga:
- Kelingking Pulih, Joan Mir Akhirnya Comeback di MotoGP Inggris
- 5 Momen Bersejarah Formula 1 14 Tahun Lalu: Awal Mula Rivalitas Mercedes vs Red Bull
- 5 Momen Ikonik MotoGP 14 Tahun yang Lalu: Rossi vs Lorenzo Sedang Panas-panasnya!
- 'Marc Marquez Bisa Kuat di Ducati, Tapi Bakal Tetap Setia pada Honda'
- Alvaro Bautista Digosipkan Tes MotoGP Lagi, Jadi Penentu Wildcard di Sepang?
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 31 Oktober 2026 14:43Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
-
Otomotif 31 Oktober 2026 10:47Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 31 Oktober 2026 23:47Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:39Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:02Lisandro Martinez yang Konyol!
BERITA LAINNYA
-
otomotif 31 Oktober 2026 14:43Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
-
otomotif 31 Oktober 2026 10:47Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
-
otomotif 31 Oktober 2026 10:32Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
MOST VIEWED
Ducati Berpeluang 'Team Order' di MotoGP Malaysia 2026, Marc Marquez Kirim Sinyal Tentang Alex Marquez
Aspal Sirkuit Sepang Hancur Jelang MotoGP Malaysia 2026, Pembalap Mengeluh Sebut Lintasan Mirip Arena Motocross!
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
MotoGP Petronas Grand Prix of Malaysia 2026: Marquez Ingin Menjauh, Aprilia Menolak Menyerah
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
