
- Semusim belakangan, terlihat begitu banyak aksi saling salip terjadi di MotoGP, terutama di awal balapan. Puncaknya terjadi di Assen, Belanda pada awal Juli lalu, di mana delapan rider saling salip dan memperebutkan kemenangan sejak lap pertama hingga mencapai garis finis. Test rider Ducati Corse, Casey Stoner memiliki pendapat soal anomali ini.
Stoner tak memungkiri bahwa aksi saling salip ini menarik untuk ditonton, dan bukti bahwa persaingan semakin seimbang. Kepada MotoGP.com, Stoner juga menyatakan bahwa baik sesi kualifikasi maupun sesi balap kini tak bisa terprediksi lagi.
"Bahkan dalam kualifikasi dan balapan, Anda takkan tahu siapa yang akan ada di depan. Tahun ini seolah tak ada 'buku panduan', Anda hanya akan menunggu hari Minggu dan melihat apa yang akan terjadi," tutur Stoner dalam wawancaranya bersama MotoGP.com.
Terlalu Fokus pada Q2

Stoner yakin adanya dua sesi kualifikasi sejak 2013 punya peran penting dalam ketatnya persaingan di MotoGP. Menurutnya, aturan ini secara tak langsung mengubah dinamika balapan, karena kini para rider tak lagi fokus mencari ritme yang baik dalam sesi latihan, melainkan hanya berlomba-lomba mencatat waktu tercepat demi lolos ke sesi kualifikasi kedua (Q2).
"Saya lihat banyak rider tak lagi mempersiapkan setup motor mereka untuk jarak balap, dan secara relatif hanya berusaha langsung masuk ke Q2. Jadi mereka hanya memasang ban, berusaha mencatatkan waktu tercepat di sesi latihan agar masuk Q2. Jadi MotoGP kini sudah berubah," ujar rider Australia ini.
Tak Mencapai Limit Performa

Stoner yakin, akibat tak fokus pada setup motor selama sesi latihan, performa para rider justru tak mencapai puncaknya saat hari balapan tiba. Dengan begitu, performa mereka kian setara hingga mengakibatkan banyaknya aksi salip, terutama di lap-lap pertama.
"Pada awal balapan, Anda bisa lihat begitu banyak aksi salip, dan saya rasa ini karena para rider tak berada pada limitnya. Jika Anda mencapai limit, saya rasa Anda takkan balapan seperti sekarang, karena tak ada margin yang besar pada titik pengereman dan atas alasan inilah Anda melihat banyak aksi salip di awal balapan," ungkapnya.
Makin Berbahaya

Juara dunia MotoGP 2007 dan 2011 ini meyakini aksi salip ini tentu sangat menarik untuk ditonton, namun di lain sisi justru mempertinggi level bahaya di lintasan. "Secara umum, pada akhir balapan, para rider yang tak lagi mau 'bermain-main' akan melesat dan menghilang di depan," jelasnya.
"Kemudian Anda akan lihat lebih sedikit aksi salip. Jadi jika Anda lihat banyak aksi salip, itu karena banyak rider tak mencapai limit performanya. Jika mereka ada pada limitnya, maka tak akan ada jumlah aksi salip yang terlalu tinggi. Hal ini mengakibatkan sedikit bahaya di awal balapan," pungkasnya. (mgp/dhy)
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 30 Oktober 2026 16:50Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
-
Otomotif 30 Oktober 2026 16:40Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
-
Otomotif 30 Oktober 2026 16:06Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 30 Oktober 2026 22:58Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:57Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
-
Piala Dunia 30 Oktober 2026 22:20Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:07Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
BERITA LAINNYA
-
otomotif 30 Oktober 2026 16:50Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
-
otomotif 30 Oktober 2026 16:40Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
-
otomotif 30 Oktober 2026 16:06Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
-
Liputan6 30 Oktober 2026 19:47KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Sita Dokumen dan Uang
MOST VIEWED
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Ducati Berpeluang 'Team Order' di MotoGP Malaysia 2026, Marc Marquez Kirim Sinyal Tentang Alex Marquez
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Siap Ambil Risiko, Sebut Jorge Martin Bakal Tampil Cepat
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)
