
Bola.net - Enam kali juara dunia sekaligus eks rider MotoGP, Max Biaggi, buka-bukaan soal rivalitas sengitnya dengan Valentino Rossi, yang sampai saat ini masih berlangsung meski keduanya tak lagi sama-sama bertarung di lintasan. Lewat Corsedimoto, Kamis (24/6/2021), Biaggi mengaku rivalitas ini tersulut gara-gara media massa.
Rivalitas Rossi vs Biaggi ini sudah terbentuk pada 1997, uniknya saat Rossi masih turun di GP125 dan Biaggi ada di GP250. Sebagai dua rider kebanggaan Italia, keduanya ingin jadi nomor satu di negara mereka dan kerap melakukan psywar alias perang psikis. Rivalitas mereka jadi makin sengit saat Rossi menyusul Biaggi ke GP500.
Di kelas GP500 dan MotoGP, mereka tak hanya perang lewat media massa, namun juga sengit di lintasan dan kerap mengalami insiden-insiden kontroversial, termasuk saat keduanya saling tonjok sesaat sebelum naik podium di GP500 Catalunya, Spanyol, pada 2001. Biaggi pun mengingat masa-masa kelam tersebut.
Merasa 'Amatir' karena Tak Pernah Diskusikan Masalah

Sampai kini, Rossi dan Biaggi masih beraktivitas di paddock MotoGP, di mana The Doctor masih aktif balapan, sementara The Roman Emperor aktif sebagai duta Aprilia dan bos tim Sterilgarda Max Racing Team Moto3. Uniknya, sampai kini mereka masih saling diam dan tak berkomunikasi, meski Biaggi sangat menyayangkannya.
"Kami punya kisah versi masing-masing. Kami bertarung satu sama lain, bikin satu sama lain terkenal, dan bikin satu sama lain jadi sisi baik dan sisi buruk. Tahun-tahun itu, kami sungguh tak cerdas karena tak berkomunikasi satu sama lain, hanya bicara lewat media massa, yang kala itu hidup pada masa emasnya," tutur Biaggi.
"Mereka memancing kami dengan umpan mereka. Tiap ada peristiwa sekecil apa pun, kisahnya jadi sepuluh kali lipat lebih besar. Kala itu kami dua anak amatiran yang terbelit masalah karena tak berusaha membicarakannya atau setidaknya sedikit hubungan secara langsung," lanjut empat kali juara GP250 dan dua kali juara WorldSBK ini.
Ogah Hakimi Keputusan Valentino Rossi

Ketika ditanya apakah masih ada harapan bagi keduanya untuk berdamai, Biaggi tak memberikan pernyataan secara gamblang. Namun, pria yang akan berusia 50 tahun pada 26 Juni nanti ini tak menutup kans keduanya akan bicara satu sama lain. "Mungkin bisa terjadi beberapa tahun lagi," ungkapnya.
Meski tak pernah mengobrol dengan Rossi, Biaggi uniknya kerap memberikan pujian atas motivasi dan kegigihan sang sembilan kali juara dunia untuk meraih hasil baik di MotoGP dan tetap balapan meski tak lagi muda. Biaggi pun mengaku ogah banyak komentar soal peluang Rossi untuk pensiun akhir musim nanti.
"Saya tak mau memberinya nasihat, apalagi menghakimi. Namun, pada usia 50 tahun, saya merasa hanya bisa bilang bahwa jika Anda ingin melakukan sesuatu, mengapa tak melakukannya saja? Namun, tentu, Anda akan berhadapan dengan banyak kritik," pungkasnya.
Sumber: Corsedimoto
Video: Sujud Syukur Marc Marquez Usai Menangi MotoGP Sachsenring
Baca Juga:
- Marc Marquez: Cedera Lengan Lebih Bikin Cemas daripada Cedera Mata 2011
- Marc Marquez: Valentino Rossi Terus Balapan Karena Senang, Tapi Saya Ogah Begitu
- 'Marc Marquez Sudah Belajar Bahwa Luka Bisa Jadi Berkah'
- 'Disembunyikan' Selama 6 Tahun, Ini Kronologi Cedera Lutut Franco Morbidelli
- Toprak Razgatlioglu Tolak Gantikan Franco Morbidelli di MotoGP Assen, Ini Alasannya
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Champions 29 Januari 2026 09:34
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 29 Januari 2026 14:52 -
Liga Champions 29 Januari 2026 14:43 -
Bola Indonesia 29 Januari 2026 14:16 -
Liga Champions 29 Januari 2026 14:15 -
Liga Champions 29 Januari 2026 14:04 -
Otomotif 29 Januari 2026 13:31
MOST VIEWED
- Hore! Valentino Rossi Akhirnya Jajal Sirkuit Mandalika untuk Pertama Kali, Dampingi VR46 Riders Academy Latihan
- Ducati Beber Cara Marc Marquez 'Lindungi' Pecco Bagnaia Saat Hadapi Beratnya MotoGP 2025
- Punya Firasat Baik, Ducati Sinyalir Gaji Tak Jadi Masalah dalam Negosiasi Kontrak Baru Marc Marquez
- Maverick Vinales Dirumorkan Bakal Gantikan Pedro Acosta di Red Bull KTM Factory Racing MotoGP 2027
HIGHLIGHT
- 9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan...
- 5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke...
- 5 Klub Potensial untuk Xabi Alonso Setelah Pergi d...
- 5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5125338/original/089768900_1738928255-20250207-IHSG-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487691/original/000707700_1769672999-WhatsApp_Image_2026-01-29_at_14.38.56.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487684/original/080771300_1769672624-1001569171.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487641/original/066727200_1769671407-Screenshot_2026-01-29-11-19-37-82.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5360697/original/082788100_1758719568-183357.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3228798/original/078860800_1599213018-20200904-Memanfaatkan-Wi-Fi-Gratis-untuk-Pembelajaran-Jarak-Jauh-IMAM-1.jpg)

