
Bola.net - Di sela MotoGP Italia di Sirkuit Mugello pada 27-29 Mei 2022 nanti, Valentino Rossi sekali lagi akan mendapatkan penghormatan dari Dorna Sports selaku promotor ajang Grand Prix. Nomor balapnya, yakni #46 resmi akan dipensiunkan.
Dorna Sports pun mengumumkan hal ini di sela Seri Le Mans, Prancis, pada 14 Mei lalu. Padahal, sang sembilan kali juara dunia ini sudah sempat menyatakan penolakan jika suatu saat nanti Dorna Sports berniat memensiunkan nomor balapnya.
Pengakuan itu bahkan dinyatakan Rossi dalam jumpa pers MotoGP San Marino di Sirkuit Misano pada 2016, tepat ketika Dorna Sports memensiunkan nomor #58, yakni nomor balap milik sahabat Rossi sendiri, mendiang Marco Simoncelli.
"Soal nomor balap, saya berpikir... kesan pertama saya adalah, saya tidak suka jika #46 dipensiunkan. Saya lebih suka #46 tetap tersedia, dan jika ada pembalap lain yang ingin memakainya, maka mereka boleh memakainya," ujar Rossi seperti yang dikutip Crash.net kala itu.
Di Mana-Mana, #46 Sudah Jadi Milik Valentino Rossi

Meski begitu, seorang pembalap Grand Prix ternyata tak punya kuasa atau hak spesial untuk menolak penghargaan macam ini dari Dorna Sports. Alhasil, Rossi akan menjadi pembalap Grand Prix kesembilan yang nomor balapnya akan dipensiunkan.
Juara dunia MotoGP 2020, Joan Mir, punya perasaan campur aduk soal tren memensiunkan nomor balap ini. Menurutnya, #46 sudah 'mutlak' milik Rossi, namun ia yakin Rossi bakal senang jika ada rider lain yang suatu saat nanti mau memakai nomornya.
"Sudah jelas, ketika Anda memikirkan nomor #46, di setiap bagian dunia ini, itu adalah nomor milik Vale. Namun, andai saya ada di posisi Vale, saya bakal senang jika ada rider muda yang mau pakai nomor #46," ungkap rider Suzuki Ecstar ini.
Lama-Lama Nomor Balap Bakal Habis

"Saya rasa keputusan memensiunkan nomornya adalah untuk menunjukkan rasa hormat padanya. Namun, saya tak tahu apa pendapatnya. Tapi untuk kasus saya (#36), saya tak peduli," lanjut Mir, yang mengikuti tren Rossi dengan menolak pakai nomor #1 setelah menjadi juara MotoGP.
Murid Rossi sendiri di VR46 Riders Academy, Pecco Bagnaia, uniknya juga merasa janggal atas keputusan ini. Menurutnya, jika Dorna menerapkan tren ini, maka rider lain dan generasi yang akan datang akan sulit memilih nomor. Apalagi MotoGP tak mengizinkan tiga digit untuk nomor balap.
"Kalau Dorna terus-terusan seperti ini, maka takkan ada lagi nomor balap yang tersisa untuk dipakai! Tapi serius, dalam kasus Vale, saya rasa itu tepat. Namun, saya tak yakin ada orang yang mau pakai nomor #46. Tanggung jawabnya kelewat besar," tutur Bagnaia lewat GPOne.
Sumber: Crashnet, GPOne
Baca Juga:
- Valentino Rossi Jadi yang Ke-9: Inilah 8 Rider yang Nomornya Dipensiunkan MotoGP
- Aleix Espargaro: Selama Musim Masih Jalan, Saya Yakin Bisa Juarai MotoGP
- Ducati Sinyalir Jack Miller Menjauh Karena Tak Sreg Tawaran Kontrak Baru
- WithU RNF: Kalau Tawaran Yamaha Nggak Oke, Kami Punya Opsi Lain
- Toprak Razgatlioglu ke MotoGP, Dominique Aegerter Naik ke WorldSBK?
Advertisement
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 8 Maret 2026 13:34 -
Liga Italia 8 Maret 2026 13:22 -
Liga Spanyol 8 Maret 2026 13:20 -
Liga Spanyol 8 Maret 2026 13:05 -
Otomotif 8 Maret 2026 13:00 -
Liga Italia 8 Maret 2026 12:56
MOST VIEWED
- Hasil FP1 Formula 1 GP Australia 2026: Charles Leclerc dan Lewis Hamilton Bikin Ferrari Berkuasa
- Hasil Kualifikasi Formula 1 GP Australia 2026: George Russell Sabet Pole, Sikat Kimi Antonelli
- Hasil FP2 Formula 1 GP Australia 2026: Oscar Piastri Tercepat di Rumah Sendiri, Ungguli Kimi Antonelli
- Cedera Bahu Jadi Penghalang, Marc Marquez Minta Ducati Sabar Tunggu Kontrak MotoGP 2027
HIGHLIGHT
- 6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, ...
- 5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemi...
- 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Men...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5192610/original/075951700_1745188702-MADRID_BILBAO_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524385/original/061264000_1772944251-ClipDown.com_551256479_18525425173022238_7948439602243380320_n.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524438/original/084882300_1772947426-Banjir_di_Cipinang_Melayu.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5400733/original/020747600_1762146027-ClipDown.com_571045026_18531746140022238_5678456159712626039_n.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3650051/original/018473900_1638382189-WhatsApp_Image_2021-12-02_at_1.02.57_AM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524296/original/000488600_1772933206-Lokasi_penemuan_mayat_perempuan_di_Depok.jpg)
