Pebalap Muda Indonesia Tempati Posisi Enam Race Pertama FIM Asia Supermoto 2016

Pebalap Muda Indonesia Tempati Posisi Enam Race Pertama FIM Asia Supermoto 2016
FIM Asia Supermoto 2016 (c) ist
- Pebalap muda Indonesia, I Gusti Ngurah Diva Ismayana tampil gemilang dan mampu bersaing dengan pebalap-pebalap yang lebih senior di race pertama FIM Asia Supermoto 2016. Diva sukses merangsek ke urutan enam pada race pertama yang dilangsungkan di sirkuit Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Minggu (09/10).


Dalam perlombaan yang dilangsungkan di bawah guyuran hujan deras ini, Diva sukses menyelesaikan 23 lap dengan catatan waktu 23 menit 27, 853 detik. Ia berselisih nyaris satu menit dari Richard Dibben yang menjuarai race pertama ini.


Meski secara keseluruhan berada di urutan keenam, dari pebalap-pebalap Asia, Diva berada di urutan keempat. Ia berada di bawah trio pebalap Malaysia, Muhd Habibullah, Mohd Al Amirul dan Khairi Zakaria. Sementara dua pebalap lain, Richard Dibben dan Lewis Cornish, yang berada di posisi satu dan empat, bukan berasal dari negara Asia. Richard dari Selandia Baru sedangkan Lewis dari Inggris.


Sementara itu, pebalap Indonesia lainnya, Pedro Wuner berada di posisi 9. Ia mencatat waktu 22 menit 45, 932 detik dalam menyelesaikan 22 lap.


Rekan satu tim Wuner, Andre Sondakh, berada di posisi ke-12. Pebalap yang sempat mencetak waktu terbaik di sesi latihan pertama ini mencatat waktu 24 menit, 16, 681 detik untuk memungkasi 22 putaran.


Selain mereka, masih ada Fahmi Ahmad Fauzi, Arjun Wicaksana dan Tommy Salim yang menjadi wakil Indonesia di ajang ini. Mereka masing-masing berada di posisi 13, 14 dan 16.


Dengan hasil race pertama ini, Diva meraih 15 poin, Pedro mendapat 12 poin, Andre Sondakh 9 poin, Fahmi Ahmad Fauzi 8 poin, Arjun Wicaksana 7 poin dan Tommu Salim mendapat 5 poin.


Raihan poin para pebalap di race pertama ini akan dijumlah dengan raihan poin mereka pada race kedua sore nanti.


Sementara itu, hujan deras membuat gelaran supermoto ini mengalami penyesuaian. Para pebalap hanya melahap trek aspal dan sama sekali tak menyentuh trek offroad sebagaimana lazimnya.


"Kita memang tidak menggunakan trek offroad. Kita pertimbangkan cuaca hujan deras dan faktor keselamatan para pebalap," tutur Endiatmo Widagdo, Ketua Pelaksana gelaran ini, pada Bola.net. (den/shd)