
Bola.net - Pereli nasional Subhan Aksa yang didampingi navigator asal Australia, Bill Hayes memburu kemenangan di Production World Rally Championship (PWRC) 2012 di Salau, Spanyol, 8-11 November.
Pereli yang akrab dipanggil Ubang ini bertekad memberikan hasil terbaik di seri terakhir PWRC 2012, karena masih punya peluang untuk menjadi juara pada kejuaraan yang berada satu level di bawah WRC itu.
"Kami tunggu momentum saja. Jika ada peluang untuk menjadi juara di seri terakhir ini maka akan kami kejar. Maksimalnya, tiga besar juga sudah sangat bagus," katanya.
Juara nasional reli 2009 dan 2010 itu masih tertahan di posisi keenam pada klasemen sementara. Hanya saja jumlah poin yang dikumpulkan tidak begitu jauh dengan pemuncak klasemen, Benito Guerra dengan 84 poin.
Menurut Ubang, untuk meraih hasil maksimal di seri terakhir ini pihaknya akan mengerahkan kemampuan terbaik. Apalagi saat ini didampingi oleh navigator yang berpengalaman, terutama dalam hal memberikan motivasi bagi pereli serta dalam memahami lintasan balap.
"Bill sangat berpengalaman, banyak masukan baru darinya. Terutama di lintasan aspal yang selama ini menjadi kelemahan saya karena minim pengalaman. Kami hanya perlu waktu untuk membiasakan diri," kata Ubang.
Berdasarkan latihan dan survei yang dilakukan, tantangan terbesarnya adalah cara menyetir di lintasan aspal dan gravel yang ada di sepanjang lintasan Reli Spanyol, karena karakternya berbeda dengan seri sebelumnya.
Selain membiasakan diri dengan lintasan, Ubang juga terus mencari settingan yang tepat untuk Mitsubishi Evo X miliknya. Saat ini kendaraan yang akan dipakai sudah kembali normal setelah di seri Italia menghantam batu.
"Tantangan yang lain adalah cuaca. Sangat dingin, di bawah lima derajat celsius. Tapi saya akan berusaha maksimal dan tampil tanpa beban," kata pereli dari tim Bosowa Rally itu. (ant/kny)
Pereli yang akrab dipanggil Ubang ini bertekad memberikan hasil terbaik di seri terakhir PWRC 2012, karena masih punya peluang untuk menjadi juara pada kejuaraan yang berada satu level di bawah WRC itu.
"Kami tunggu momentum saja. Jika ada peluang untuk menjadi juara di seri terakhir ini maka akan kami kejar. Maksimalnya, tiga besar juga sudah sangat bagus," katanya.
Juara nasional reli 2009 dan 2010 itu masih tertahan di posisi keenam pada klasemen sementara. Hanya saja jumlah poin yang dikumpulkan tidak begitu jauh dengan pemuncak klasemen, Benito Guerra dengan 84 poin.
Menurut Ubang, untuk meraih hasil maksimal di seri terakhir ini pihaknya akan mengerahkan kemampuan terbaik. Apalagi saat ini didampingi oleh navigator yang berpengalaman, terutama dalam hal memberikan motivasi bagi pereli serta dalam memahami lintasan balap.
"Bill sangat berpengalaman, banyak masukan baru darinya. Terutama di lintasan aspal yang selama ini menjadi kelemahan saya karena minim pengalaman. Kami hanya perlu waktu untuk membiasakan diri," kata Ubang.
Berdasarkan latihan dan survei yang dilakukan, tantangan terbesarnya adalah cara menyetir di lintasan aspal dan gravel yang ada di sepanjang lintasan Reli Spanyol, karena karakternya berbeda dengan seri sebelumnya.
Selain membiasakan diri dengan lintasan, Ubang juga terus mencari settingan yang tepat untuk Mitsubishi Evo X miliknya. Saat ini kendaraan yang akan dipakai sudah kembali normal setelah di seri Italia menghantam batu.
"Tantangan yang lain adalah cuaca. Sangat dingin, di bawah lima derajat celsius. Tapi saya akan berusaha maksimal dan tampil tanpa beban," kata pereli dari tim Bosowa Rally itu. (ant/kny)
Advertisement
Berita Terkait
-
Lain Lain 14 Maret 2026 07:50Jakarta Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup 2026, Digelar di Ancol
-
Otomotif 17 Januari 2025 14:01Indonesia Ingin Jamu WRC pada 2026, IMI: MotoGP Sudah, Kini Tinggal Formula 1
-
Otomotif 16 Januari 2025 16:08Indonesia Target Jadi Tuan Rumah World Rally Championship 2026, di Mana Tempatnya?
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 2 Mei 2026 01:26 -
Liga Champions 2 Mei 2026 01:03 -
Liga Inggris 1 Mei 2026 23:30 -
Liga Inggris 1 Mei 2026 22:29 -
Liga Inggris 1 Mei 2026 21:28 -
Bola Indonesia 1 Mei 2026 21:12
MOST VIEWED
- Kiandra Ramadhipa Ungkap Pentingnya Sosok Mario Aji dan Veda Ega Pratama, Panutan Positif di Red Bull Rookies Cup 2026
- Tak Salahkan Ducati, Ini Alasan Marc Marquez Ragu Bisa Sabet Gelar Dunia MotoGP 2026
- Fabio di Giannantonio dan Alex Marquez Malu-Malu Komentari Kans Setim Lagi di KTM MotoGP 2027
- Motor Ducati dan Aprilia Selevel, Jorge Martin Sebut Pembalap Penentu Pemenang 'Derby Italia' MotoGP
HIGHLIGHT
- Liverpool Siap Ganti Arne Slot? 5 Kandidat Pelatih...
- Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi M...
- 5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola H...
- 5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi ...
- Cedera Jadi Mimpi Buruk! 6 Bintang Ini Terancam Ab...
- 8 Pemain yang Pernah Membela Sporting CP dan Arsen...
- 9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid da...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571626/original/090853900_1777655409-IMG_1204.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571624/original/064963700_1777654238-577638.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571617/original/014703300_1777651860-Kasi_Bimbad_dan_KBIHU_Daker_Makkah_Erti_Herlina_di_Kantor_Daker_Makkah__1_Mei_2026.__dok._Media_Center_Haji_2026_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571607/original/001570600_1777648161-dc03498d-bd78-4f86-bb1d-41993bba9cce.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571600/original/027577000_1777647308-WhatsApp_Image_2026-05-01_at_21.53.39.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571596/original/076838000_1777646391-WhatsApp_Image_2026-05-01_at_21.34.24.jpeg)

