
Bola.net - - Manajer Tim Mission Winnow Ducati, Davide Tardozzi menyatakan dirinya mendapatkan pelajaran hidup yang berharga usai bekerja sama dengan Jorge Lorenzo selama dua musim. Kepada Motorlu News, Tardozzi mengaku salut pada kegigihan Lorenzo menjinakkan Desmosedici, meski ini bukan tugas mudah.
Tardozzi memang dikenal sebagai sosok petinggi Ducati yang paling dekat dengan Lorenzo. Keduanya kerap menghabiskan waktu bersama dan Tardozzi menganggapnya seperti anak sendiri. Sayang, hubungan profesional mereka harus terhenti akhir musim lalu, usai Lorenzo memutuskan pindah ke Repsol Honda.
Keputusan hengkang ini diambil Lorenzo usai CEO Ducati Motor Holding, Claudio Domenicali menyebutnya sebagai 'juara dunia yang tak mampu memaksimalkan potensi Desmosedici'. Uniknya, usai pernyataan Domenicali terkuak, Lorenzo justru memenangi MotoGP Italia dan Catalunya. Ini belum ditambah kemenangannya di Austria serta empat pole yang ia raih.
Ubah Mentalitas Ducati

Sayangnya, kesuksesan ini datang terlambat. Usai kemenangan di Mugello, kedua belah pihak resmi mengumumkan perpisahan mereka. Tardozzi pun mengaku kagum melihat kegigihan Lorenzo menaklukkan Ducati, meski sempat mengalami paceklik kemenangan selama 1,5 musim. Menurutnya, sikap Lorenzo ini memperkuat mentalitasnya sendiri sebagai manusia dan juga mentalitas tim.
"Saya belajar banyak dari Jorge. Salah satunya adalah jangan pernah menyerah. Saya adalah orang yang sulit menyerah, tapi Jorge masih melebihi saya dalam cara berpikir. Ia membuat kami percaya bahwa hasil yang ditargetkan pasti bakal tercapai. Ia jelas telah mengubah mentalitas saya. Begitu jaga mentalitas tim, karena kita sedang bicara soal Ducati," ungkap Tardozzi.
Tak Kesulitan Atur Lorenzo-Dovizioso
Eks rider WorldSBK ini juga membantah dirinya kesulitan mengatur dan mengendalikan atmosfer kerja tim saat Lorenzo dan Andrea Dovizioso bertandem. Meski begitu, ia tak memungkiri bahwa cekcok verbal via media massa yang dilakoni keduanya terjadi lebih sering daripada dugaannya.
"Saya rasa orang punya persepsi yang salah. Mengatur Jorge dan Dovi sungguh sederhana. Manajemen tim kami tidaklah problematik, meski pada beberapa momen media massa tak memahaminya. Sejauh yang saya amati, kami tak punya masalah di tim kami dan rasanya tidak sulit mengatur mereka," tutupnya.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Bola Dunia Lainnya 8 Maret 2026 07:08 -
Liga Inggris 8 Maret 2026 07:00 -
Liga Italia 8 Maret 2026 06:40 -
Liga Inggris 8 Maret 2026 06:20 -
Liga Inggris 8 Maret 2026 06:16 -
Liga Spanyol 8 Maret 2026 05:49
MOST VIEWED
- Hasil FP1 Formula 1 GP Australia 2026: Charles Leclerc dan Lewis Hamilton Bikin Ferrari Berkuasa
- Hasil FP2 Formula 1 GP Australia 2026: Oscar Piastri Tercepat di Rumah Sendiri, Ungguli Kimi Antonelli
- Cedera Bahu Jadi Penghalang, Marc Marquez Minta Ducati Sabar Tunggu Kontrak MotoGP 2027
- MotoGP Akui Grand Prix Qatar 2026 Belum Pasti Digelar Akibat Konflik Timur Tengah
HIGHLIGHT
- 6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, ...
- 5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemi...
- 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Men...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523539/original/041491400_1772846079-WhatsApp_Image_2026-03-07_at_00.20.24__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5317773/original/080959000_1755405570-WhatsApp_Image_2025-08-17_at_07.23.13.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524249/original/002835100_1772925602-Penggerebekan_truk_berisi_daging_impor_kedaluwarsa.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524217/original/075495900_1772923142-Banjir_di_Kota_Tangerang.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524099/original/013428400_1772891139-IMG_5937_1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524216/original/062706800_1772922309-Gempa_guncang_Bengkulu.jpg)
