
Bola.net - Pebalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, mengakui dirinya hanya bisa berharap Honda Racing Corporation (HRC) benar-benar mau mendengarkan masukannya untuk memperbaiki masalah corner entry dan ban depan motor RC213V musim depan. Pasalnya, ia sangat kesulitan dengan RCV versi 2019.
Lorenzo memang tengah menjalani musim terburuknya sejak berkarier di arena Grand Prix dan MotoGP, belum pernah masuk 10 besar, kesulitan adaptasi dengan RCV, dan dirundung banyak cedera. Meski begitu, ia mengaku masih merasa beruntung pernah menjadi lima kali juara dunia.
"Saya merasa diri saya sangat beruntung bisa menjalani hidup dari hasrat saya pada balap motor dan meraih lebih banyak kemenangan dari yang saya harapkan ketika memulai karier," ungkap Lorenzo dalam wawancaranya dengan Moto.it, di mana ia juga mengenang masa-masanya di Yamaha dan Ducati.
Lorenzo menjalani debut GP125 pada 2002. Pada 2004, ia duduk di peringkat keempat usai berebut gelar dengan Andrea Dovizioso. Pada 2005 ia naik ke GP250, dan merebut gelar 2006 dan 2007 bersama Aprilia, yang kala itu masih diinsinyuri Gigi Dall'Igna. Sejak 2014, Dall'Igna pun menjadi General Manager Ducati Corse.
Yamaha Tercipta untuk lorenzo

Dua gelar ini membuat Lorenzo digaet Yamaha, ditandemkan dengan Valentino Rossi. Dengan tim inilah ia meraih gelar dunia MotoGP 2010, 2012, dan 2015. "Saya mulai meraih gelar dunia pada 2016 bersama Gigi di Aprilia. Di Yamaha, saya menemukan motor yang pada praktiknya diciptakan untuk saya," tuturnya.
Tahun-tahun pertamanya di Yamaha juga merupakan masa belajar. Pada 2008, ia mengalami dua kecelakaan hebat, yakni di China dan Laguna Seca. Cedera parah pada kaki, Lorenzo pun mulai sadar ia ambil risiko kelewat tinggi, dan yakin itulah saatnya ia harus mengubah gaya balap.
"Saya bukan rider yang sering jatuh, tapi sekalinya jatuh, cedera saya paling parah. Dari situ, saya memulai dari nol, karena saya tak menang lagi sepanjang tahun. Sejak 2009, saya pun mulai memperebutkan hasil-hasil penting dengan Vale, dan akhirnya menjadi juara pada 2010," kisah Por Fuera.
Prestasi di Yamaha pula yang mengantarnya ke Ducati pada 2017, menjalani petualangan tak terlupakan. Ia sempat kesulitan selama 1,5 musim, paceklik kemenangan, dan diremehkan karena sulit adaptasi dengan Desmosedici. Tapi ia akhirnya menggebrak dengan dua kemenangan beruntun di Mugello dan Catalunya pada 2018.
Ducati Simpan Kenangan Manis

Lorenzo masih berterima kasih pada Yamaha atas kesempatan yang diberikan padanya untuk menjadi juara, namun masa-masa di Ducati tak kalah manis. Meski hanya meraih tiga kemenangan, menurutnya semua kemenangan itu terasa manis, walau datang usai Ducati menggaet Danilo Petrucci dan dirinya tanda tangan kontrak dengan Repsol Honda.
"Pada masa-masa di Yamaha, saya cukup beruntung bisa meraih tiga gelar, yang membuat saya dapat kesempatan menjajal Ducati. Masa-masa itu memang berat, tapi indah dan saya mengingatnya dengan banyak kenangan manis. Kami sangat menikmati kemenangan-kemenangan kami, meski datang terlambat," ungkapnya.
Kini, kesulitan Lorenzo di Honda pun jauh lebih kelam ketimbang kesulitannya di Ducati dua tahun lalu. Setelah posisinya di Ducati tergeser oleh Petrucci, kini Lorenzo pun terancam digeser oleh Johann Zarco. Rider berusia 32 tahun ini pun mengaku dapat memaklumi jika timnya mencari rider lain, namun tetap berharap ia dan Honda akhirnya menemukan momen manis tahun depan.
Hidup Tergantung Hasil Terkini

"Kita hidup dalam dunia yang bergantung pada hasil sekarang. Jika pada momen tertentu para rider yang lebih 'murah' mengalahkan Anda, maka logis jika tim ingin mengganti Anda," ungkap Lorenzo, yang kini terpuruk di peringkat 19 pada klasemen pebalap dengan 25 poin.
"Honda sendiri melaju dengan ban belakang, gaya yang sangat berkebalikan dengan saya. Di Honda, Marc Marquez merupakan ujung tombak, dan ini wajar. Sementara di Ducati dan Yamaha, setelah Vale pergi, sayalah referensi utama mereka," pungkas Lorenzo.
Lorenzo pun akan kembali turun di MotoGP Valencia, Spanyol di Sirkuit Ricardo Tormo pada 15-17 November nanti. Setelahnya, ia akan menjalani uji coba di trek yang sama pada 19-20 November, dan kemudian di Sirkuit Jerez pada 25-26 November.
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 3 November 2026 21:08MotoGP Qatar 2026 Terancam Sepi Pembalap, Yamaha Mundur dan Alex Marquez Absen
-
Otomotif 3 November 2026 19:27Jadwal Lengkap MotoGP Qatar 2026 di Sirkuit Lusail, 6-8 November
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 4 November 2026 21:33Legenda Tenis Rafael Nadal Bakal Gabung Dewan Direksi Real Madrid
-
Liga Champions 4 November 2026 21:00PSG Samai Rekor Threepeat UCL Real Madrid? Kenapa Tidak?
-
Liga Champions 4 November 2026 20:40Ketika Shea Lacey Buat Michael Carrick Terpukau
-
Liga Spanyol 4 November 2026 20:20Real Madrid Capai Kesepakatan dengan Wonderkid Manchester United Ini
BERITA LAINNYA
-
otomotif 3 November 2026 21:08MotoGP Qatar 2026 Terancam Sepi Pembalap, Yamaha Mundur dan Alex Marquez Absen
-
otomotif 3 November 2026 19:27Jadwal Lengkap MotoGP Qatar 2026 di Sirkuit Lusail, 6-8 November
-
otomotif 2 November 2026 08:04Kimi Antonelli Juara Dunia F1 2026, Pecahkan Rekor Sebagai Juara Termuda
SOROT
-
Liputan6 4 November 2026 16:17Gerindra Akan Kumpulkan Parpol Lain Bahas Penyadapan Presiden
-
Liputan6 4 November 2026 14:09Perintah Prabowo ke Kapolri soal Kasus Penyadapan Presiden
-
Liputan6 4 November 2026 13:48Prabowo Titip Pesan Khusus ke Guru Besar dan Akademisi
-
Liputan6 4 November 2026 13:00Cek Fakta: Hoaks Presiden Prabowo Bakal Batasi Media Sosial
-
Liputan6 4 November 2026 12:18Jenderal Listyo Tersangka Penyadapan Presiden, Istana: Mengarah ke Makar
-
Liputan6 4 November 2026 12:043 Pati Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Polri Pastikan Tetap Solid
MOST VIEWED
Kimi Antonelli Juara Dunia F1 2026, Pecahkan Rekor Sebagai Juara Termuda
Klasemen MotoGP 2026 Usai Seri Malaysia: Marc Marquez Bisa Amankan Gelar Juara Dunia di Qatar
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 7
Momen Kocak di Moto3 Malaysia: Maximo Quiles Tak Berani Cicipi Belalang Goreng dari Veda Ega
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390127/original/030084700_1793783737-IMG-20261104-WA0051.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389827/original/042023800_1793774716-Screenshot_20261104_112322_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389747/original/012986700_1793772599-Screenshot_2026-11-04_130915.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428980/original/030072900_1764569990-Presiden_dan_Kapolri_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383805/original/006884000_1793099058-147653.jpg)
