
Dinding pemisah ini hadir untuk pertama kali di Fiat Yamaha 2008, yakni setibanya Lorenzo sebagai tandem Rossi dan kerap dianggap sebagai simbol perselisihan mereka baik di dalam maupun luar lintasan. Dinding ini menghilang setelah Rossi hijrah ke Ducati pada tahun 2011. Saat Rossi kembali ke Yamaha pada tahun 2013, dinding itu tak kembali diterapkan.
"Kami akan memulai musim ini persis seperti musim lalu. Tak ada alasan untuk meletakkan dinding di garasi kami. Salah satu kekuatan kami adalah kerjasama yang sangat baik. Kami paham pebalap kami adalah rival bagi satu sama lain, namun mekanik dan engineer bekerja sama. Jadi dinding ini sebuah kemunduran bagi tim," ujar Jarvis kepada Crash.net.
Jarvis pun meyakini hilangnya dinding pemisah akan memudahkan tim dalam mendapatkan lebih banyak data. Dengan hal ini, Yamaha ingin Lorenzo dan Rossi bekerja secara profesional dan mampu menyingkirkan masalah pribadi di antara keduanya demi kepentingan tim.
"Tembok ini adalah masa lalu kami, dan kini sudah tak berguna lagi. Kami paham Jorge dan Vale ingin saling mengalahkan. Tapi seperti yang Jorge katakan, jika Vale tetap menjadi rival utamanya, maka ini sinyal bagus. Ini berarti Yamaha masih berada di depan, dan inilah misi kami, yakni mengalahkan kompetitor," tutup Jarvis. [initial]
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 6 Juni 2026 20:37Klasemen Pembalap MotoGP 2026
-
Otomotif 6 Juni 2026 20:37Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
LATEST UPDATE
-
Voli 7 Juni 2026 11:51Hasil Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026
BERITA LAINNYA
-
otomotif 6 Juni 2026 20:37Klasemen Pembalap MotoGP 2026
-
otomotif 6 Juni 2026 20:37Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
SOROT
-
Liputan6 7 Juni 2026 13:00Prabowo Ungkap Tujuan Bangun Sekolah Rakyat
-
Liputan6 7 Juni 2026 12:55Momen Prabowo Makan Siang Bersama Siswa Sekolah Rakyat Bali
-
Liputan6 7 Juni 2026 11:25
Prabowo Kunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama di Tabanan Bali
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7974396/original/058528600_1780811156-Prabowo_Makan_SIang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7974337/original/065800100_1780811112-Prabowo_Makan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7970363/original/076578100_1780806991-eleanor.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)

