Abaikan Konflik AS-Iran, Presiden FIFA Klaim Piala Dunia 2026 Akan Spektakuler!

Abaikan Konflik AS-Iran, Presiden FIFA Klaim Piala Dunia 2026 Akan Spektakuler!
Trofi Piala Dunia dipajang saat drawing Piala Dunia 2026 di Kennedy Center di Washington, 5 Desember 2025 (c) Dan Mullan/Pool Photo via AP

Bola.net - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi perayaan sepak bola global yang besar. Ia menyampaikan optimisme itu di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang kini mulai memengaruhi dunia sepak bola internasional.

Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu memang disiapkan sebagai edisi terbesar sepanjang sejarah. Namun, situasi politik global — terutama konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran — mulai menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan dan logistik.

Dampak konflik tersebut bahkan sudah terasa dalam kalender sepak bola internasional. Beberapa federasi menghadapi kendala perjalanan dan visa, sementara sejumlah pihak mempertanyakan kesiapan penyelenggaraan turnamen yang melibatkan puluhan negara peserta.

Infantino Tetap Optimistis Soal Piala Dunia 2026

Infantino Tetap Optimistis Soal Piala Dunia 2026

Trofi Piala Dunia FIFA dipajang saat proses undian playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Zurich, Swiss, Kamis, 20 November 2025. (c) Claudio Thoma/Keystone via AP

Dalam wawancara dengan media Spanyol AS, Infantino menggambarkan Piala Dunia 2026 sebagai ajang yang akan berjalan luar biasa sukses. Ia menyoroti tingginya antusiasme publik terhadap turnamen tersebut.

"Piala Dunia akan menjadi fantastis, fenomenal. Ada antusiasme yang belum pernah terjadi sebelumnya di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada," ujar Infantino.

Ia juga membeberkan besarnya minat publik terhadap tiket pertandingan. Menurut Infantino, angka permintaan tiket yang masuk sudah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah FIFA.

"Dalam empat minggu, kami menerima lebih dari 500 juta permintaan tiket. Ini luar biasa. Kami memiliki hampir tujuh juta tiket, tetapi 500 juta adalah sesuatu yang belum pernah terlihat dalam sejarah FIFA atau institusi mana pun."

Pesta Besar Piala Dunia 2026

Pesta Besar Piala Dunia 2026

Trofi Piala Dunia 2026 dipajang di kantor FIFA di Zurich, Swiss pada 13 Desember 2024 lalu. (c) Til Buergy/Keystone via AP, File

Infantino menambahkan bahwa sebagian besar pertandingan juga mencatat permintaan yang sangat tinggi.

"77 dari 104 pertandingan memiliki lebih dari satu juta permintaan tiket, dan sisanya berada di sekitar angka tersebut. Kami menahan sebagian tiket untuk tahap akhir turnamen dan hari-hari terakhir. Semua stadion akan penuh; ini akan menjadi pesta besar."

Ia juga menilai popularitas sepak bola di Amerika Serikat telah berkembang pesat.

"Ketika orang mengatakan bahwa sepak bola tidak terlalu dihargai di Amerika Serikat, itu sudah berubah. Ini akan menjadi sukses besar," lanjutnya.

"Turnamen ini akan menjadi Piala Dunia pertama dengan 48 tim, 104 pertandingan, 16 kota, dan tiga negara tuan rumah. Kami menghadapi sesuatu yang sangat besar."

"Ini lebih dari sekadar turnamen, lebih dari kompetisi olahraga; ini adalah peristiwa sosial yang akan membuat dunia berhenti untuk menontonnya."

Konflik Global dan Masalah Logistik

Optimisme Infantino tersebut muncul di tengah situasi geopolitik yang memanas. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah menimbulkan dampak langsung pada sepak bola internasional.

Federasi Sepak Bola Irak bahkan sempat meminta penundaan laga play-off antarbenua Piala Dunia yang dijadwalkan berlangsung di Meksiko. Permintaan itu muncul karena kendala logistik serius, termasuk penutupan wilayah udara dan masalah visa akibat situasi keamanan yang memburuk.

Di sisi lain, muncul pula keraguan mengenai partisipasi Iran di turnamen tersebut. Situasi ini menjadi unik karena negara tuan rumah Amerika Serikat berada dalam konflik aktif dengan salah satu peserta yang telah lolos.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga memberikan tanggapan yang memicu perhatian. Ketika ditanya mengenai kemungkinan Iran mundur dari Piala Dunia, ia memberikan jawaban singkat. "Saya benar-benar tidak peduli."

Kekhawatiran Visa dan Harga Tiket

Selain konflik geopolitik, masalah logistik juga mulai muncul di negara tuan rumah. Kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang ketat disebut telah memengaruhi sejumlah kegiatan sepak bola internasional.

Andrew Giuliani, kepala White House FIFA World Cup Task Force, menegaskan bahwa kebijakan keamanan tetap menjadi prioritas.

Ia menyatakan bahwa membuka perbatasan secara luas dalam situasi saat ini bukanlah langkah yang bijak, mengingat kondisi keamanan global yang sedang memanas.

Dengan format baru yang melibatkan 48 tim dan lebih banyak perjalanan lintas negara, sejumlah pihak khawatir masalah visa dapat menjadi tantangan besar bagi pemain maupun suporter.