
Bola.net - FIFA dilaporkan terus mengkaji aturan terkait kondisi temperatur di sebuah laga Internasional, menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2014 di Brasil. Apabila memang disahkan, maka wasit akan memiliki otoritas penuh untuk menghentikan suatu pertandingan andai suhu melebihi 32 derajat dan kelembaban lebih dari 85 persen.
Namun hal itu hanya bisa akan terjadi andai kapten dari salah satu tim mengajukan permintaan pada wasit atau ofisial ke-4.
Pada beberapa kota yang menjadi penyelenggara Piala Dunia tahun depan, di mana rata-rata laga dimainkan pada pukul 13.00 waktu setempat, suhu bisa mencapai lebih dari ketentuan tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh dokter dari FIFA, D'Hodge.
Tentu saja fakta ini kemudian memicu protes dari beberapa tim peserta Piala Dunia, termasuk di antaranya Italia, dan FIFPro. Mereka ingin agar FIFA menggesar jadwal laga demi kepentingan para pemain.
Presiden dari asosiasi pemain profesional di Brasil, Fenapaf - yang juga merupakan bagian dari FIFPro, menyebut FIFA hingga saat ini masih mengkaji semua resiko yang ada. Namun andai aturan anyar itu tidak diloloskan, maka pihaknya akan melancarkan tuntuan ke FIFA.
"Kami akan menunggu hingga pekan depan sebelum FIFA menyetujui aturan ini, atau sebaliknya, kami akan melancarkan tuntutan ke pengadilan di Swiss," tuturnya pada AS.
Tuntutan FIFPro itu sendiri akan didukung oleh hasil penelitian dari lembaga Turibio Leite de Barros, yang menempatkan sensor di beberapa pemain untuk melihat bagaimana efek panas terhadap mereka yang berlaga di jam 1 siang di beberapa stadion Piala Dunia. Hasilnya, memang ditemukan beberapa resiko yang mengkhawatirkan. [initial]
(AS/rer)
Namun hal itu hanya bisa akan terjadi andai kapten dari salah satu tim mengajukan permintaan pada wasit atau ofisial ke-4.
Pada beberapa kota yang menjadi penyelenggara Piala Dunia tahun depan, di mana rata-rata laga dimainkan pada pukul 13.00 waktu setempat, suhu bisa mencapai lebih dari ketentuan tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh dokter dari FIFA, D'Hodge.
Tentu saja fakta ini kemudian memicu protes dari beberapa tim peserta Piala Dunia, termasuk di antaranya Italia, dan FIFPro. Mereka ingin agar FIFA menggesar jadwal laga demi kepentingan para pemain.
Presiden dari asosiasi pemain profesional di Brasil, Fenapaf - yang juga merupakan bagian dari FIFPro, menyebut FIFA hingga saat ini masih mengkaji semua resiko yang ada. Namun andai aturan anyar itu tidak diloloskan, maka pihaknya akan melancarkan tuntuan ke FIFA.
"Kami akan menunggu hingga pekan depan sebelum FIFA menyetujui aturan ini, atau sebaliknya, kami akan melancarkan tuntutan ke pengadilan di Swiss," tuturnya pada AS.
Tuntutan FIFPro itu sendiri akan didukung oleh hasil penelitian dari lembaga Turibio Leite de Barros, yang menempatkan sensor di beberapa pemain untuk melihat bagaimana efek panas terhadap mereka yang berlaga di jam 1 siang di beberapa stadion Piala Dunia. Hasilnya, memang ditemukan beberapa resiko yang mengkhawatirkan. [initial]
(AS/rer)
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 11 April 2026 10:01Profil Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Menanti Tuah Carlo Ancelotti
-
Liga Italia 7 April 2026 10:46Antonio Conte Buka Suara soal Peluang Kembali Latih Timnas Italia
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 22 April 2026 11:35 -
Liga Inggris 22 April 2026 11:32 -
Liga Inggris 22 April 2026 11:30 -
Liga Inggris 22 April 2026 11:25 -
Asia 22 April 2026 11:21 -
Liga Italia 22 April 2026 11:10
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 21 April 2026 20:26 -
piala dunia 21 April 2026 16:41 -
piala dunia 21 April 2026 10:02 -
piala dunia 21 April 2026 01:28 -
piala dunia 20 April 2026 23:15 -
piala dunia 20 April 2026 22:45
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gen...
- 3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Du...
- Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Du...
- Bukan Cuma Lewandowski, Ini Deretan Bintang Top ya...
- Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Ab...
- 3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona ...
- 5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562479/original/013457300_1776830871-IMG_0699.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562478/original/067562000_1776830845-WhatsApp_Image_2026-04-22_at_10.24.04.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5561037/original/042315900_1776739217-John_Ternus.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520708/original/035499600_1772630964-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562290/original/034782700_1776825299-WhatsApp_Image_2026-04-22_at_09.32.41.jpeg)