
Bola.net - Pelatih Timnas Swedia, Graham Potter, mengirim sinyal tegas ke para pesaing di Piala Dunia 2026. Ia menilai duet Alexander Isak dan Viktor Gyokeres akan semakin berbahaya seiring berjalannya turnamen, terutama menjelang laga Grup F melawan Belanda di Houston, Minggu (21/6/2026) dini hari WIB.
Swedia memang langsung mencuri perhatian setelah menghancurkan Tunisia 5-1 pada laga pembuka. Di pertandingan itu, Isak dan Gyokeres sama-sama mencetak gol, meski keduanya baru benar-benar bermain bersama untuk kedua kalinya dalam setahun terakhir.
Kondisi tersebut bukan tanpa alasan. Cedera dan masalah kebugaran sempat membuat Isak absen cukup lama, sehingga duet ini jarang bisa terbentuk secara konsisten. Namun, ketika keduanya kembali berada di lapangan, efeknya langsung terasa dan memunculkan banyak pembicaraan soal potensi mereka sebagai salah satu lini depan paling berbahaya di turnamen.
Meski begitu, Potter tidak ingin larut dalam pujian berlebihan. Ia memilih tetap tenang dan menilai kekuatan Swedia bukan soal label atau perbandingan dengan tim lain, melainkan efektivitas di dalam sistem permainan.
Fokus Membangun Tim

Potter menegaskan bahwa ia tidak terlalu memikirkan status Isak dan Gyökeres sebagai duet terbaik atau bukan. Baginya, yang lebih penting adalah keduanya bisa menjadi solusi utama Swedia di lini serang.
Tantangan sebenarnya justru ada pada bagaimana tim menjaga keseimbangan permainan agar dua striker itu bisa maksimal. Potter menilai karakter keduanya berbeda, dan justru itu yang bisa membuat Swedia lebih sulit ditebak.
“Jawabannya, saya tidak tahu. Saya belum melihat cukup banyak pemain lain, jadi itu bukan hal yang terlalu penting,” kata Graham Potter.
“Mereka adalah yang terbaik untuk kami, itu yang paling penting. Kami senang dengan mereka. Secara individu mereka pemain hebat dengan kualitas dan atribut yang berbeda. Tugas kami adalah membuat tim bekerja dengan baik, membantu mereka menikmati permainan, dan kalau itu terjadi, mereka bisa jadi ancaman untuk siapa pun,” lanjut mantan pelatih Chelsea tersebut.
Sikap Waspada Menghadapi Ketangguhan Timnas Belanda
Di laga berikutnya, Swedia akan menghadapi ujian yang jauh lebih berat. Belanda datang dengan rekor panjang tak terkalahkan di fase grup Piala Dunia, mencapai 17 pertandingan.
Tim asuhan Ronald Koeman juga punya motivasi tambahan setelah ditahan imbang Jepang 2-2 di Dallas. Hasil itu membuat mereka diprediksi tampil lebih agresif saat menghadapi Swedia.
Potter sendiri tidak menutup mata terhadap kekuatan lawan. Ia menyebut Belanda sebagai salah satu tim terkuat di Grup F, bahkan termasuk kandidat juara turnamen.
“Kami harus berkembang kalau ingin mendapatkan hasil dari pertandingan ini. Melawan Tunisia kami bermain bagus dan menang, tapi dengan segala hormat, ini level yang berbeda. Mereka salah satu tim terbaik di grup dan juga salah satu favorit juara,” ujar Graham Potter.
Kini Swedia memilih bersikap realistis dan fokus pada persiapan dari hari ke hari. Jika Isak dan Gyökeres kembali menemukan ritme terbaiknya, mereka tetap punya peluang untuk mengganggu dominasi Belanda di laga yang akan datang.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 3 Agustus 2026 15:46Wales Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA
-
Liga Inggris 2 Agustus 2026 17:20Arsenal Siap Cuci Gudang Demi Vinicius Junior dan Bruno Guimaraes
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 4 Agustus 2026 23:11Statistik Persebaya vs Arema: Bajul Ijo Tak Dominan, tetapi Sangat Efektif
-
Bola Indonesia 4 Agustus 2026 22:34Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya Berebut Trofi Juara
-
Bola Indonesia 4 Agustus 2026 22:21Final Piala Presiden 2026: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya
-
Bola Indonesia 4 Agustus 2026 22:08Hasil Piala Presiden 2026: Persebaya Lolos ke Final Usai Kalahkan Arema FC
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 3 Agustus 2026 15:46Wales Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA
SOROT
-
Liputan6 4 Agustus 2026 23:32Polisi Selidiki Identitas Mayat Diduga Korban Mutilasi di Depok
-
Liputan6 4 Agustus 2026 22:18Kronologi Temuan Mayat Diduga Korban Mutilasi di Depok
-
Liputan6 4 Agustus 2026 20:36Sekda Lindas Adik Kandung hingga Patah Tulang Usai Ketahuan Bareng Wanita Lain
-
Liputan6 4 Agustus 2026 19:53Reaksi Kejagung soal Rencana Febri Adriansyah Ajukan Praperadilan
-
Liputan6 4 Agustus 2026 19:29Polisi Ungkap Kondisi 3 TKI Korban TPPO usai Dipulangkan dari Libya
-
Liputan6 4 Agustus 2026 18:56Polisi: 41 TKI Korban Perdagangan Orang Masih Tertahan di Libya
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315725/original/062490100_1785858111-VID-20260804-WA0063.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315715/original/005451300_1785856731-Lokasi_Temuan_Mayat_Kaki...jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315676/original/004987300_1785850616-fe5f32ba-e94e-4048-9a13-bfe771e28294.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295697/original/095241300_1783939446-53527.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291164/original/098334500_1783506303-IMG_7188.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315641/original/057691200_1785845275-WhatsApp-Image-2026-08-04-at-15.06.23.jpeg)
