Iran Mundur dari Piala Dunia 2026: Siapa Penggantinya dan Apakah Timnas Indonesia Punya Peluang?

Iran Mundur dari Piala Dunia 2026: Siapa Penggantinya dan Apakah Timnas Indonesia Punya Peluang?
Trofi Piala Dunia 2026 dipajang di kantor FIFA di Zurich, Swiss pada 13 Desember 2024 lalu. (c) Til Buergy/Keystone via AP, File

Bola.net - Iran dipastikan tidak akan tampil di Piala Dunia 2026 meskipun sebelumnya sudah mengamankan tiket lolos. Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi alasan utama keputusan tersebut.

Serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari 2026 memicu ketegangan serius. Kondisi ini membuat pemerintah Iran mengambil langkah drastis terkait partisipasi di turnamen sepak bola terbesar dunia.

Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, secara resmi mengumumkan bahwa negaranya mundur dari Piala Dunia 2026. Padahal, Mehdi Taremi dan rekan-rekannya lolos sebagai juara Grup A pada Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Keputusan ini memunculkan pertanyaan besar di dunia sepak bola. Siapa yang akan menggantikan Iran di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko?

Aturan FIFA Soal Pengganti Peserta Piala Dunia

Aturan FIFA Soal Pengganti Peserta Piala Dunia

Trofi Piala Dunia FIFA dipajang saat proses undian playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Zurich, Swiss, Kamis, 20 November 2025. (c) Claudio Thoma/Keystone via AP

FIFA sebenarnya telah menyiapkan mekanisme apabila ada peserta yang mundur dari Piala Dunia. Aturan tersebut tertuang dalam regulasi resmi turnamen.

Dalam Artikel 6 pasal 3 regulasi Piala Dunia 2026, FIFA memberikan kewenangan penuh kepada Dewan FIFA untuk menentukan pengganti peserta yang mundur.

“Dewan FIFA atau komite terkait dapat memutuskan, khususnya, untuk mengganti asosiasi anggota yang bersangkutan dengan asosiasi lain,” demikian bunyi artiketl 6 pasal 3 aturan FIFA soal Piala Dunia 2026.

Menariknya, regulasi tersebut tidak mewajibkan pengganti berasal dari konfederasi yang sama. Artinya, secara teoritis FIFA memiliki ruang keputusan yang sangat luas.

Mantan Direktur Regulasi Sepak Bola FIFA, James Kitching, bahkan menegaskan bahwa pengganti Iran tidak harus berasal dari Asia.

"Artinya, misalnya jika ada tim yang mengundurkan diri maka tidak harus diganti oleh tim yang berasal dari konfederasi yang sama, atau bahkan tidak perlu diganti sama sekali Apakah skenario tersebut bisa diterima secara politis? Itu pertanyaan berbeda," sambung Kitching.

Irak dan Uni Emirat Arab Jadi Kandidat Terdepan

Jika FIFA memutuskan pengganti berasal dari zona Asia, maka Irak dan Uni Emirat Arab menjadi dua kandidat paling kuat. Keduanya berada di posisi teratas di antara tim Asia yang belum memastikan tiket Piala Dunia.

Irak saat ini masih memiliki agenda penting di jalur kualifikasi. Mereka dijadwalkan menjalani playoff interkontinental pada akhir Maret 2026.

Dalam laga tersebut, Irak akan menghadapi pemenang duel antara Bolivia dan Suriname. Hasil pertandingan itu bisa berpengaruh pada keputusan FIFA.

Sementara itu, Uni Emirat Arab berada tepat di belakang Irak dalam jalur kualifikasi. Mereka menjadi salah satu tim yang secara matematis masih berada dalam jalur kompetitif menuju Piala Dunia.

Ada sejumlah skenario yang bisa terjadi. Salah satunya Irak langsung menggantikan Iran, sementara posisi Irak di jalur playoff digantikan oleh Uni Emirat Arab.

Apakah Timnas Indonesia Punya Peluang?

Apakah Timnas Indonesia Punya Peluang?

Pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny dan Marselino Ferdinan, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Bahrain. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Nama Timnas Indonesia ikut ramai dibicarakan di media sosial sebagai calon pengganti Iran. Diskusi tersebut muncul setelah situasi geopolitik di Asia Barat menjadi tidak stabil.

Indonesia memang menjadi satu-satunya negara non-Asia Barat yang berhasil mencapai fase keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Hal ini membuat peluang tersebut secara teoritis terbuka.

Namun secara peringkat kompetitif, posisi Indonesia belum berada di barisan terdepan. Tim Merah Putih finis di peringkat ketiga Grup B di bawah Arab Saudi dan Irak.

Selain Indonesia, Oman juga sempat disebut sebagai kandidat. Namun faktor geografis dan situasi kawasan Timur Tengah membuat opsi ini tidak selalu menjadi pilihan ideal.