Italia Absen 3 Kali Beruntun di Piala Dunia, Zola: Bongkar Fondasi Lama, Fokus pada Kualitas Pemain Muda

Italia Absen 3 Kali Beruntun di Piala Dunia, Zola: Bongkar Fondasi Lama, Fokus pada Kualitas Pemain Muda
Starting XI Timnas Italia saat melawan Timnas Bosnia-Herzegovina di final playoff Piala Dunia 2026, 1 April 2026 di Zenica. (c) AP Photo/Armin Durgut

Bola.net - Gianfranco Zola menyampaikan kritik keras setelah kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Ia menilai kegagalan tersebut bukan sekadar catatan buruk, melainkan indikator krisis serius dalam sistem sepak bola nasional.

Kekalahan adu penalti dari Bosnia pada Rabu 1 April kemarin, semakin menegaskan kondisi tersebut. Oleh karena itu, Zola menekankan bahwa pembenahan tidak bisa lagi ditunda, terutama dalam sistem pengembangan pemain muda yang dinilai bermasalah.

Selain itu, ia menilai tidak ada ruang untuk menyalahkan individu di level tim nasional. Menurutnya, permasalahan sudah bersifat struktural sehingga membutuhkan perubahan menyeluruh dari fondasi hingga ke tingkat atas.

Dengan demikian, Zola mendorong Italia untuk melakukan reformasi total. Jika tidak segera dilakukan, ia memperingatkan kegagalan serupa akan terus terulang di masa depan.

Mengembalikan Takdir ke Tangan Pemain Muda

Mengembalikan Takdir ke Tangan Pemain Muda

Reaksi pemain Italia ketika adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina di playoff Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Armin Durgut

Zola menegaskan bahwa kebangkitan sepak bola Italia hanya dapat dicapai dengan memberikan kepercayaan penuh kepada pemain muda. Ia juga menilai perlunya perubahan sistemik untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan talenta lokal.

"Kita harus mulai dari dasar dan berpikir untuk menciptakan kembali kondisi guna memberikan kualitas kepada pemain muda kita," tegas Zola kepada Rai Sport.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pekerjaan besar harus segera dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan. Hal ini mencakup perbaikan sistem pembinaan yang selama ini dinilai belum optimal.

"Ada pekerjaan yang sangat penting dan jangkauannya sangat luas yang harus dilakukan," imbuh sosok yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden Lega Pro tersebut.

Selain itu, Zola menyoroti minimnya kesempatan bermain bagi pemain muda di level klub. Kondisi tersebut dinilai menghambat perkembangan dan kesiapan mereka untuk bersaing di level tertinggi.

Peran Krusial Kasta Bawah

Peran Krusial Kasta Bawah

Bryan Cristante (tengah) bersama pemain Italia ketika meninjau rumput Bilino Polje stadium, Zenica, 30 Maret 2026 menjelang playoff Piala Dunia 2026 melawan Bosnia Herzegovina. (c) AP Photo/Armin Durgut

Sebagai Wakil Presiden Lega Pro, Zola menegaskan komitmennya untuk mendorong klub-klub di kasta bawah agar lebih fokus pada pengembangan pemain muda. Ia menilai peran liga tingkat bawah sangat penting dalam proses regenerasi sepak bola nasional.

Di sisi lain, ia menekankan bahwa keberhasilan pembinaan tidak hanya bergantung pada fasilitas dan pelatih. Para pemain juga harus memiliki komitmen tinggi untuk berkembang.

"Pelatih dan fasilitas adalah hal yang mendasar, namun para pemain itu sendiri juga harus bekerja keras," ujarnya dengan nada serius.

Menurutnya, bakat semata tidak cukup tanpa kerja keras dan dedikasi. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya sikap profesional sejak dini bagi setiap pemain muda.

"Komitmen, panggilan jiwa, dan dedikasi adalah apa yang dibutuhkan untuk menjadi olahragawan sejati," pungkasnya.