Kekuatan Terbesar Spanyol Adalah Pertahanan yang Sekeras Karang, Bukan Lamine Yamal

Kekuatan Terbesar Spanyol Adalah Pertahanan yang Sekeras Karang, Bukan Lamine Yamal
Kiper Spanyol Unai Simon (kiri) merayakan kemenangan bersama Pau Cubarsi (kanan) setelah laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Austria di Inglewood, California, dekat Los Angeles, Kamis, 2 Juli 2026 (c) AP Photo/Jae C. Hong

Bola.net - Spanyol datang ke Piala Dunia 2026 dengan perhatian besar yang tertuju kepada Lamine Yamal sebagai bintang muda andalan. Namun, perjalanan La Roja hingga babak perempat final justru memperlihatkan bahwa kekuatan terbesar mereka berada di sektor pertahanan.

Yamal memang masuk skuad setelah sempat diragukan akibat cedera yang dialaminya bersama Barcelona pada akhir musim lalu. Akan tetapi, penyerang berusia 18 tahun itu belum mampu menampilkan performa terbaik sepanjang turnamen.

Dari lima penampilan, Yamal baru mengoleksi satu gol tanpa assist. Ia juga kesulitan memberi pengaruh besar saat Spanyol mengatasi Portugal pada babak 16 besar.

Ekspektasi terhadap Yamal memang sangat tinggi sejak awal kariernya. Meski demikian, perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026 membuktikan bahwa kesuksesan tim tidak hanya bergantung pada aksi sang penyerang muda.

Pertahanan Jadi Senjata Utama

Lini belakang Spanyol tampil hampir sempurna sepanjang turnamen. Hingga menembus perempat final, La Roja belum sekali pun kebobolan.

Kiper Unai Simon bahkan mencatat rekor baru sebagai penjaga gawang dengan durasi terlama tanpa kebobolan dalam sejarah Piala Dunia. Catatan tersebut kini mencapai 609 menit secara beruntun.

Persaingan di bawah mistar sebenarnya cukup ketat karena David Raya tampil impresif bersama Arsenal sepanjang musim lalu. Namun, Simon kembali membuktikan kapasitasnya sebagai pilihan utama lewat serangkaian penampilan meyakinkan.

Empat bek yang mengawal pertahanan, yakni Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, dan Marc Cucurella, juga menunjukkan konsistensi tinggi. Kolaborasi mereka membuat lini belakang Spanyol jadi sekeras karang dan sulit ditembus lawan.

Pertandingan Selanjutnya
World Cup World Cup | 11 Juli 2026
Spanyol Spanyol
02:00 WIB
Belgia Belgia

Cubarsi dan Rodri Jadi Fondasi

Pau Cubarsi menjadi salah satu pemain yang mengalami peningkatan performa selama turnamen. Bek berusia 19 tahun itu memperlihatkan kualitas yang membuatnya masuk jajaran talenta bertahan terbaik generasinya.

Pengalaman Aymeric Laporte memberikan keseimbangan di jantung pertahanan. Sementara itu, Cucurella dan Porro tampil agresif sekaligus disiplin ketika menjalankan tugas di sektor sayap.

Peran Rodri di depan lini belakang juga sangat penting. Gelandang Manchester City tersebut kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam memutus serangan lawan dan menjaga keseimbangan permainan.

Hingga babak perempat final, Spanyol sukses menjaga gawang tetap bersih saat menghadapi Cape Verde, Arab Saudi, Uruguay, Austria, dan Portugal. Tantangan berikutnya datang dari Belgia dalam perebutan tiket semifinal.

Peluang Ukir Rekor Baru

Belum pernah ada negara yang menjuarai Piala Dunia tanpa kebobolan sepanjang turnamen. Rekor pertahanan terbaik masih menjadi milik Prancis pada 1998, Italia pada 2006, dan Spanyol pada 2010, yang sama-sama hanya kemasukan dua gol.

Kini, La Roja berpeluang melampaui pencapaian tersebut apabila mampu mempertahankan konsistensi hingga laga terakhir. Catatan itu menjadi target yang tidak banyak diperkirakan sebelum kompetisi dimulai.

Apabila mampu melewati Belgia, Spanyol berpotensi menghadapi Prancis di semifinal. Final kemudian bisa mempertemukan mereka dengan Argentina atau Inggris.

Laga-laga yang tersisa tentu menghadirkan tantangan jauh lebih berat. Meski begitu, kualitas pertahanan yang diperlihatkan sejauh ini membuat Spanyol memiliki peluang besar untuk meraih gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka.

Sumber: Sports Mole