Pelatih Irlandia Utara: Nggak Ada Totti dan Del Piero, Italia Bisa Dikalahkan

Pelatih Irlandia Utara: Nggak Ada Totti dan Del Piero, Italia Bisa Dikalahkan
Starting XI Italia saat melawan Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Bluenergy Stadium, 15 Oktober 2025. (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Manajer Irlandia Utara, Michael O'Neill, meyakini timnya mampu menumbangkan Italia pada semifinal playoff Piala Dunia 2026, Jumat (27/3/2026) dini hari. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Atleti Azzurri d'Italia mulai pukul 02.45 WIB. O'Neill menyoroti hilangnya sosok legendaris seperti Alessandro Del Piero dan Francesco Totti di kubu lawan.

Kemenangan akan membawa salah satu tim ke final melawan Wales atau Bosnia-Herzegovina. Tiket menuju putaran final Piala Dunia 2026 menjadi pertaruhan utama dalam duel ini. Langkah ini merupakan kesempatan terakhir bagi kedua negara untuk tampil di panggung dunia.

Irlandia Utara melaju ke fase ini setelah tampil impresif pada ajang Nations League. Mereka mengantongi modal berharga dari kemenangan atas Luksemburg dan Slovakia pada laga sebelumnya. Catatan tersebut memberikan suntikan moral penting bagi skuad berjuluk Green and White Army.

Namun, tantangan berat muncul karena absennya Daniel Ballard serta Conor Bradley akibat cedera. O'Neill harus memutar otak untuk menjaga kedalaman skuadnya di lini pertahanan. Kehilangan dua pilar ini memaksa tim tamu tampil lebih disiplin dan terorganisir.

O'Neill kini fokus membangun mentalitas juara dengan melihat celah di balik kekuatan tuan rumah. Ia secara terbuka membandingkan kualitas individu pemain Italia lintas generasi sebelum laga dimulai. Strategi ini diharapkan mampu mengangkat kepercayaan diri para pemain mudanya di lapangan.

Hilangnya Magis Individu Skuad Azzurri

Hilangnya Magis Individu Skuad Azzurri

Para pemain Italia usai laga melawan Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup I di Bluenergy Stadium. (c) AP Photo/Luca Bruno

O'Neill memandang skuad Italia saat ini tidak lagi memiliki pemain pembeda. Ia merasa kekuatan lawan lebih condong pada kolektivitas tim semata. Pandangan ini menjadi dasar utama rasa percaya diri bagi skuad Irlandia Utara.

Meski menghormati talenta seperti Sandro Tonali, ia menilai mereka belum setara para legenda. Ketiadaan pemain sekaliber pemenang Piala Dunia 2006 dianggap sebagai sebuah keuntungan bagi timnya. Hal inilah yang ingin dimanfaatkan untuk mencuri kemenangan di markas lawan.

“Tapi Italia ini tidak memiliki Alessandro Del Piero, seorang Francesco Totti, kekuatan tim Italia ini bukan pada individu mereka,” tegas O'Neill.

Pihaknya mengakui bahwa Italia tetap memiliki deretan pemain di level yang sangat tinggi. Namun, ketiadaan sosok yang mampu mengubah keadaan secara instan membuat O'Neill merasa lebih tenang. Ia yakin anak asuhnya mampu meredam pola serangan terencana dari skuad asuhan Gattuso.

“Meski begitu, kami tetap menghormati mereka, mereka memiliki pemain-pemain dengan level yang tinggi,” tambahnya.

Memanfaatkan Tekanan Mental Tuan Rumah

Memanfaatkan Tekanan Mental Tuan Rumah

Selebrasi Francesco Pio Esposito bersama rekan setimnya usai mencetak gol di laga Italia melawan Moldova di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Aurel Obreja

Fokus utama Irlandia Utara adalah menjaga gawang tetap bersih selama mungkin. O'Neill ingin memanfaatkan kecemasan yang sedang menyelimuti pikiran Gennaro Gattuso saat ini. Pelatih lawan dikabarkan sempat kehilangan waktu tidur karena beban tanggung jawab yang besar.

Situasi tersebut dianggap sebagai peluang emas bagi tim tamu untuk mencuri momentum. Semakin lama skor imbang bertahan, maka kegelisahan di tribun penonton akan merambat ke lapangan. Irlandia Utara berencana mengeksploitasi kondisi psikologis tersebut dengan permainan yang sangat sabar.

“Semakin lama skor bertahan 0-0, maka tekanan akan semakin meningkat bagi tim favorit,” ungkap O'Neill.

Manajer berusia 54 tahun tersebut menegaskan bahwa timnya datang tanpa beban apa pun. Sebaliknya, Italia sebagai negara sepak bola besar memiliki segalanya untuk dipertaruhkan dalam laga ini. Ia meminta para pemainnya untuk tampil lepas dan menikmati setiap detik pertandingan.

“Kami memiliki segalanya untuk diraih dalam pertandingan ini, tidak ada keraguan tentang hal itu,” sebutnya.

Skema Taktis dan Kesiapan Skuad

Skema Taktis dan Kesiapan Skuad

Selebrasi pemain Irlandia Utara, Trai Hume usai mencetak gol ke gawang Slovakia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Windsor Park. (c) AP Photo/Peter Morrison

Irlandia Utara diprediksi akan menerapkan formasi tiga bek untuk meredam agresivitas serangan tuan rumah. O'Neill telah menganalisis enam pertandingan terakhir Italia di bawah arahan Gattuso secara sangat mendalam.

Kondisi gelandang Preston, Ali McCann, sempat diragukan tampil pada laga krusial di Bergamo besok dini hari. Namun, sang manajer merasa sangat optimis pemain tersebut bisa masuk ke dalam jajaran 11 pemain utama.

“Ali sudah berlatih dan kami merasa optimis dia akan bisa memulai pertandingan besok,” ungkap O'Neill.

O'Neill meminta para pemainnya untuk tetap fokus pada permainan tanpa terlalu memikirkan apa yang sedang dipertaruhkan. Ia ingin para pemain muda Irlandia Utara menjadikan laga ini sebagai bagian dari proses pertumbuhan karier mereka.

“Kami harus memainkan permainan dan tidak berpikir terlalu banyak tentang apa yang dipertaruhkan,” sebutnya.

Realisme Taktis dan Keberanian Pemain Muda

O'Neill menginstruksikan anak asuhnya untuk bersikap realistis dalam menghadapi dominasi penguasaan bola. Ia telah menyiapkan rencana permainan yang sudah teruji pada laga-laga internasional sebelumnya. Kedisiplinan posisi akan menjadi kunci utama untuk meredam serangan vertikal yang menjadi ciri khas Italia.

Ia berharap para pemain mudanya tampil berani tanpa rasa takut sedikit pun. Baginya, laga di Bergamo adalah ujian besar sekaligus bagian dari proses pendewasaan tim. O'Neill tidak ingin skuadnya membuang kesempatan langka untuk mengukir sejarah baru bagi negaranya.

“Pemain muda cenderung masuk ke situasi ini tanpa rasa takut, dan mereka akan memiliki banyak kesempatan di masa depan,” jelasnya.

Pertandingan diperkirakan akan berlangsung sangat ketat dengan intensitas fisik yang sangat tinggi. O'Neill telah menganalisis rekaman pertandingan Italia untuk menemukan titik lemah dalam skema tiga bek. Ia percaya bahwa eksekusi bola mati bisa menjadi senjata rahasia untuk membungkam publik tuan rumah.

“Penting bagi kami untuk tetap berada dalam permainan, memastikan laga tidak terlalu terbuka,” tutup O'Neill.