
Bola.net - Manajer Irlandia Utara, Michael O'Neill, meyakini timnya mampu menumbangkan Italia pada semifinal playoff Piala Dunia 2026, Jumat (27/3/2026) dini hari. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Atleti Azzurri d'Italia mulai pukul 02.45 WIB. O'Neill menyoroti hilangnya sosok legendaris seperti Alessandro Del Piero dan Francesco Totti di kubu lawan.
Kemenangan akan membawa salah satu tim ke final melawan Wales atau Bosnia-Herzegovina. Tiket menuju putaran final Piala Dunia 2026 menjadi pertaruhan utama dalam duel ini. Langkah ini merupakan kesempatan terakhir bagi kedua negara untuk tampil di panggung dunia.
Irlandia Utara melaju ke fase ini setelah tampil impresif pada ajang Nations League. Mereka mengantongi modal berharga dari kemenangan atas Luksemburg dan Slovakia pada laga sebelumnya. Catatan tersebut memberikan suntikan moral penting bagi skuad berjuluk Green and White Army.
Namun, tantangan berat muncul karena absennya Daniel Ballard serta Conor Bradley akibat cedera. O'Neill harus memutar otak untuk menjaga kedalaman skuadnya di lini pertahanan. Kehilangan dua pilar ini memaksa tim tamu tampil lebih disiplin dan terorganisir.
O'Neill kini fokus membangun mentalitas juara dengan melihat celah di balik kekuatan tuan rumah. Ia secara terbuka membandingkan kualitas individu pemain Italia lintas generasi sebelum laga dimulai. Strategi ini diharapkan mampu mengangkat kepercayaan diri para pemain mudanya di lapangan.
Hilangnya Magis Individu Skuad Azzurri

O'Neill memandang skuad Italia saat ini tidak lagi memiliki pemain pembeda. Ia merasa kekuatan lawan lebih condong pada kolektivitas tim semata. Pandangan ini menjadi dasar utama rasa percaya diri bagi skuad Irlandia Utara.
Meski menghormati talenta seperti Sandro Tonali, ia menilai mereka belum setara para legenda. Ketiadaan pemain sekaliber pemenang Piala Dunia 2006 dianggap sebagai sebuah keuntungan bagi timnya. Hal inilah yang ingin dimanfaatkan untuk mencuri kemenangan di markas lawan.
“Tapi Italia ini tidak memiliki Alessandro Del Piero, seorang Francesco Totti, kekuatan tim Italia ini bukan pada individu mereka,” tegas O'Neill.
Pihaknya mengakui bahwa Italia tetap memiliki deretan pemain di level yang sangat tinggi. Namun, ketiadaan sosok yang mampu mengubah keadaan secara instan membuat O'Neill merasa lebih tenang. Ia yakin anak asuhnya mampu meredam pola serangan terencana dari skuad asuhan Gattuso.
“Meski begitu, kami tetap menghormati mereka, mereka memiliki pemain-pemain dengan level yang tinggi,” tambahnya.
Memanfaatkan Tekanan Mental Tuan Rumah

Fokus utama Irlandia Utara adalah menjaga gawang tetap bersih selama mungkin. O'Neill ingin memanfaatkan kecemasan yang sedang menyelimuti pikiran Gennaro Gattuso saat ini. Pelatih lawan dikabarkan sempat kehilangan waktu tidur karena beban tanggung jawab yang besar.
Situasi tersebut dianggap sebagai peluang emas bagi tim tamu untuk mencuri momentum. Semakin lama skor imbang bertahan, maka kegelisahan di tribun penonton akan merambat ke lapangan. Irlandia Utara berencana mengeksploitasi kondisi psikologis tersebut dengan permainan yang sangat sabar.
“Semakin lama skor bertahan 0-0, maka tekanan akan semakin meningkat bagi tim favorit,” ungkap O'Neill.
Manajer berusia 54 tahun tersebut menegaskan bahwa timnya datang tanpa beban apa pun. Sebaliknya, Italia sebagai negara sepak bola besar memiliki segalanya untuk dipertaruhkan dalam laga ini. Ia meminta para pemainnya untuk tampil lepas dan menikmati setiap detik pertandingan.
“Kami memiliki segalanya untuk diraih dalam pertandingan ini, tidak ada keraguan tentang hal itu,” sebutnya.
Skema Taktis dan Kesiapan Skuad

Irlandia Utara diprediksi akan menerapkan formasi tiga bek untuk meredam agresivitas serangan tuan rumah. O'Neill telah menganalisis enam pertandingan terakhir Italia di bawah arahan Gattuso secara sangat mendalam.
Kondisi gelandang Preston, Ali McCann, sempat diragukan tampil pada laga krusial di Bergamo besok dini hari. Namun, sang manajer merasa sangat optimis pemain tersebut bisa masuk ke dalam jajaran 11 pemain utama.
“Ali sudah berlatih dan kami merasa optimis dia akan bisa memulai pertandingan besok,” ungkap O'Neill.
O'Neill meminta para pemainnya untuk tetap fokus pada permainan tanpa terlalu memikirkan apa yang sedang dipertaruhkan. Ia ingin para pemain muda Irlandia Utara menjadikan laga ini sebagai bagian dari proses pertumbuhan karier mereka.
“Kami harus memainkan permainan dan tidak berpikir terlalu banyak tentang apa yang dipertaruhkan,” sebutnya.
Realisme Taktis dan Keberanian Pemain Muda
O'Neill menginstruksikan anak asuhnya untuk bersikap realistis dalam menghadapi dominasi penguasaan bola. Ia telah menyiapkan rencana permainan yang sudah teruji pada laga-laga internasional sebelumnya. Kedisiplinan posisi akan menjadi kunci utama untuk meredam serangan vertikal yang menjadi ciri khas Italia.
Ia berharap para pemain mudanya tampil berani tanpa rasa takut sedikit pun. Baginya, laga di Bergamo adalah ujian besar sekaligus bagian dari proses pendewasaan tim. O'Neill tidak ingin skuadnya membuang kesempatan langka untuk mengukir sejarah baru bagi negaranya.
“Pemain muda cenderung masuk ke situasi ini tanpa rasa takut, dan mereka akan memiliki banyak kesempatan di masa depan,” jelasnya.
Pertandingan diperkirakan akan berlangsung sangat ketat dengan intensitas fisik yang sangat tinggi. O'Neill telah menganalisis rekaman pertandingan Italia untuk menemukan titik lemah dalam skema tiga bek. Ia percaya bahwa eksekusi bola mati bisa menjadi senjata rahasia untuk membungkam publik tuan rumah.
“Penting bagi kami untuk tetap berada dalam permainan, memastikan laga tidak terlalu terbuka,” tutup O'Neill.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 14 Mei 2026 13:49Jadwal Serie A Pekan Ini Live di ANTV dan Vidio, 17-18 Mei 2026
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 13 Mei 2026 23:54Jaksa Curiga Harta Nadiem Rp 4,8 Triliun Hasil Korupsi Chromebook
-
Liputan6 13 Mei 2026 22:34Kasus Sabu Kutai Barat Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Kasat Narkoba
-
Liputan6 13 Mei 2026 21:47Penahanan Bupati Tulungagung Diperpanjang, Begini Penjelasan KPK
MOST VIEWED
Revolusi Timnas Italia: Pelatih Silvio Baldini Siapkan 11 Debutan untuk Wajah Baru Azzurri
Cristiano Ronaldo Belum Selesai! Ini 8 Rekor Gila yang Bisa Dipecahkan CR7 di Piala Dunia 2026
Daftar Skuad Sementara Brasil untuk Piala Dunia 2026: Carlo Ancelotti Tepati Janji, Ada Nama Neymar!
Setelah Mainoo dan Maguire, Pemain MU Ini Bakal Kembali Perkuat Timnas Inggris
HIGHLIGHT
5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas...
Jose Mourinho ke Real Madrid Lagi? 7 Pelatih yang ...
10 Pelatih Terbaik yang Siap Jadi Rebutan Klub Eli...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5835297/original/008464600_1778737436-IMG_1301.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5763395/original/043493900_1778666342-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5330062/original/059545400_1756353142-1000241325.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3485559/original/014273400_1623926572-IMG_20190116_232705.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553306/original/027550000_1775931103-1.jpg)

