FOLLOW US:


Rasis! Eks Pemain Fulham Ini Tak Setuju Pemain Kulit Hitam Gabung Timnas Rusia

20-03-2019 00:45

 | Pavel Pogrebnyak

Rasis! Eks Pemain Fulham Ini Tak Setuju Pemain Kulit Hitam Gabung Timnas Rusia
Pavel Pogrebnyak saat masih membela Fulham. © AFP

Bola.net - Eks pemain depan Fulham Pavel Pogrebnyak mengaku tidak setuju timnas Rusia diperkuat pemain naturalisasi berkulit hitam.

Pemain berkulit hitam yang dimaksud adalah Ariclenes da Silva Ferreira atau lebih akrab disapa Ari. Ia adalah pemain kulit hitam pertama yang pernah memperkuat timnas Rusia.

Ia adalah pemain kelahiran Brasil. Saat ini pemain berusia 33 tahun itu memperkuat klub FC Krasnodar.

Ari ini mendapatkan status sebagai warga negara Rusia pada Juli 2018. Ia kemudian menjalani laga pertamanya bersama timnas Rusia pada November 2018.

(url/m360/gl/dim)
1 dari 3

Dipermasalahkan


Ternyata Pogrebnyak tidak rela jika Ari diajak gabung timnas Rusia. Ia berkilah bahwa sebenarnya timnas masih punya stok penyerang bagus lain selain Ari.

"Saya tidak mengerti maksudnya. Saya sama sekali tidak mengerti mengapa Ari menerima paspor Rusia," ujarnya dalam sebuah wawancara bersama media lokal, Ural.kp.ru.

"Itu menggelikan ketika seorang pemain kulit hitam mewakili tim nasional Rusia. Mario Fernandes adalah pemain top," ujarnya.

"Tapi kita juga memiliki Igor Smolnikov di posisinya. Kita bisa sukses tanpa orang asing juga," klaim Pogrebnyak.

2 dari 3

Direspon Pemerintahan Putin


Komentar ini ternyata dinilai negatif oleh pemerintahan Vladimir Putin. Mereka akhirnya merespon ucapan pemegang 33 caps bagi timnas Rusia tersebut.

Mikhail Fedotov, penasihat hak asasi untuk Presiden Putin, mengatakan bahwa ia mencium aroma rasisme dari ucapan Pogrebnyak tersebut. Ia menyerang balik pemain Ural Yekaterinburg itu dengan mengatakan bahwa memperkuat timnas adalah hak semua warga negara Rusia, tanpa terkecuali.

"Saya percaya bahwa setiap pemain sepakbola yang bermain bagus dan memiliki kewarganegaraan Rusia memiliki hak untuk mewakili tim nasional Rusia," tegasnya pada stasiun televisi Moscow 360.

"Warna kulit, mata, rambut, dan yang lainnya tidak ada artinya. Ini harus jelas bagi siapa pun," tegas Fedotov lagi.

3 dari 3

Terancam Sanksi


Ucapan Pogrebnyak itu juga memicu reaksi dari PSSI-nya sepakbola Rusia. Mereka telah mengatakan bermaksud untuk menyelidiki pernyataan Pogrebnyak sebelum memutuskan apakah akan mengambil tindakan terhadap sang pemain.

Striker itu bisa menghadapi denda. Ia juga bisa saja mendapat larangan bermain jika terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran.

Rusia sendiri sebelumnya sempat tersangkut masalah rasisme beberapa kali. Salah satunya menimpa mantan penyerang Madura United Peter Odemwingie.

Pada tahun 2011, penggemar klub Liga Premier Rusia Lokomotiv Moscow menampilkan spanduk yang bergambar pisang dengan bertuliskan 'Terima kasih, West Brom'. Mereka seperti merasa senang setelah melihat Odemwingie memutuskan pergi bergabung dengan West Bromwich Albion.