Tangis Lewandowski dan Mimpi Piala Dunia yang Terhenti

Tangis Lewandowski dan Mimpi Piala Dunia yang Terhenti
Pemain Polandia, Robert Lewandowski, setelah kekalahan dalam laga final play-off kualifikasi Piala Dunia melawan Swedia, Rabu (1/4/2026). (c) Pontus Lundahl/TT via AP

Bola.net - Robert Lewandowski tak mampu menyembunyikan kesedihannya setelah Timnas Polandia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Kekalahan dramatis dari Timnas Swedia membuat mimpinya tampil di turnamen tersebut untuk terakhir kali terhenti.

Polandia kalah 2-3 dari Timnas Swedia pada final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Solna. Hasil itu mengakhiri perjalanan mereka setelah sempat menunjukkan perlawanan sengit sepanjang laga.

Sebelumnya, Polandia tampil meyakinkan di semifinal usai menang 2-1 atas Albania. Lewandowski turut menyumbang gol penting dalam kemenangan tersebut.

Namun, di partai penentuan, striker Barcelona berusia 37 tahun itu gagal mencatatkan namanya di papan skor. Situasi itu memperberat langkah timnya hingga akhirnya tersingkir.

Gol Menit Akhir Hancurkan Harapan

Laga berjalan ketat dengan Polandia dua kali mampu menyamakan kedudukan. Skor 2-2 bertahan cukup lama hingga memasuki fase akhir pertandingan.

Viktor Gyokeres menjadi penentu kemenangan Swedia lewat gol pada menit ke-88. Pemain lini depan itu memanfaatkan bola rebound untuk memastikan skor 3-2.

Gol tersebut memastikan Swedia mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026, sementara Polandia harus menerima kenyataan pahit tersingkir di fase play-off.

Momen Emosional Lewandowski

Lewandowski terlihat terpukul setelah peluit akhir dibunyikan. Ia bahkan tampak meminta maaf kepada para suporter yang hadir langsung di stadion.

Pemain yang masih mengenakan pelindung wajah itu menunjukkan ekspresi kesedihan mendalam. Momen tersebut langsung menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi publik.

"Begitu sedih, dia pantas mendapatkan Piala Dunia terakhirnya," tulis seorang suporter. Komentar lain berbunyi, "Ini momen yang menyakitkan, penggemar sepak bola akan merindukan kualitasnya di panggung dunia."

Kebangkitan Swedia di Bawah Potter

Keberhasilan Swedia juga tak lepas dari peran pelatih Graham Potter. Ia membawa tim kembali ke Piala Dunia setelah sebelumnya absen dalam beberapa edisi.

Penunjukan Potter pada Oktober 2025 menjadi titik balik bagi Swedia. Ia sukses mengangkat performa tim dan mengamankan tempat di turnamen besar.

Swedia kini bersiap menghadapi tantangan di fase grup. Mereka akan bersaing dengan Belanda, Jepang, dan Tunisia di Grup F.

Masa Depan Lewandowski Dipertanyakan

Kegagalan ini memunculkan pertanyaan soal masa depan Lewandowski di tim nasional. Karier internasionalnya telah berlangsung sejak 2008 dengan catatan impresif.

Ia telah mengoleksi 165 penampilan dan mencetak 89 gol untuk Polandia. Pada usia 37 tahun, beban fisik dan emosional menjadi faktor penting dalam menentukan langkah berikutnya.

Selain itu, masa depannya di Barcelona juga belum pasti. Kontraknya bersama klub raksasa Spanyol itu akan berakhir dalam waktu dekat.

Sumber: Goal International