FOLLOW US:


Jordan Henderson Tuntut Bos Bulgaria Minta Maaf

15-10-2019 19:50

 | Dimas Ardi Prasetya

Jordan Henderson Tuntut Bos Bulgaria Minta Maaf
Jordan Henderson serta Harry Kane plus Kapten Bulgaria Ivelin Popov, berbincang dengan wasit Ivan Bebek. © AP Photo

Bola.net - Jordan Henderson meminta pelatih Timnas Bulgaria, Krasimir Balakov, untuk meminta maaf secara terbuka usai mengaku tak mendengar adanya suporter yang meneriakkan chant rasis pada beberapa penggawa Timnas Inggris.

Inggris tampil gemilang saat melawan Bulgaria. The Three Lions berhasil melibas sang lawan dengan skor 0-6 dalam laga Kualifikasi EURO 2020 Grup A yang digelar di Vasil Levski, Selasa (15/10/2019) dini hari WIB.

Ross Barkley dan Raheem Sterling masing-masing menyumbang dua gol dalam kemenangan ini, sedangkan dua gol lainnya masing-masing tercipta lewat aksi Marcus Rashford dan Harry Kane.

Namun laga itu juga dinodai oleh insiden rasisme dari fans tuan rumah. Laga pun sampai harus dihentikan oleh wasit dua kali di babak pertama karena aksi tak terpuji tersebut.

Usai pertandingan, Balakov sempat ditanya soal aksi rasis tersebut. Namun ia seakan menyangkal bahwa insiden itu benar-benar terjadi. "Saya berkonsentrasi pada permainan, saya tidak mendengar apa-apa," kata Balakov.

1 dari 2

Kecaman Henderson

Henderson tak terima dengan ucapan Balakov. Ia menyebut reksi sang pelatih sebagai suatu hal yang tak bisa diterima.

"Saya sempat berbicara dengan si manajer. Itu tidak dapat diterima. Sesuatu perlu dilakukan. Ia perlu meminta maaf sekarang atas nama tim dan para penggemar. Itu hanya tidak bisa diterima. Ia tahu apa yang terjadi," klaimnya pada Sky Sports.

"Ia bertanya kepada saya apa masalahnya dan saya mengatakan kepadanya bahwa ia tahu apa yang sedang terjadi, ia tahu apa masalahnya. Betapa membingungkannya dirinya, sungguh. Mudah-mudahan setelah pertandingan ia melihat ke belakang dan ia meminta maaf karena siapa pun menonton pertandingan itu akan menjadi jijik dan tidak dapat diterima," tegasnya.

"Saya merasa marah. Mereka rekan satu tim saya, mereka adalah teman saya yang sudah lama saya kenal dan saya berbagi ruang ganti dengan mereka. Sangat mengejutkan untuk dilihat. Tetapi pertandingan terus berjalan dan Anda harus mengganti fokus ke sepak bola, saya pikir kami melakukan itu dengan cemerlang," seru Kapten Liverpool ini.

2 dari 2

Sempat Ingin Keluar Lapangan

Sempat Ingin Keluar Lapangan
Suporter Bulgaria © AP Photo

Manajer Timnas Inggris, Gareth Southgate, mengungkapkan mengapa anak-anak-anak asuhnya tidak meninggalkan lapangan setelah jadi korban aksi rasisme. Ia mengatakan Henderson dkk bertekad untuk bertahan karena ingin menuntaskan pekerjaan mereka sekaligus membalas perlakuan suporter lawan dengan cara yang lebih elegan.

"Wasit bertemu pada dua kesempatan di mana kami melaporkan aksi pelecehan itu," kata Southgate kepada Sky Sports.

"Dengan yang kedua kami melakukan diskusi panjang dengan para pemain karena hanya ada empat menit hingga babak pertama berakhir," sambungnya.

"Kami jelas bahwa jika ada sesuatu di awal babak kedua kami akan langsung berjalan dan terus terang kami tidak akan kembali. Tetapi para perangkat pertandingan di sini mengeluarkan cukup banyak pendukung dari stadion dan di babak kedua sepak bola kami yang bicara," tandasnya.

Berkat hasil ini, Inggris makin kokoh di puncak klasemen Grup A dengan poin 15. Di sisi lain Bulgaria makin terbenam di dasar klasemen dengan poin tiga saja.

(Sky Sports)