Ribut Internal di Timnas Prancis, Kylian Mbappe dan Olivier Giroud Bersitegang

Yaumil Azis | 11 Juni 2021 06:33
Striker Prancis, Olivier Giroud (c) AP Photo

Bola.net - Persiapan Timnas Prancis menjelang Euro 2020 terganggu oleh isu tak sedap. Diketahui bahwa dua pemainnya, Olivier Giroud dan Kylian Mbappe, bersitegang pada sesi latihan.

Permasalahan diawali oleh Giroud yang sempat mengeluhkan servis dari rekan-rekan setimnya. Meskipun tidak mendapatkan dukungan, ia masih mampu menjebol gawang Bulgaria dua kali dalam laga uji coba hari Rabu (9/6/2021) lalu.

"Anda bilang saya diam, tapi itu dikarenakan terkadang saya meminta bola namun tidak pernah sampai ke saya. Kemudian, saya mencoba melakukan panggilan sebanyak mungkin kepada rekan setim dan mencoba membuat solusi di kotak penalti," ujar Giroud.

"Dengan dua asis dari [Wissam] Ben Yedder dan [Benjamin] Pavard, saya bisa mengakhiri permainan dengan baik, namun kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol apabila kami bisa tampil lebih efisien," lanjutnya.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Mbappe Tidak Terima

Pernyataan itu, seperti yang dilaporkan L'Equipe, tidak bisa diterima dengan baik oleh Mbappe. Ia merasa kalau Giroud menyalahkan dirinya, terutama karena penyerang Chelsea tersebut membawa-bawa asis dari Pavard dan Ben Yedder.

Giroud kemudian meminta maaf kepada Mbappe setelah sesi makan siang di pusat pelatihan Prancis. Namun laporan dari Prancis mengungkapkan kalau pemain berusia 22 tahun itu masih belum puas.

Mbappe kemudian menemui sang pelatih, Didier Deschamps, untuk meminta izin menggelar konferensi pers. Penyerang PSG tersebut ingin memberikan penjelasan lain. Namun Deschamps meminta Mbappe untuk tenang.

Untungnya, hanya Mbappe yang tidak menerima pernyataan dari Giroud. L'Equipe melanjutkan kalau suasana di ruang ganti Prancis tetap kondusif sampai sekarang.

2 dari 2 halaman

Bahaya Laten Ego

Permasalahan ini timbul hanya selang beberapa hari setelah Pogba berbicara ke hadapan publik. Pemain Manchester United itu sudah memperingatkan adanya bahaya laten egois yang bisa muncul kapan saja di dalam Les Blues.

"Tim yang kami miliki sekarang bisa jadi tekanan, bahwa kami merasa kemenangan sudah terjamin atau bahkan selalu mencetak tiga gol," ujarnya kepada TF1.

"Orang-orang akan berharap besar dari semua ini. Tapi bukan sepak bola. Egolah yang membunuh anda. Tidak ada egoisme dalam skuad ini. Tidak ada satupun yang merasa lebih besar dari yang lain." lanjut pria berusia 28 tahun tersebut.

Masalah harus segera diselesaikan. Sebab laga pertama Les Blues di fase grup Euro 2020 tinggal hitungan hari. Mereka akan berhadapan dengan Jerman di Allianz Arena pada hari Rabu (18/6/2021) mendatang.

(L'Equipe - via Marca)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR