Barcelona Juara La Liga: Magis Nomor 10 Yamal dan Sentuhan Flick

Barcelona Juara La Liga: Magis Nomor 10 Yamal dan Sentuhan Flick
Presiden Barcelona Joan Laporta memeluk Lamine Yamal setelah mengalahkan Real Madrid 2-0 untuk memastikan gelar juara La Liga/Liga Spanyol dengan 3 laga tersisa, 10 Mei 2026 (c) AP Photo/Joan Mateu Parra

Bola.net - Barcelona kembali menguasai sepak bola Spanyol setelah memastikan gelar La Liga musim 2025-2026. Kepastian itu hadir usai kemenangan 2-0 atas Real Madrid dalam El Clasico di Camp Nou.

Marcus Rashford membuka keunggulan pada menit kesembilan sebelum Ferran Torres menggandakan skor sembilan menit kemudian. Hasil tersebut membuat Barcelona mengunci gelar dengan tiga pertandingan tersisa.

Keberhasilan ini menjadi trofi liga ke-29 bagi Barcelona sepanjang sejarah klub. Tim asuhan Hansi Flick tampil lebih stabil dibanding para pesaingnya sepanjang musim.

Barcelona memang tidak seagresif musim gelar sebelumnya dalam urusan menyerang. Namun, konsistensi dan kedalaman skuad membuat mereka tetap sulit dihentikan hingga akhir musim.

Lamine Yamal Makin Layak Jadi Pewaris Messi

Lamine Yamal Makin Layak Jadi Pewaris Messi

Dua pemain Barcelona, Gavi dan Lamine Yamal, merayakan kemenangan atas Real Madrid yang memastikan gelar juara La Liga/Liga Spanyol, 10 Mei 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Lamine Yamal kembali menjadi pusat permainan Barcelona musim ini. Mengenakan nomor 10 yang dulu identik dengan Lionel Messi, pemain 18 tahun itu tampil semakin matang.

Yamal memimpin daftar pencetak gol Barcelona bersama Ferran Torres dengan 16 gol di La Liga. Ia juga menjadi pemilik assist terbanyak kompetisi dengan 11 assist.

Bukan hanya produktif, Yamal juga memimpin statistik dribel liga dengan 133 keberhasilan. Kreativitas dan keberaniannya menjadi pembeda dalam banyak pertandingan penting Barcelona.

Absennya Raphinha akibat cedera sempat membuat lini depan Barcelona kehilangan keseimbangan. Namun, kontribusi Yamal mampu menjaga produktivitas tim tetap tinggi.

Pedri dan Fermin Jadi Pengatur Irama

Pedri dan Fermin Jadi Pengatur Irama

Pemain Barcelona Pedri (kiri) dan pemain Espanyol Omar El Hilali berebut bola pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Espanyol di Barcelona, Spanyol, 11 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Barcelona kembali memiliki lini tengah paling dominan di La Liga musim ini. Mereka menutup musim dengan 91 gol dan hanya kebobolan 31 kali.

Pedri tampil sebagai pengatur tempo permainan Barcelona. Gelandang 23 tahun itu bermain tenang dan efisien layaknya mantan maestro klub, Xavi Hernandez.

Sementara itu, Fermin Lopez berkembang menjadi salah satu pemain paling penting musim ini. Fermin mencatatkan 13 gol dan sembilan assist di semua kompetisi domestik.

Chelsea sempat mencoba merekrut Fermin pada bursa transfer musim panas lalu. Namun, keputusan bertahan di Barcelona terbukti menjadi langkah tepat bagi perkembangan kariernya.

Hansi Flick Menutup Kekurangan Tim

Hansi Flick Menutup Kekurangan Tim

Pelatih Barcelona Hansi Flick mengangkat trofinya ke udara saat merayakan kemenangan 2-0 atas Real Madrid yang memastikan gelar juara La Liga/Liga Spanyol dengan tiga laga tersisa, 10 Mei 2026 (c) AP Photo/Joan Mateu Parra

Kehadiran Flick memberi perubahan besar terhadap keseimbangan permainan Barcelona. Pelatih asal Jerman itu mampu menemukan solusi meski beberapa pemain inti bergantian mengalami cedera.

Kepergian Inigo Martinez sempat membuat pertahanan Barcelona diragukan. Akan tetapi, Gerard Martin justru berkembang baik saat dimainkan sebagai bek tengah bersama Pau Cubarsi.

Cedera otot yang menimpa Yamal, Raphinha, Jules Kounde, dan Frenkie de Jong juga tidak membuat performa tim runtuh. Flick mampu menjaga ritme permainan dengan rotasi yang efektif sepanjang musim.

Kedatangan kiper Joan Garcia turut memperkuat lini belakang Barcelona. Selain itu, kembalinya tim ke Camp Nou yang telah direnovasi sebagian ikut memberi dorongan moral bagi skuad.

Serangan Barcelona Lebih Kolektif

Serangan Barcelona Lebih Kolektif

Pemain Barcelona Ferran Torres dan Marcus Rashford merayakan gol ke gawang Real Madrid dalam pertandingan La Liga, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Barcelona tidak lagi terlalu bergantung kepada Robert Lewandowski di lini depan. Flick lebih sering memainkan sang striker veteran dari bangku cadangan.

Perubahan itu membuat pola serangan Barcelona menjadi lebih cair. Ferran Torres tampil efektif dengan mobilitas tinggi dan mampu membangun koneksi apik bersama Yamal.

Marcus Rashford juga cepat beradaptasi sejak dipinjam dari Manchester United. Penyerang Inggris itu menyumbang delapan gol termasuk satu gol penting dalam El Clasico.

Meski sukses meraih gelar, Barcelona masih ingin memperkuat lini depan pada musim panas nanti. Situasi tersebut membuat masa depan Lewandowski dan Rashford masih belum pasti di Camp Nou.

Sumber: AP News

Klasemen